A Clockwork Orange (1971)

orange1

Entah apa yang ada di pikiran saya ketika saya memutuskan untuk menonton A Clockwork Orange (1971). Sepertinya saya terhipnotis dengan nilai IMDB, nilai rottentomatoes dan kemilau beberapa penghargaan yang pernah A Clockwork Orange (1971) terima atau hampir terimaūüėõ. Karena menggunakan Inggris di masa depan sebagai latar belakangnya, pada awalnya saya pikir film ini akan mirip dengan Star Wars, bercerita mengenai masa depan yang kurang sempurna dengan didukung¬†special effect terbaik pada masanya. Aaahhhh, ternyata saya salah besar. A Clockwork Orange (1971) bercerita mengenai sosiopath, kriminalitas dan politik dengan adegan kekerasan dan kecabulan di mana-mana, baik dalam bentuk lisan maupun perbuatan.

Kekerasan dan kecabulan dihadirkan karena tokoh utama A Clockwork Orange (1971),¬†Alex¬†(Malcolm McDowell), merupakan seorang sosiopath yang tergila-gila pada kekerasan, seks dan musik klasik. Setiap malam, Alex beserta gengnya berjalan-jalan keliling kota untuk melampiaskan hasrat mereka dengan memukuli gelandangan, berkelahi dengan geng lain, memperkosa dan merampok.¬†Tindakan kriminal Alex hanya sampai di situ saja sampai pada suatu malam ia “naik pangkat” menjadi pembunuh. Setelah dihianati oleh rekan-rekan gengnya sendiri, Alex akhirnya tertangkap dan dijebloskan ke dalam penjara.

orange7

orange3

orange4

orange6

Kemudian melalui sebuah program rehabilitasi yang revolusioner, Alex berhasil keluar dari penjara lebih cepat dari waktunya. Namun tetap saja ada harga yang harus Alex bayar, kebebasan. Secara fisik Alex memang bebas, namun jiwa dan pikiran Alex dibatasi dengan paksa.¬†Setelah bebas, Alex bernasib sial karena ia seolah kebetulan harus berhadapan kembali dengan orang-orang yang pada awal film pernah ia lukai. Karma seakan tersenyum lebar kepada Alex, Alex memperoleh balasan akan kejahatan-kejahatan yang pernah ia lakukan, namun apakah Alex akan benar-benar insyaf? Aahhhh¬†A Clockwork Orange (1971) lebih condong ke arah film “nyeni” dibandingkan film bermoral, jadi jangan harap akhirnya akan wajar dan normal.

orange8

orange2

Gambaran akan kekerasan dan seks pada film ini nampak janggal dan berlebihan. Saya rasa seharusnya masih ada ratusam cara lain yang lebih bijak untuk menggambarkan kesosipath-an Alex. Kalau seperti ini yaa seolah-olah orang Inggris di masa depan maniak seks semua. Lelucon cabul yang hadir nampak biasa saja, mungkin di tahun 70-an itu terbilang spektakuler?ūüėõ, belum pernah menonton film-film sejenis American Pie (1999) sih. Gambaran akan kota Inggris di masa depan pun jauh dari kata keren, special effect yang hadir terbilang standard untuk film tahun 70-anūüė¶. Kostum yang muncul pun terbilang norak dan aneh termasuk kostum geng Alex, jiaaahhh saya rasa ¬†dua ratus tahun kedepan pun tak ada orang normal yang rela jalan-jalan keliling kota menggunakan kostum bodoh seperti itu :’D.

orange5

Awww, sepertinya saya salah pilih film, berbeda sekali dari ekspektasi saya. Maaf kalau jiwa seni saya agak minus tapi film ini rasanya layak untuk memperoleh nilai 2 dari skala maksimum 5 yang artinya “Kurang Bagus”, saya tidak peduli akan seberapa besar nilai IMDB bagi film ini.


