Subway, Sandwitch Suka-Suka

Dahulu kala, Subway pernah masuk ke Indonesia dan akhirnya entah mengapa mereka harus tutup dan keluar dari Indonesia. Pada saat itu saya masih kecil dan tidak mengenal apa itu Subway. Mungkin orang Indonesia kala itu masih asing dengan hidangan sandwich. Ahhh apa itu makan roti doang hehehehe. Sepertinya nasi dan ayam sangat dominan mengalahkan segalanya. Waktu itu, waralaba restoran burger asing saja akan laku kalau memiliki menu ayam goreng.

Saya hanya dapat menyantap Subway ketika sedang bekerja di Malaysia karena halal. Sementara itu ketika saya sedang di Australia dulu, yaaah saya hanya dapat menonton iklannya di TV. Dulu sih ada menu pork-nya, jadi takut itu non halal. Kejadian mengejutkan ketika saya sedang mengikuti vaksin covid di Cilandak TownSquare. Saya melihat antrian Subway yang mengular. Wah Subway kembali ke Indonesia dan membuka cabang pertamanya di Cilandak TownSquare. Sekarang, masyarakat Indonesia sudah lebih mengenal dan menerima makanan-makanan asing seperti Burger dan kawan-kawan. Jadi wajar kalau restoran sandwich seperti Subway berani untuk datang kembali.

Kali ini Subway dengan agresif langsung membuka cabang di wilayah Jabodetabek Bandung dan Surabaya. Perlu diketahui, Subway adalah fast food dengan cabang terbanyak di dunia mengalahkan McDonalds dan KFC. Sekarang saja saya sudah dengan mudahnya menemukan Subway tak jauh dari rumah saya. Antara lain, Subway sudah dapat ditemui di OakWood Mega Kuningan, FX Sudirman, Plaza Senayan, Jl. Kemang Raya, Jl. Melawai Raya Blok M, Menara Cakrawala, Pondok Indah Mall 3, Jl. Paus Rawamangun, Cilandak Townsquare, Jl. Raya Kalimalang, Ruko Green Lake, Jl. Raya Jatiwaringin, Mall Kelapa Gading 2, Lippo Mall Puri, Jl. Margonda Raya, Jl. Mandara Permai PIK, Bintaro Emerald, Jl. Pamulang Permai Raya, Ciffest Citra 6, Ruko Graha Bulevar Summarecon Bekasi, Ruko Oregon Kota Wisata, Jl. BSD Grand Boulevard, T3 Ultimate Domestic Departure Soeta, BEZ Walk, Citywalk Elvee Karawaci, Cibinong City Centre, Citywalk Lippo Cikarang. 23 Paskal, Jl. Dipati Ukur, Jl. Buah Batu, Jl. Raya Gubeng, MERR Surabaya, dan Pakuwon Mall Surabaya. Waah banyak yaa.

Pada dasarnya Subway menyajikan aneka sandwich. Singkat kata pengunjung dapat memilih jenis roti beserta ukurannya. Aneka isian pun tersedia di sana. Semua dapat dipilih sesuai selera untuk melengkapi jenis sanswich yang hendak disantap. Bagi yang ingin praktis, Subway sudah memiliki template jenis sandwich. Beberapa diantaranya ada adalah tuna mayo, roast beef dan steak & cheese.

Tuna mayo memiliki rasa daging ikan yang gurih manis. Tidak ada aroma amis sama sakali di sana. Sebenarnya sih raaanya agak mirip dengan Tuna Melt di Pizza Hut. Bagi teman-teman yang suka dengan Tuna Melt, pasti yaaa otomatis suka dengan tuna mayo. Lumayanlaaaa.

Steak & Cheese memiliki potongan daging sapi dan keju yang besar-besar. Jadi memang rasa daging dan keju sangat dominan di sini.

Roast beef memiliki keistimewaan dari daging yang dipergunakan. Ketika saya gigit, terdapat sedikit aroma yang harum. Sayang aroma tersebut agak kurang agresif.

