The Voices (2014)

Voices1

Kali ini saya akan membahas mengenai film bergenre komedi gelap atau dark comedy, The Voices (2014). Film ini tentunya tidak ada hubungannya dengan kontes musik The Voices yang ditayangkan AXN😛. Sesuai genre-nya, jangan harap akan akhir yang bahagia, hampir bisa dipastikan bahwa akhir The Voices (2014) akan blur. Selain itu akan terdapat kegilaan di mana-mana.

Sesuai dengan judulnya, The Voices (2014) mengisahkan suara-suara yang muncul di dalam kehidupan Jerry Hickfang (Ryan Reynolds), seorang pekerja pabrik alat mandi. Sebagian besar suara-suara tersebut keluar dari mulut Mr.Whiskers & Bosco. Mr.Whiskers adalah kucing peliharaan Jerry yang sering mengeluarkan ide-ide jahat dan komentar-komentar sarkasme. Sedangkan Bisco adalah anjing peliharaan Jerry yang sering mengeluarkan ide-ide baik dam pendapat-pendapat dari sisi orang baik-baik. Bagaikan setan & malaikat, kedua suara tersebut berdebat di dalam kepala Jerry.

Voices2

Voices6

Voices9

Voices7

Karena sebuah peristiwa di masa lampau, Jerry memang sempat dirawat di RSJ. Saat ini pun, ia harus rutin menemui psikiater, Dr. Warren (Jacki Weafer). Sayang Jerry mengabaikan perintah Dr. Warren untuk meminum obat sehingga halusinasi dan suara-suara yang muncul di kepala Jerry semakin parah. Pada akhirnya Jerry harus berhadapan dengan beberapa peristiwa buruk yang berkaitan dengan 3 rekan kerjanya di kantor yaitu Fiona (Gemma Arterton), Lisa (Anna Kendrick) dan Alison (Ella Smith).

Voices4

Voices3

Voices8

Voices5

Voices10

Mirip dengan Birdman (2014), tokoh utama pada The Voices (2014) juga mendengar bisikan, hanya saja responnya berbeda. Saya lebih bisa menikmati The Voices (2014) ketimbang Birdman (2014). Kadar drama The Voices (2014) tidak sekental Birdman (2014). Sesuai dengan genrenya yaitu komedi gelap, saya masih dapat tertawa ketika melihat The Voices (2014), terutama ketika saya melihat melihat tingkah Mr. Whiskers, si kucing dari neraka x__x.

Meskipun terjadi banyak pembunuhan dan hal-hal yang agak gila, namun The Voices (2014) tidak menampilkan kesadisan seperti film horor Saw (2004), masih aman untuk saya tonton sambil makan nasi uduk, no problem. Saya rasa The Voices (2014) masih layak untuk mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

 Sumber: www.arrowfilms.co.uk/the-voices/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s