Now You See Me 2 (2016)

see-me-1

Pertunjukan sulap spektakuler the horsemen kembali hadir pada Now You See Me 2 (2016). Setelah sukses melakukan membuka aib beberapa tokoh ternama pada Now You See Me (2013), formasi the horsemen kali ini mengalami perubahan dengan digantikannya Henley Reeves (Isla Fisher) oleh Lula May (Lizzy Caplan). Tokoh Henley dikisahkan menghilang dan keluar dari the horsemen karena ketidakjelasan arah dan tujuan the horsemen yang dibimbing oleh the eye. Padahal alasan dibalik pergantian tersebut adalah karena Isla Fisher, pemeran Henley, sedang hamil sehingga tidak dapat ikut syuting.

see-me-7

see-me-5

see-me-12

Dengan demikian, maka formasi the horsemen kali ini terdiri dari Daniel Atlas (Jesse Eisenberg), Merritt McKinney (Woody Harrelson), Jack Wilder (Dave Franco) dan Lula May (Lizzy Caplan). Keempat ahli sulap dan ilusi tersebut menerima perintah dari the eye, sebuah organisasi misterius yang menggunakan sulap untuk kebaikan. Dylan Rhodes (Mark Ruffalo) kembali hadir sebagai penghubung antara the eye dan the horsemen. Dengan profesi Dylan sebagai agen FBI, ia dapat mengacak-acak usaha penangkapan the horsemen. Namun sampai kapan Dylan dapat melakukan hal ini?

Dalam sebuah misi, Dylan dan kawan-kawan terkena jebakan sehingga identitas asli Dylan dan status Jack Wilder dibuka ke ranah publik. Kekacauan tersebut membuat friksi antara Atlas dan Dylan semakin tajam. Atlas merasa bahwa the horsemen tidak membutuhkan Dylan untuk mengarahkan mereka. Seharusnya Atlas dapat langsung berkomunikasi dengan the eye. Sebelumnya, Atlas sudah beberapa kali mencoba berkomunikasi dengan the eye, ia tidak sabar menunggu arahan dari Dylan. Ahhhh, ternyata justru ego Atlas inilah yang menjadi celah bagi seseorang untuk menghancurkan the horsemen, dendam masa lalu kembali hadir di sini.

see-me-4

see-me-3

see-me-10

see-me-6

see-me-9

see-me-8

Mirip seperti Now You See Me (2013), Now You See Me 2 (2016) kembali menghadirkan trik-trik sulap dan ilusi yang penuh kejutan. Menonton film ini tak ubahnya seperti menonton pertunjukkan yang tidak membosankan meskipun praktis¬†Now You See Me 2 (2016) sangat mirip dengan¬†Now You See Me (2013). Bagi saya pribadi itu bukanlah masalah karena saya belum bosan dengan model cerita yang seperti ini. Cerita beserta sulap yang dihadirkan tetap menarik kokūüôā. Saya rasa¬†Now You See Me 2 (2016) masih layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

Sumber: www.nowyouseeme.movie

Captain America: Civil War (2016)

CivilWar1

Pada tahun 2016 ini, DC Comic dan Marvel sama-sama menampilkan film yang mengisahkan perseteruan antar sesama superhero. Setelah sekitar beberapa bulan yang lalu saya melihat Superman dan Batman saling baku hantam pada Batman V Superman: Dawn of Justice (2016), kemudian Marvel Comics menghadirkan perseteruan antara Captain America (Chris Evans) dengan Iron Man (Robert Downey Jr.) pada Captain America: Civil War (2016). Berbeda dengan perseteruan antara Superman dan Batman yang hanya melibatkan 2 superhero, perseteruan antara Captain America dan Iron Man ini melibatkan beberapa superhero lain yang sebelumnya sudah pernah muncul pada film-film Marvel. Sebagian berdiri di belakang Iron Man dan sebagian lagi berdiri di belakang Captain America. Mereka sama-sama di pihak yang baik, namun perseteruan yang semakin memanas memaksa kedua kubu untuk berkelahi habis-habisan.  Apa sih yang membuat Captain America dan Iron Man berseteru?

CivilWar21

Pada sebuah misi di Afrika, The Avengers berhasil menuntaskan sebuah misi dan kembali menyelamatkan dunia. Namun dalam prosesnya, mereka tidak sengaja menghancurkan sebuah gedung yang dipadati penduduk. Kabar ini viral dan kembali mengingatkan penduduk dunia akan kehancuran-kehancuran yang pernah terjadi ketika para superhero beraksi sebagaimana pernah dikisahkan pada The Avengers (2012), Iron Man 3 (2013), Thor: The Dark World (2013) dan Avengers: Age of Ultron (2015).