Saya pribadi jarang ke Subway dan belum menemukan menu favorit di sana. Banyaknya pilihan untuk membuat sandwitch sendiri memang menyenangkan. Tapi kalau pilihannya terlalu banyak, terkadang ada pembeli yang pusing. Template sandwitch yang ada sangat membantu. Meskipun semua bahannya jelas terasa merupakan bahan yang berkualitas. Sayang semuanya terasa agak flat. Mungkin masih mengikuti lidah orang luar negeri. Perlu beberapa kali eksperimen untuk memperoleh kombinasi yang cocok sesuai selera. Jadi sementara ini Subway dapat memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Pisang Goreng Madu Bu Nanik, Si Hitam Manis

Gorengan sudah menjadi makanan yang mudah ditemui, pedagangnya ada di mana-mana. Pisang goreng adalah salah satu gorengan yang paling populer. Di Jakarta Barat terdapat pedagang pisang goreng yang cukup terkenal. Sudah buka sejak tahun 2007, Pisang Goreng Bu Nanik hanya memiliki 1 toko offline yaitu di Jl. Tanjung Duren Raya No. 67, Grogol, Jakarta Barat. Lokasi lainnya hanya melayani pemesanan melalui aplikasi ojek online.

Walaupun sudah bisa dipesan lewat online, tetap saja semua lokasinya relatif jauh dari rumah saya hehehe. Yaaah saya pun mampir ketika sedang lewat daerah Grogol dan kondisinya tidak macet parah. Kemarin akhirnya saya sempat mampir ke tokonya yang baru selesai direnovasi. Di sana terdapat aneka makanan lain selain pisang goreng madu. Tapi juaranya yaaa tetaplah pisang goreng madu.

Bentuk pisang goreng madu tidak lonjong, melainkan agak bulat. Potongan pisang dilapisi oleh campuran tepung dan madu yang awet renyahnya. Ketika digigit terdapat sedikit kerenyahan disertai rasa manis yang unik. Manisnya legit tapi tidak berlebihan. Lumayan juga nih kalau pagi-pagi digunakan untuk menemani secangkir kopi hangat :).

Saya rasa, Pisang Goreng Madu Bu Nanik layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Mungkin lain kali saya akan mencicipi gorengan atau cemilan lain yang ada di sana ;).

Serial The Midnight Club

Film seri The Midnight Club mengisahkan kehidupan dari penghuni sebuah Hospice. Pada dasarnya, para pasien hospice merupakan penderita penyakit ganas dengan peluang kesembuhan yang sangat kecil. Mereka menghadapi kondisi dimana para profesional hanya dapat memberikan perawatan paliatif saja dengan probalitas peluang hidup berada di bawah 6 bulan. Hospice diharapkan untuk dapat meningkatkan kualitas hidup mereka sebelum ajal menjemput. Bukan untuk menyembuhkan.

Hospice memiliki berbagai kegiatan dan Midnight Club sebenarnya bukan salah satunya. Begitupula dengan Brightcliffe Hospice. Di atas kertas, tidak ada Midnight Club di sana. Memasuki pergantian hari pada pukul 24:00, Para pasien Brightcliffe Hospice yang semuanya masih remaja, menyelinap keluar kamar. Mereka berkumpul di sebuah tempat rahasia. Di tengah gelapnya malam, mereka bertukar kisah-kisah horor dan misteri. Masing-masing kisah biasanya berhubungan dengan masa lalu dan kegelisahan dari dari karakter yang bercerita. Melalui kisah-kisah inilah penonton diajak untuk semakin mengenal para karakter The Midnight Club.

Sayangnya, beberapa kisah-kisah tersebut agak kurang menarik. Beberapa diantaranya justru keluar jalur menjadi kisah fiksi ilmiah dan drama, bukan horor atau misteri. Biasanya, setiap episode dari The Midnight Club memiliki 1 atau 2 kisah pendek karangan pasien Brightcliffe Hospice. Durasinya tidak terlalu panjang kok. Kalau panjang, yaaa saya pasti akan tertidur hehehe.

Yang menjadi magnet dari The Midnight Club adalah misteri yang menyelimuti Brightcliffe Hospice. Bangunan Hospice ini adalah bangunan tua dengan sejuta cerita. Tempat ini pernah menjadi lokasi kematian masal sebuah sekte misterius. Sesuatu yang spesial membuat beberapa pihak menggunakan lokasi ini untuk ritual dan hal-hal supranatural lainnya. Beberapa pasien pun sempat dihantui oleh beberapa sosok misterus ketika berada di dalam Hospice ini. Kematian dan misteri di sekeliling Brightcliffe Hospice, sangat menarik untuk ditonton.

Tak lupa serial ini ternyata memiliki muatan drama yang cukup kental. Akan ada air mata bagi karakter-karakter yang ada di sana. Mereka semua adalah remaja-remaja yang sekarat. Bersama menanti ajal di dalam sebuah Hospice. Pada beberapa episode, unsur dramanya justru sangat kental. Jadi The Midnight Club bukan horor dan misteri saja.

Saya belun pernah membaca versi novelnya. Tapi saya yakin ceritanya akan berbeda. Dengan format serial, The Midnight Club memiliki banyak ruang untuk mengekplorasi berbagai permsalahan yang muncul. Serial ini layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Sumber: http://www.intrepidpictures.com

Bullet Train (2022)

Bullet Train (2022) mengisahkan berbagai konflik yang terjadi ketika beberapa pembunuh bayaran berada di dalam satu kereta yang sama. Pada awalnya masing-masing pihak datang tanpa mengetahui kehadiran pembunuh lainnya. Mereka hadir dengan agendanya masing-masing. Semua bertabrakan ketika semua bertemu di dalam sebuah Shinkansen, kereta super cepat di Jepang. Kereta tersebut terbilang canggih, luas dan nyaman. Tapi yang namanya kereta yaaa tetap agak sempit yaa. Apa bisa mereka semua saling hantam dengan leluasa?

Yang menarik di sini, para pembunuh tersebut memiliki metode yang berbeda-beda. Tidak semua melakukan aksinya hanya dengan mengandalkan fisik saja. Beberapa diantaranya menggunakan taktik licik yang tidak terduga. Motif dan misi dari berbagai karakter yang ada pun menyenangkan untuk ditonton. Tidak saya sangka, ternyata kereta mampu menjadi arena yang menarik bagi para pembunuh ini.

Tidak hanya berisikan adegan bunuh membunuh, ancam mengancam, Bullet Train (2022) memiliki banyak komedi yang terbilang lucu. Well, tidak sampai membuat tertawa terbahak-bahak sih. Inikan bukan full film komedi. Hanya saja bagi beberapa orang, komedinya agak meleset karena mayoritas leluconnya berhubungan dengan serial animasi Thomas & Friends. Saya pribadi tidak terlalu suka dengan serial tersebut. Namun ada masanya dimana saya menemani anak-anak menonton Thomas & Friends. Otomatis saya menjadi familiar dengan tokoh dan cerita Thomas & Friends. Lelucon pada Bullet Train (2022) pun jadi mudah dimengerti. Sayangnya memang tidak semua orang mengetahui atau pernah menonton Thomas & Friends. Meskipun serial anak-anak ini sudah mulai tayang sejak 1984 dan masih terus menghadirkan episode baru pada 2021 lalu. Wah lama juga yaaaa.

Satu lagi yang menarik dari Bullet Train (2021) adalah visual yang cantik dan nyaman di mata. Film ini penuh dengan warna-warna lembut yang memanjakan mata. Shinkansen atau keret peluru memang terbilang kereta tercepat di dunia. Kereta inipun memang cukup mewah kalau dibandingkan dengan kereta eksekutifnya Indonesia hehehe.

Beberapa adegan tak masuk akalnya pun seakan terlupakan. Semua akibat berbagai kelebihan yang Bullet Train (2021) miliki. Saya pribadi ikhlas untuk memberikan Bullet Train (2021) nilai 4 dari skala maksimum yang artinya “Bagus”.

Sumber: http://www.sonypictures.com

Injustice (2021)

Ada masanya dimana DCEU (DC Extended Universe) digadang-gadang akan menyaingi MCU (Marvel Cinematic Universe). Pata superhero DC Comics akan hadir pada berbagai filn yg berbeda namun saling berkesinambungan. Melihat dari beberapa pengantar yang diselipkan pada film-film tersebut, besar kemungkinan awal dari DCEU akan menggunakan material dari seri komik Injustice: God Among Us. Saya sendiri sering bermain versi video game dari Injustice. Saya pun antusias melihat perkembangan DCEU.

Sayangnya visi DCEU (DC Extended Universe) dari Zack Snyder sudah runtuh dengan pendapatan dan penilaian yang di bawah ekspektasi terhadap film-film DCEU. Otomatis sepertinya kita tidak akan menyaksikan alur cerita Injustice pada DCEU. Yah paling tidak pada 2021 lalu, DC Comics merilis versi animasi dari Injustice.

Injustice (2021) mengambil latar belakang pada salah satu dunia alternatif atau paralel yang di sebut Bumi 22. Di sini, Superman (Justin Hartley) kehilangan anak dan istrinya dengan cara yang tragis. Mereka menjadi salah satu korban Joker (Kevin Pollak). Selama ini Joker memang menjadi musuh utama Batman (Anson Mount) bukan karena kekuatannya. Namun karena taktiknya dalam melakukan kejahatan. Dengan melakukan hal kejam seperti ini, Joker berhasil mengubah Superman. Pada Bumi 22, Superman versi ini, memiliki cara tersendiri untuk berduka.