CivilWar25

Kemudian PBB dengan didukung oleh pihak pemerintah dari berbagai negara memutuskan bahwa semua aksi superhero harus dimonitor oleh pihak PBB dan pemerintah. Inilah cikal bakal dari perdebatan antara Captain America dan Iron Man. Setelah peristiwa pada Iron Man 3 (2013), sikap dan pendapat Iron Man atau Tony Stark terhadap konsep superhero agak bergeser. Ia sudah tidak bersikap seperti milyuner yang seenaknya sendiri. Iron Man nampak terlalu serius di sini, ahhhh payah, tidak selucu dulu lagi. Bagaimana dengan Captain Amerika? Ia menolak mentah-mentah aturan PBB dan pemerintah tersebut karena menurutnya aksi superhero tidak boleh dicampuri oleh kepentingan-kepentingan politis, semua harus murni untuk kemanusiaan.

CivilWar4

Adu mulut berubah menjadi baku hantam setelah ada seorang misterius yang berusaha mempertajam perseteruan tersebut. Apa motifnya? Silahkan tonton filmnyaūüôā, yang pasti sudah pasti saya berdiri di pihak Captain America karena Iron Man nampak terlalu emosional dan kurang dapat berfikir lurus pada¬†Captain America: Civil War (2016). Yaaaah, judulnya saja Captain America, sopasti sedikit banyak Cap akan nampak sebagai pihak yang logis dan benar.

Pada perseteruan besar ini Iron Man didukung oleh War Machine (Don Cheadle), Black Widow (Scarlett Johansson), Black Panther (Chadwick Boseman), Vision (Paul Bettany) dan Spider-Man (Tom Holland). Sedangkan Captain America didukung oleh Winter Soldier (Sebastian Stan), Falcon (Anthony Mackie), Hawkeye (Jeremy Renner), Scarlet Witch (Elizabeth Olsen) dan Ant-Man (Paul Rudd). Nah dipertengahan cerita ada pula¬†superhero¬†yang merubah dukungannya lohūüėČ. Walaupun jumlah¬†superhero¬†yang dihadirkan pada¬†Captain America: Civil War (2016)¬†jauh lebih sedikit dibandingkan dengan versi komiknya, kehadiran mereka semua tentunya menjadi magnet bagi saya untuk tetap menonton film ini.

CivilWar9

CivilWar10

CivilWar16

CivilWar13

CivilWar6

CivilWar24

CivilWar20

CivilWar19

CivilWar15

CivilWar11

CivilWar3

CivilWar14

CivilWar8

CivilWar5

CivilWar2

Saya lihat kehadiran Black Panther, Spider-Man dan Ant-Man cukup menarik perhatian. Black Panther tampil lumayan keren dengan kostum serba hitam dan kelincahan yang mirip Wolverine. Ant-Man kali ini menampilkan kemampuan yang belum pernah ditampilkan pada film Marvel sebelumnya. Spider-Man?? Saya agak kaget melihat Spider-Man yang hak ciptanya sudah dibeli oleh perusahaan lain ternyata dapat hadir pada film Marvel. Sebagai salah satu¬†icon¬†komik Marvel, saya lebih suka dengan Spider-Man dibandingkan Captain AmericaūüėÄ. Kehadiran mereka mampu mengobati kekecewaan saya karena keabsenan Thor dan Hulk pada¬†Captain America: Civil War (2016).

CivilWar17

CivilWar26

CivilWar7

Walaupun ceritanya agak klise dan relatif mudah ditebak alurnya,¬†Captain America: Civil War (2016) terbilang sedikit lebih unggul daripada¬†Batman V Superman: Dawn of Justice (2016) dari segi cerita. Tapi kalau dari segi kostum dan adegan aksi, Batman V Superman: Dawn of Justice (2016) tetap lebih unggul. Dengan demikian, rasanya¬†Captain America: Civil War (2016)¬†layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Di dalam dunia DC Comics, pesaing Marvel Comics, ada¬†pula¬†kisah perseteruan yang melibatkan banyak¬†superhero¬†yaitu Injustice, whaaa kapan yaaa Injustice ada versi filmnyaūüôā.