Superman ingin mewujudkan Bumi yang bebas dari kejahatan. Ia mulai bertindak lebih keras terhadap berbagai bentuk kejahatan. Perlahan Superman menolak untuk memberikan kesempatan kedua bagi pelaku kejahatan. Ia bahkan ikut campur dalam urusan politik berbagai negara. Batman sangat tidak suka dengan perilaku Superman. Batman dan Superman sangat bersahabat, namun kali ini mereka terpaksa berseteru. Para superhero pun terbelah dua, apakah ikut Batman atau ikut Superman. Perseteruan ini menyebabkan tewasnya beberapa karakter DC Comics ternama.

Film tak ragu untuk mematikan banyak tokoh superhero dan supervilain. Kita akan dengan mudahnya melihat berbagai tokoh DC Comics berguguran di sini. Sesuatu yang jarang terjadi. Sebab banyak dari mereka memiliki film solo atau komik solo sendiri. Yah jagoan dan penjahat utama kok tewas? Justru inilah yang menjadi kelebihan Injustice (2021). Kita tidak akan mengetahui siapa saja yang selamat.

Sayangnya, durasi film yang singkat, gagal memberikan latar belakang yang jelas bagi berbagai karakter yang hadir. Kenapa mereka memilih sisi Batman atau Superman. Semua mengandalkan pengetahuan penonton atas karakter-karakter tersebut. Saya pun tudak terlalu peduli atau terharu ketika melihat beberapa karakter gugur. Saya pribadi lebih suka cerita pada versi video game.

Kalau di komik dan video game, perseteruan ini memakan waktu sekitar 6 tahun. Batman pun sampai memiliki aliansi yang disebut Insurgent. Yaaah agak susah memang merangkum semuanya dalam 1 film animasi. Mungkin akan lebih baik kalau dibuat dalam bentuk mini seri.

Dengan demikian, Injustice (2021) masih layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Film ini banyak adegan sadisnya yaa, jadi jangan ajak anak-anak untuk menonton Injustice (2021).

Sumber: http://www.dc.com

Serial Big Mouth

Sejak melihat trailernya, saya sudah tertarik untuk menonton serial Big Mouth. Serial asal Korea Selatan yang menggunakan judul빅마우스 di negara asalnya. 빅마우스 sendiri sebenarnya berarti Big Mouse, bukan Big Mouth. Judul Big Mouse sebenarnya lebih cocok ya dijadikan sebagai judul. Film ini memang banyak mengisahkan misteri yang mengelilingi Big Mouse. Ia adalah karakter misterius yang sangat berkuasa di dunia kriminal. Dengan jaringan yang luas di mana-mana, siapapun bisa jadi merupakan mata-mata Big Mouse. Apakah Big Mouse jahat? Kalau menurut saya Big Mouse itu seperti antihero. Tokoh kriminal yang berseteru dengan tokoh-tokoh lain yang lebih jahat dan kejam darinya. Terdapat pejabat dan pengusaha yang diam-diam lebih jahat dari Big Mouse.

Di tengah-tengah perselisihan antara Big Mouse dengan berbagai pihak, muncul Park Chang-ho (Lee Jong-suk). Ia adalah pengacara sederhana yang banyak hutangnya dan jarang memenangkan kasus hukum. Hal ini diperburuk ketika Chang-ho tiba-tiba harus mendekam di penjara akibat kecelakaan mobil yang penuh rekayasa. Seketika itupulalah Chang-ho harus menjalani hidup yang berbeda. Di penjara, terjadi banyak hal yang menunjukkan bahwa Chang-ho merupakan Big Mouse. Masalahnya apakah ia benar-benar Big Mouse atau bukan?

Di sini terdapat banyak sekali misteri yang menyenangkan untuk disaksikan. Mulai dari kenapa Chang-ho dijebak, siapa Big Mouse, sampai rahasia besar sekelompok penguasa yang sudah ditutupi lebih dari puluhan tahun. Berbagai karakter dan berbagai pihak bisa saling membantu dan berhianat dalam hitungan detik. Adu strategi dan keberuntungan terlihat jelas di sana. Saya pun agak ragu menebak siapa yang paling jahat dari yang jahat.

Mayortitas ceritanya dilihat dari sudut pandang Chang-ho. Pembawaan karakter Chang-ho yang mendadak menjadi Big Mouse pun sangat menarik untuk disaksikan. Ia nampak berhasil menyelesaikan berbagai masalah yang datang dengan sangat cerdas. Bagian menyebalkan dimana karakter utama tersiksa, tidak terlalu banyak.

Di luar penjara, ada istri Chang-ho yang sangat setia, yaitu Ko Mi-ho (Im Yoon-ah). Romansa Mi-ho dan Chang-ho menjadi bagian yang mengharukan untuk ditonton. Mi-ho tidak hanya diam menunggu, ia pun melakukan penyelidikan mandiri bersama rekan-rekan Park lainnya.

Misteri ada, romansa ada, naaah komedi juga ada loh. Porsi komedi pada Big Mouth terbilang cukuplah porsinya. Masih ok sebagai selingan. Jadi serial ini tidak terus menerus membahas hal-hal yang serius.

Serial Big Mouth terbilang komplet. Ada tawa, haru dan ketegangan di sana. Unsur misteri dan tokoh utamanya berhasil membuat serial ini semakin greget. Saya rasa Big Mouth sudah sepantasnya untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Serial ini mengambil latar belakang sebuah negara yang dipenuhi oleh korupsi dan pelanggaran hukum. Sesuatu yang agak fiksi yaaa. Karena selama saya di Korea dulu, yaah Korea itu sangat tertib dan taat hukum. Jadi, setelah menonton Big Mouth, jangan beranggapan bahwa di Korea Selatan seperti itu keadaannya :’D.

Sumber: astory.co.kr

Mencicipi Sop Djanda & Sate Maranggi Ma’Idah

Dulu saya memiliki restoran seafood langganan yang bernama Bagan Seafood. Entah mengapa restoran tersebut tutup dan menjadi Restoran Sop Djanda (Djakarta Soenda). Dari spanduknya sih sering berubah antara Sop Djanda atau Sop Ma’Idah Djakarta Soenda atau Sop Djakarta Soenda atau Sate Maranggi Spesial atau Khas Betawi. Mungkin strategi restoran ini memang memcantumkan menu-menu andalannya sebesar mungkin pada bagian depan restoran. Nama restoranya tak penting hehehehe. Mungkin nama restorannya sendiri adalah Rumah Makan Ma’Idah yah, ah saya tidak tahu pastinya. Yang jelas sudah bertahun-tahun lamanya restoran ini buka, tapi saya belum mampir-mampir. Sepupu saya yang rumahnya jauh saja sudah beberapa kali mampir hehehe. Pada dasarnya saya memang bukan penggemar sop atau soto, jadi saya kurang tertarik dengan tulisan Sop Djanda sebesar itu. Tapi lama kelamaan kok tempat ini terlihat banyak pengunjungnya yaaa. Daaan akhirnya saya pun mampir ke sana.

Ternyata bagian dalamnya nyaman dan tidak terasa sempit. Tempatnya bersih dan tertata rapi. Bagian luar yang mungil bukan berarti dalamnya juga mungil loh. Menunya pun sebenarnya cukup sederhana. Hanya ada sop dan aneka sate. Sopnya adalah sop janda, sedangkan sate andalannya adalah sate maranggi.

Sop janda atau sop Djakarta Soenda hadir dengan potongan daging yang besar dan lumayan empuk. Di sana terdapat pula potongan daun bawang dan cabai hijau. Kita dapat memesan sop janda tidak pedas, pedas atau ekstra pedas. Saya pribadi cukup puas di level pedas saja. Pedasnya terasa pas tanpa menutupi rasa lainnya. Karena sop janda bukan hanya pedas saja. Terasa bumbu rampah yang khas pula di sana. Hidangan paling pas disantap ketika udara sedang dingin-dinginnya :).

Sate maranggi hadir dengan bumbu khas yang melekat dan meresap ke dalam daging sapinya. Rasanya manis dan memiliki rasa maranggi yang khas, lumayan oke deh pokoknya. Tak lupa terdapat irisan tomat yang terasa asam dan pedas yang mampu memperkaya rasa sate marangginya. Hanya saja perut saya sudah tidak kuat menyantap irisan tomat tersebut terlalu banyak. Asam lambung saya kumat setelah menyantapnya.