Sumber: marvel.com/CaptainAmericaPremiere

 

Warcraft: The Beginning (2016)

Warcraft1

Ketika masih SD dulu, saya sering bermain game komputer yang berjudul Warcraft II: Tides of Darkness. Permainan ini cukup menarik pada masanya karena konsep RTS (Real-time Strategy) masih baru pada saat itu. Dengan didukung dengan grafis dan cerita yang menarik, saya pun sering memainkan permainan ini dan sudah beberapa kali menamatkan Warcraft II: Tides of Darkness dan expansion set-nyaūüôā. Setelah berjaya di era 90-an, hadir Warcraft III: Reign of Chaos pada tahun 2002 dengan jalan cerita yang lebih detail dan kompleks. Gameplay-nya mirip seperti Warcraft II: Tides of Darkness, seri ketiga Warcraft ini menghadirkan RTS dengan gtafis yang lebih bagus ditambah lagi mulai diperkenalkannya konsep hero sehingga mulailah muncul nama karakter-karakter seperti Arthas, Thall, Kel’Thuzad, Malfurion dan lain-lain.

Warcraft2

Warcraft3

Bertahun-tahun kemudian, Warcraft: The Beginning (2016), versi film dari permainan komputer masa kecil saya tersebut hadir ke layar lebar. Namun ternyata karakter-karakter Warcraft yang saya kenal sama sekali tidak ada. Loh kok bisa? Warcraft: The Beginning (2016) ternyata dibuat berdasarkan game Warcraft pertama yang hadir pada 1994, Warcraft: Orc & Human. Saya sendiri sempat memainkan permainan ini tapi tidak terlalu lama karena pada saat itu sudah ada Warcraft II: Tides of Darkness yang lebih populer.

Warcraft4

Warcraft5

Di sana dikisahkan bahwa Draenor, dunia bangsa orc, sedang berada diambang kehancuran. Maka dengan dipimpin Gul’dan (Daniel Wu), sepasukan orc pergi ke dunia lain dengan menggunakan gerbang yang dibuka dengan menggunakan Fel. Sebagai sihir hitam yang jahat, membangkitkan Fel membutuhkan pengorbanan berupa nyawa mahluk hidup. Nyawa seolah dijadikan sebagai bahan bakar bagi Fel.

Warcraft16

Warcraft7

Apakah sesatu yang jahat akan dapat melahirkan sesuatu yang baik? Tidak semua orc percaya bahwa menggunakan Fel merupakan solusi bagi masalah yang orc hadapi. Durotan (Toby Kebbell), kepala suku frostwolf, termasuk orc yang kurang yakin bahwa menggunakan Fel untuk mengungsi bukanlah keputusan yang tepat sebab semua bentuk kehidupan yang Fel sentuh akan layu dan mati. Durotan memang ikut menyeberang bersama Gul’dan, namun semakin lama Durotan semakin khawatir akan konsekuensi dari keikutsertaannya pergi ke dunia lain.

Warcraft14

Warcraft22

Dunia lain yang Durotan dan kawan-kawan datangi adalah Azeroth. Di sana terdapat berbagai ras yang sudah lama hidup rukun dan damai. Kerajaan Stormwind yang dihuni oleh ras manusia merupakan kerajaan pertama yang harus berhadapan dengan orc. Penculikan terhadap para penduduk Stormwind yang Gul’dan perintahkan, tentunya membuat hubungan antara orc dan manusia memanas. Apalagi Gul’dan bermaksud untuk membangkitkan Fel dengan mengorbankan penduduk yang diculik tersebut. Diperlukan Fel yang besar untuk membawa seluruh orc dari Draenor ke Azeroth.

Penguasa Stormwind, Raja¬†Llane Wrynn (Dominic Cooper), tidak tinggal diam. Ia mengutus tangan kanannya, Anduin Lothar (Travis Fimmel) untuk menangani masalah ini. Lothar merupakan kesatria terbaik Stormwind dengan jiwa kepemimpinan yang tinggi. Masalah yang kali ini Stormwind hadapi cukup mengkhawatirkan sehingga Lothar didukung pula oleh beberapa individu yang sebenarnya bukan sekutu Stormwind seperti Garona Halforcen (Paula Patton) dan Khadgar (Ben Schnetzer). Garona merupakan kesatria wanita berdarah campuran setengah orc sehingga ia mampu memahami bahasa orc dan bahasa manusia, dimana kesetiaan Garona selalu menjadi tanda tanya bagi Lothar. Khadgar merupakan ahli sihir muda yang mangkir dari pelatihannya di Kirin Tor, padahal ia dianggap sebagai penerus¬†Mediv (Ben Foster). Mediv sendiri merupakan ahli sihir terkuat di Stormwind yang sudah bertahun-tahun menyendiri sampai kedamaian Azeroth terganggu oleh kehadiran Gul’dan dan kawan-kawan. Mediv ikut membantu prajurit-prajurit Stormwind ketika mereka sedang terdesak, namun Lothar tidak percaya juga terhadap Mediv, apa saja yang Mediv lakukan selama bertahun-tahun?

Warcraft6

Warcraft15

Cybernatural

Cybernatural

Warcraft9

Warcraft10

Warcraft23

Cybernatural

Diluar dugaan, Warcraft: The Beginning (2016) ternyata mampu menampilkan jalan cerita yang menarik, variatif dan tidak membosankan. Unsur permainan¬†Warcraft: Orc & Human¬†cukup kental¬†dan terlihat pada film ini, bisa dibilang inilah film berdasar permainan komputer yang berhasir menampilkan sebuah cerita yang baik tanpa menanggalkan unsur permainan yang menjadi dasar pembuatan film tersebut. Sudah jelas Warcraft: The Beginning (2016) bukanlah buatan produser kelas teri seperti Uwe Bollūüėõ, aaahhh para pecinta film dan video games pastilah kenal dengan tokoh¬†yang hobi sekali membuat film dari video game.¬†

Saya tahu bahwa tokoh-tokoh pada permainan Warcraft 3 dan World of Warcraft memang tidak hadir pada Warcraft: The Begining (2016). Yaaaa iyalaaahh, bukankah film ini memang dibuat berdasarkan permainan¬†Warcraft: Orc & Human yang sudah hadir jauh sebelum Warcraft III dan World of Warcraft lahir? Mau merengek 1000 kalipun yaaa mereka tidak akan hadir, silahkan menangis di rumah masing-masing yaaa :’P. Saya rasa permainan lawas yang hadir pada tahun 90-an masih berhak dibuat versi filmnya, apalagi kalau adaptasinya bagus seperti Warcraft: The Beginning (2016).

Selain cerita, film ini didukung pula oleh special effect yang halus dan memikat, kurang lebih mengingatkan saya pada Avatar (2009). Cara ilmu sihir ditampilkan terbilang keren sehingga karakter Khadgar dan Mediv praktis menjadi tokoh favorit saya pada film ini. Hanya saja saya agak bingung dengan warna kulit orc yang tidak stabil, kadang hijau dan kadang agak kecokelatan, bukankah pada versi video game warnanya hijau? Aaahh entahlah, saya masih tetap dapat menikmati film ini tanpa terlalu terganggu dengan warna kulit orc.

Warcraft11

Warcraft12

Warcraft13

Warcraft8

Warcraft17

Cybernatural

Secara keseluruhan, Warcraft: The Beginning (2016) layak dijadikan sebagai tontonan yang bermutu. Film ini layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Sayang bagian akhirnya tidak tuntas, sedikit menggantung, yaah judulnya saja ada kata-kata Beginning, entah kapan ada kelanjutannya. Semoga kelanjutan film ini dibuat berdasarkan permainan Warcraft II: Tides of Darkness, hohohoho.

Sumber: http://www.warcraft-movie.co.uk

X-Men: Apocalypse (2016)

Apocalypse1

Saya termasuk penonton film¬†yang kecewa dengan X-Men: Last Stand (2006), salah satu film superhero terburuk yang pernah saya tonton. Ironisnya, pada film tersebut dikisahkan bahwa mayoritas anggota tetap dan iconic X-Men gugur, jadi yaa tidak akan ada X-Men formasi lengkap pada film-film X-Men berikutnya. X-Men: Last Stand (2006) seolah mematikan franchise X-Men dan mengalihkannya ke franchise Wolverine. Ketika kemudian X-Men kembali hadir melalui film prekuel yaitu X-Men: First Class (2011), saya masih kurang berminat menontonnya, yaaah paling hanya menceritakan awal terbentuknya X-Men, apa spesialnya? Tohh mayoritas dari mereka akan mati dibunuh Phoenix pada X-Men: Last Stand (2006)ūüėõ.