Semua hidangan di atas akan terasa lebih nikmat lagi ketika disantap bersama nasi putuh hangat dan bawang goreng yang renyah. Tanpa disadari nasi dan bawang goreng ini mampu memperkaya rasa juga. Jadi kalau teman-teman memesan lewat ojek online, jangan lupa menyiapkan bawang gorengnya supaya seperti makan di restorannya ;).

Belakangan saya baru mengetahui bahwa Rumah Makan Ma’Idah ini sudah ada lebih dari satu loh. Cabang-cabangnya kurang lebih ada di:

  • Jl. Inspeksi Kalimalang No.10, Duren Sawit, Jakarta Timur.
  • Jl. KH. Noer Ali No. 14, Bekasi.
  • Jl. Cut Mutia No. 3, Bekasi.
  • Jl. Alternatif Cibubur No. 100, Bogor.
  • Jl. Hasyim Ashari No. 23, Tangerang.
  • Jl. Raya Rawa Buntu No. 21, Tangerang.

Secara keseluruhan, restoran ini layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Loaksi yang ok membuatnya nyaman untuk dijadikan tempat kumpul-kumpul dengan teman dan keluarga ;).

Thor: Love and Thunder (2022)

Thor: Love and Thunder (2022) adalah film solo ketiga dari Thor Odison (Chris Hemsworth), sang dewa petir. Tentunya film ini adalah bagian dari MCU (Marvel Cinematic Universe) sehingga ada sedikit kesinambungan dengan film-film MCU sebelumnya. Sebagai pengantar, Thor telah menjadi superhero yang memenangkan berbagai perang besar. Beberapa diantaranya membuat Thor harus kehilangan Mjolnir, palu kesayangan Thor. Setelah Mjolnir hancur, Thor memperoleh senjata baru yang disebut Stormbreaker. Sekilas memang mirip dengan Mjolnir, namun bedanya, Stormbreaker mampu memanggil bifrost. Bifrost merupakan kekuatan untuk berkelana ke berbagai tempat dan dimensi dalam waktu singkat. Bagaimana nasib pecahan Mjolnir? Menjadi salah satu objek wisata di Bumi.

Tanpa Thor sadari, sebuah permintaan tulus darinya telah membuahkan jembatan hubungan antara Mjolnir dengan Jane Foster (Natalie Portman). Ketika Jane datang untuk melihat pecahan Mjolnir, seketika itu pula Mjolnir menyatu dan mengubah Jane menjadi Thor. Seketika Jane dapat memiliki kostum dan semua kekuatan Thor. Hanya saja, dibalik semua itu, Jane sebenarnya sekarat.

Dimana Thor? Setelah memenangkan peperangan besar melawan Hela dan Thanos, ia berkelana bersama The Guardians of the Galaxy. Namun beberapa peristiwa genting membuat Thor untuk kembali ke Bumi dan pada akhirnya bertemu dengan Jane.

Mereka harus berhadapan dengan Gorr (Christian Bale), sang penjagal dewa. Satu per satu dewa-dewi yang ada di semesta, berhasil Gorr bunuh. Berawal dari sebuah kekecewaan dan kebencian terhadap dewa, Gorr berhasil mengangkat necrosword. Dengan senjata tersebut, Gorr memiliki kekuatan besar yang mempu membunuh para dewa.

Awalnya saya pikir, Thor: Love and Thunder (2022) merupakan peralihan karakter Thor menjadi Jane. Saat ini MCU sedang melakukan penyegaran dengan mengganti dan menambah deretan superhero-nya. Hampir semua superhero MCU lawas sudah memiliki film “peralihan”. Saya pikir, inilah saatnya Thor memiliki pengganti. Aahhh ternyata dugaan saya kurang tepat.

Agak ambigu apakah Jane menjadi karakter pangganti Thor pada film-film MCU berikutnya. Pada film ini, Jane memang memiliki porsi yang cukup besar. Namun ternyata terdapat karakter lain yang muncul dan mendampingi Thor pada bagian akhirnya. Kata-kata Love pada judul Thor: Love and Thunder (2022) ternyata memiliki arti tersendiri. Wah keren juga, ini adalah hal yang tidak saya duga.

Selain itu, adegan pertarungannya terbilang seru. Memainkan kombinasi dengan warna hitam putih membuat Thor: Love and Thunder (2022) terlihat semakin menarik. Warna-warni nuansa 80-an pun terlihat sangat dominan di mana-mana. Mirip seperti Thor: Ragnarok (2017), film ketiga Thor ini menggunakan atribut dan lagu yang berhubungan dengan budaya 80-an. Semua terlihat bagus, jadi saya pribadi tidak ada masalah dengan ini.