Ternyata X-Men: First Class (2011) adalah awal dari reboot yang dieksekusi dengan lumayan baik pada X-Men: Days of Future Past (2014). Nah X-Men: Apocalypse (2016) adalah kelanjutan dari X-Men: Days of Future Past (2014) dimana Wolverine mengubah masa depan sehingga bisa jadi peristiwa-peristiwa pada X-Men: Last Stand (2006) tidak pernah terjadi, horeeūüôā.

Tapi pada X-Men: Apocalypse (2016), sosok Phoenix yang membantai habis anggota X-Men pada X-Men: Last Stand (2006), akan muncul lhoooo. Akankah tragedi tersebut akan terulang kembali? Tonton saja sendiri filmnyaūüėõ, yang pasti Phoenix bukanlah lawan utama Charles Xavier (James McAvoy) dan kawan-kawan pada film X-Men kali ini.

Siapa lawan X-Men kali ini? Dikisahkan bahwa mutant sudah ada sejak zaman dahulu kala. Beberapa dari mereka hidup sebagai dewa pada zamannya masing-masing termasuk En Sabah Nur atau Apocalypse (Oscar Issac). Konon Apocalypse merupakan mutant pertama yang pernah ada di Bumi. Ia dapat mengambil tubuh mutant lain beserta kekuatan mutant tersebut. Sejak zaman dahulu, Apocalypse sudah banyak mengkoleksi beraneka ragam kekuatan mutant-mutant yang pernah lahir di muka bumi ini. Melalui sebuah serangan mendadak, bangsa Mesir kuno berhasil mengalahkan Apocalypse sehingga Apocalypse terjebak dalam sebuah tidur yang sangat panjang.

Apocalypse6

Apocalypse17

Apocalypse9

Apocalypse kemudian terbangun di tahun 1983 mengikuti jalur waktu setelah Wolverine mengubah masa depan pada X-Men: Days of Future Past (2014). Melihat keadaan dunia di tahun 1983, Apocalypse merasa bahwa umat manusia sudah tersesat dan membutuhkan bimbingan dari dirinya untuk mengatur segalanya, ia ingin berperan sebagai dewa lagi seperti zaman dahulu. Untuk memuluskan keinginannya, Apocalypse merekrut 4 mutant yang sedang bimbang akan keadaan dunia saat itu dimana hubungan antara mutant dan manusia terkadang tidak harmonis. Keempat mutant tersebut adalah Magneto (Michael Fassbender), Psylocke (Olivia Munn), Storm (Alexandra Shipp) dan Angel (Ben Hardy).

Apocalypse13

Apocalypse14

Apocalypse19

Apocalypse5

Apocalypse2

Di pihak yang berseberangan, terdapat Charles Xavier atau Proffesor X, Cyclops (Tye Sheridan), Jean Grey (Sophie Turner), Mystique (Jennifer Lawrence), Beast (Nicholas Hoult), Quicksilver (Evan Peters), Nightcrawler (Kodi Smit-McPhee) dan Havok (Lucas Till). Oooh tunggu dulu, dimanakah Wolverine berada? Akhirnya tokoh yang selalu hadir dominan di semua film-film X-Men hanya muncul sesaat. Baiklah, sah sudah, X-Men: Apocalypse (2016) betul-betul film tentang X-Men, bukan film tentang Wolverine yang menggunakan kata-kata X-Men pada judulnya seperti X-Men: Last Stand (2006) ;P.

Apocalypse8

Apocalypse16

Apocalypse11

Apocalypse10

Apocalypse3

Sayangnya saya tidak melihat sesuatu yang baru selain special effect yang bagus. Pertarungannya memang keren, ditambah hadirnya Phoenix semakin menambah warna pada film ini. Namun, ceritanya masih berkutat pada sekelompok mutant yang membela umat manusia meskipun sebagian umat manusia membenci mereka, ahhhh sebagian umat manusia pada film-film X-Men memang menyebalkan, mungkin Magneto dan kawan-kawanlah yang pantas menang? Hohohohoho.

Apocalypse12

Apocalypse4

Apocalypse18

Apocalypse7

Beruntung Quicksilver kembali hadir pada X-Men: Apocalypse (2016). Ia memang hanyalah seorang mutant yang mampu bergerak secepat kilat tanpa kekuatan lain yang dahsyat, namun kepribadiannya yang santai dan lucu berhasil menghibur saya. Sepertinya seru juga kalau Quicksilver memperoleh jatah film layar lebar sendiri seperti Wolverine dan DeadpoolūüėÄ.

Apocalypse15

Saya rasa X-Men: Apocalypse (2016) masih layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Bolehlaaaah untuk dijadikan tontonan bersama kawan-kawanūüôā.

Sumber: http://www.foxmovies.com/movies/x-men-apocalypse

Kung Fu Panda 3 (2016)

Panda31

Po (Jack Black), the dragon warrior, dan kawan-kawan kembali hadir pada Kung Fu Panda 3 (2016). Kali ini Po kedatangan tamu yang sosoknya menyerupai dirinya, apakah masih ada panda selain Po di luar sana? Ternyata tamu tersebut adalah Li Shan (Bryan Cranston), ayah kandung Po yang mengembara mencari Po. Ternyata Li Shan tinggal di desa panda yang lokasi terpencil sehingga tidak banyak yang tahu lokasi desa misterius tersebut.

Panda311

Panda316

Panda314

Panda315

Panda313

Panda32

Panda321

Panda320

Panda38

Panda310

Panda317

Di desa itu pulalah dahulu Oogway (Randall Duk Kim) dan Kai (J.K. Simmons) belajar chi. Oogway kemudian menjadi ahli kung fu yang termasyur, sejarah mencatat nama harum Oogway yang pada Kung Fu Panda (2008) meramalkan bahwa Po akan menjadi dragon warrior. Bagaimana dengan Kai? Oogway memastikan agar nama Kai tidak tercatat di sejarah manapun, tidak ada kenangan akan Kai yang ada di muka bumi. Kenyataan ini membuat Kai marah ketika ia berhasil kembali dari dunia roh dengan kekuatan chi yang besar sekali. Kai menggunakan chi untuk mengambil kekuatan guru besar Рguru besar kung fu yang Kai temui saat Kai berjalan menuju istana giok, lokasi tempat mayoritas peninggalan Oogway berada. Kai hendak memusnahkan semua hal yang berbau Oogway. Sebagai penerus Oogway, Po tentunya menjadi salah satu target utama Kai. Mau tak mau Po harus berhadapan dengan Kai walaupun Po sama sekali belum menguasai chi. 

Panda312

Panda36

Panda319

Panda318

Po masih hadir sebagai karakter yang ceria, humoris dan hobi makan. Saya melihat beberapa kelucuan hadir di sana dan di siniūüėÄ. Kecerian ala Kung Fu Panda masih muncul pada Kung Fu Panda 3 (2016) meskipun sudah agak hambar dan tidak selucu 2 film pendahulunya. Dukungan animasi yang halus dan bagus tidak dapat menyelamatkan Kung Fu Panda 3 (2016).¬†

Panda35

Dari segi jalan cerita pun sebenarnya Kung Fu Panda 3 (2016) agak mirip dengan Kung Fu Panda (2008) dan Kung Fu Panda 2 (2011), di sana pasti terdapat keadaan dimana Po menghadapi lawan kuat yang sulit dikalahkan dan akhirnya Po harus mempelajari jurus atau kekuatan baru untuk menghadapi lawan tersebut, yaaaah semacam semi zero to hero story. Selain itu penyelesaian pada Kung Fu Panda 3 (2016) rasanya terkesan menggampangkan dan terdapat kurangnya alur alasan yang kuat di mana-mana.

Panda33

Panda34

Panda37

Panda39

Saya rasa film ketiga Kung Fu Panda ini hanya mampu memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Cocok untuk dijadikan hiburan pelepas lelah bersama anak istri, tapi agak rugi kalau menonton film seperti ini sampai ke bioskop.ūüôā

Sumber: www.dreamworks.com/kungfupanda/

Furious 7 (2015)

Furious7 4

Setelah pada Furious 6 (2013)¬†Dominic “Dom” Toretto, Brian O’Conner (Paul Walker), Letty Ortiz (Michelle Rodriguez), Roman Pearce (Tyrese Gibson), Tej Parker (Chris Bridges), Han (Sung Kang) dan ¬†Luke Hobbs (Dwayne Johnson) berhasil menggagalkan rencana Owen Shaw (Luke Evans), Dom dan kawan-kawan¬†hidup damai tanpa menyadari bahaya yang datang. Pada Furious 7 (2015), dikisahkan bahwa ternyata Owen memiliki seorang kakak yang sangat berbahaya,¬†Deckard Shaw (Jason Statham). Deckard adalah sebuah mesin pembunuh yang dulunya berkerja bagi pemerintah, sekarang pemerintah tidak dapat mengendalikan Deckard lagi, tak ada yang mampu mengendalikannya. Melihat adiknya terbaring tak berdaya di rumah sakit, Deckard bertekad untuk membalaskan kekalahan adiknya kepada Dom dan kawan-kawan.