Gorr berhasil tampil sebagai tokoh antagonis yang ganas. Temanya agak horor tapi agak tanggung. Karakter yang satu ini memiliki potensi untuk tampil lebih ganas lagi. Namun yaaah mungkin pihak produser melarang ini. Kalau terlalu menyeramkan, nanti Thor: Love and Thunder (2022) gagal masuk ketegori film PG13. Kalau sampai masuk ke kategori R atau NC-17, otomatis jumlah penontonnya lebih dibatasi lagi. Sayang sekali kalau kualitas sebuah film dibatasi oleh faktor komersil seperti ini.

Selain unsur horor, kali ini unsur komedinya banyak sekali. Semuanya bertebaran dimana-mana. Komedinya bukan komedi yang membuat penonton terawa terpingkal-pingkal ya, cukup senyum-senyum saja. Sayangnya otomatis Thor: Love and Thunder (2022) terlihat menjadi film yang tidak terlalu serius.

Dengan demikian, Thor: Love and Thunder (2022) masih layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Kabarnya Thor masih akan memiliki lagi setelah Thor: Love and Thunder (2022). Jadi dari beberapa deretan superhero lawas MCU, sementara ini hanya Thor masih akan terus hadir, entah sampai kapan. Semoga film keempatnya bisa lebih bagus lagi.

Ehem ehemmm …. Sedikit tambahan, Marvel dan Disney seperti biasa tak henti-hentinya berusaha untuk memasukkan unsur LGBT ke dalam film-filmnya. Tak terkecuali untuk Thor: Love and Thunder (2022). Film ini mengisahkan percintaan Thor dan Jane. Kemudian ada pula hubungan antara Thor dengan Mjolnir dan Stormbreaker yang sudah seperti mahluk hidup saja, bagian ini tergolong lucu yaaa. Di antara hubungan-hubungan tersebut, disisipikan hubungan LGBT yang dibawakan oleh 2 karakter lain. 2 karakter yang rasa sih kalaupun tidak ada, tidak akan terlalu berpengaruh terhadap jalan cerita utama. Saya jadi merasa, fungsi keberadaan mereka yah hanya sebagai bahan untuk menyisipkan pesan LGBT. Kali ini pesannya cukup terlihat jelas, bukan hanya sekilas hehehe. Yah walaupun film ini termasuk PG13 yang artinya anak umur 13 tahun ke atas boleh menonton. Saya pribadi tidak menyarankan untuk membawa anak-anak untuk menonton film ini. Biarlah orang yang sudah cukup umur dan matang untuk dapat mengambil sikap mengenai pesan LGBT yang muncul. Jangan anak-anak di bawah umur yang masih polos. Sekian terimakasih, hohohoho.

Sumber: http://www.marvel.com

Serial Extraordinary Attorney Woo

Saya bukan fans beratnya serial Korea. Namun kali ini saya tergoda untuk mengikuti serial Extraordinary Attorney Woo setelah melihat . Serial asal Korea Selatan ini mengisahkan lika liku kehidupan pengacara autis pertama Korea, Woo Young-Woo (Park Eun-Bin). Woo merupakan seorang pengacara dengan daya ingat yang sangat kuat. Kejeniusannya berhasil menempatkan Woo sebagai lulusan terbaik Fakultas Hukum dari Universitas terbaik di Korea. Bagaimana Woo bisa menjadi pengacara? Profesi pengacara menuntut seseorang untuk dapat berinteraksi dengan banyak orang. Hal ini terkadang menjadi kendala bagi penyandang autis seperti Woo. Tidak hanya dalam pekerjaan, namun dalam hal-hal lain di luar itu.

Beruntung Woo memiliki hati yang baik. Ia pun dikelilingi oleh beberapa orang-orang baik. Semua dapat Woo jalani meskipun dengan banyak kerikil di tengah jalan. Perilaku Woo yang berbeda menjadi daya tarik serial ini. Dari sini penonton pun diajak untuk lebih mengetahui apa itu autis. Kebetulan istri saya terkadang menangani masalah ini dan menurutnya Extraordinary Attorney Woo cukup akurat dalam beberapa hal.

Sebagian besar setiap episodenya tidak bersabung. Jadi biasanya setiap episode memiliki kasus dan masalah yang berbeda. Tidak yang terus bersambung. Namun semua episodenya memiliki sebuah benang merah kesinambungan yang berhasil membuat saya penasaran. Setiap masalah terlihat terpisah namun pada akhirnya semuanya memiliki sebuah hubungan. Terdapat berbagai rahasia yang perlahan terungkap. Dibalik semua yang nampak sederhana terdapat intrik-intrik yang menarik untuk ditonton.