Furious7 12

Operasi balas dendam Deckard diawali dengan membunuh Han, menyerbu kantor Luke Hobbs dan membom rumah keluarga Dom. Dalam upaya pemboman, keponakan Dom sekaligus anak dari Brian nyaris menjadi korban. Decker telah benar-benar membawa hawa peperangan ke dalam kehidupan Dom dan kawan-kawan. Deckard hadir sebagai sosok jagoan yang sulit diduga dan sulit dikalahkan, entah bagaimana cara Dom menyingkirkan mahluk satu itu. Dom dan kawan-kawan tidak bisa berdiam diri menunggu Deckard hadir dan membunuh mereka seperti Deckard membunuh Han. Pihak yang diburu harus mampu membalikkan keadaan menjadi pihak yang memburu.

Furious7 1

Furious7 8

Tiba-tiba¬†hadir¬†seorang misterius yang diperankan oleh Kurt Rusell datang menawarkan solusi bagi Dom. Sebuah perangkat canggih yang bernama God’s Eye telah hilang dan pemerintah membutuhkannya kembali sebelum God’s Eye dipergunakan oleh teroris. God’s Eye dapat menemukan siapapun, di manapun dengan menghimpun semua data yang terkumpul dari perangkat elektronik yang ada di dunia tanpa izin dari si pemilik perangkat-perangkat tersebut.¬†Apabila Dom dan kawan-kawan berhasil menemukan dan merebut kembali God’s Eye, pemerintah akan membantu Dom untuk memburu Deckard dengan menggunakan God’s Eye.

Furious7 7

Furious7 6

Furious7 9

Aaahhh sebenarnya konsep perangkat semacam God’s Eye sudah sering diangkat pada film-film Amerika, tidak ada yang baru¬†di sana. Yang baru adalah adegan aksi yang melibatkan mobil-mobil melompat beterbangan di angkasa, memang terlihat keren tapi agak mustahil sebenarnya hohohoho. Seperti film-film Fast & Furious sebelum Furious 7 (2015), Furious 7 (2015) menampilkan banyak aksi akrobatik yang melibatkan mobil. Tapi menurut saya, lama kelamaan film-film Fast & Furious bergeser dari film tentang balapan jalanan menjadi film tentang sekelompok mantan kriminal yang bersatu menjalankan sebuah misi bersama dengan menggunakan kemampuan mereka mengendalikan mobil. 2 Fast 2 Furious (2003), film kedua Fast & Furious, tetap menjadi film Fast & Furious favorit saya karena di sana masih ada kisah balapan jalanan yang detail beserta mobil-mobil yang nampak keren di eranyaūüôā.

Fast And Furious 6

Furious7 2

Furious7 5

Furious7 10

Furious7 3

Beruntung adegan aksi pada Furious 7 (2015) masih dibumbui oleh kekonyolan Roman Pierce yang kadang mampu membuat saya tertawa. Selain itu terdapat jalan cerita yang tidak terlalu mudah ditebak sehingga Furious 7 (2015) tidak terlalu menjemukan.

Rasaya, film terakhir Paul Walker ini layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Pada bagian akhir film ini terdapat persembahan khusus bagi Paul Walker yang tewas pada kecelakaan mobil sebelum Furious 7 (2015) dirilis ke pasaran. Saudara laki-laki Paul dan dengan dibantu oleh¬†special effect diipergunakan untuk menyelesaikan Furious 7 (2015). Bagian akhir tersebut cukup menyedihkan mengingat Paul Walker selalu hadir pada film-film Fast & Furious sejak film pertama sampai ketujuh.¬†Well sepertinya Paul akan absen pada Furious 8 yang mungkin akan hadir pada April tahun depan.

Furious7 13

Sumber: www.furious7.com