Di sana penonton diajak melihat kelucuan, kesedihan dan kegembiraan. Serial ini bukan hanya bercerita mengenai kemenangan Woo dalam membela. Woo pun terlihat beberapa kali kalah di persidangan. Melakukan hal yang benar menjadi hal yang paling utama. Ini bukan serial Law & Order dimana sudah jelas hitam putih mana yang jahat.

Saya suka dengan cerita pada serial ini. Semuanya komplit ada di sana. Extraordinary Attorney Woo sudah selayaknya memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”

Sumber: astory.co.kr

Top Gun: Maverick (2022)

Top Gun (1986) adalah film yang memperkenalkan nama Tom Cruise kepada saya. Itulah film Cruise pertama yang saya tonton di RCTI ketika masih kecil dulu. Yaaah, tahum 1986 saya masih berbentuk apaaaa, sopasti saya belum bisa ke bioskop hehehehe. Top Gun (1986) cukup berkesan karena film tersebut adalah film pertempuran pesawat tempur terbaik yang pernah saya tonton. Gelar itupun masih melekat sampai sekarang. Otomatis Top Gun: Maverick (2022) menjadi salah satu film yang ingin saya tonton. Wah dari 1986 sampai 2022 itu 36 tahun loh, cukup lama juga yaa.

Top Gun sendiri merupakan sekolah pilot khusus bagi para pilot terbaik di Amerika Serikat. Jadi, yang sekolah di sana sudah pasti menjadi pilot yang terbaik dari yang terbaik. Pada Top Gun (1986), Pete “Maverick” Mitchell (Tom Cruise), Tom “Iceman” Kazansky (Val Kilmer), dan Nick “Goose” Bradshaw (Anthony Edwards) sama-sama belajar di Top Gun. Iceman dan Maverick bersaing ketat untuk menjadi lulusan terbaik Top Gun. Dalam prosesnya, Goose gugur ketika sedang menjadi pendamping Maverick dalam sebuah kompetisi melawan Iceman. Hasil investigasi menunjukkan hal ini adalah sebuah kecelakaan, bukan human error. Maverick terguncang dan masih memendam kesedihan dan rasa bersalah bahkan sampai bertahun-tahun kemudian.

Pada Top Gun: Maverick (2022), dikisahkan bahwa Maverick sudah menjadi legenda. Ia berhasil menjadi lulusan Top Gun yang paling berprestasi. Ketika Amerika harus melakukan misi yang hampir mustahil, Maverick pun dipanggil untuk kembali ke Top Gun. Bukan untuk menjadi pilot, melainkan untuk melatih. Pilot-pilot muda terbaik yang sudah lulus dari Top Gun dipanggil kembali untuk dilatih oleh Maverick. Pilot-pilot muda inilah yang harus melaksanakan misi berbahaya tersebut. Diantara pilot-pilot muda tersebut hadir Bradley “Rooster” Bradshaw (Miles Teller), anak dari mendiang Goose.

Tentunya di sana akan terlihat konflik yang menarik antara Rooster dengan Maverick. Tak lupa terdapat pula konflik klasik ala Top Gun antara Rooster dengan Jake “Hangman” Seresin (Glen Powell). Sayang konflik cinta-cintaan Maverick dengan sang mantan agak basi :’D. Tak bisa dipungkiri lagi bahwa konflik-konflik di atas menyatakan bahwa Top Gun: Maverick (2022) bukan hanya film perang saja. Ada cerita dibalik segala pertempuran pesawat tempur di angkasa.

Bagian terbaik dari film ini tetaplah pada bagian perangnya. Yaaah namanya juga film perang hehehehe. Pertempuran pesawat tempur pada Top Gun: Maverick (2022) terbilang seru dan bagus sekali. Bagian inilah yang paling saya suka dari Top Gun: Maverick (2022). Bagi saya pribadi, saat ini, film inilah film dengan adegan peperangan pesawat tempur terbaik, menggeser Top Gun (1986).

Dengan adegan peperangan yang keren, ditambah cerita yang lumayan ok. Tentunya Top Gun Maverick (2022) sudah sepantasnya untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Semoga saya tidak perlu menunggu 36 tahun untuk menonton film ketiga Tom Gun hehee.

Sumber: http://www.topgunmovie.com