Serial Halfworlds

Halfworlds1

Serial Halfworlds merupakan buah dari kolaborasi antara HBO dengan beberapa insan perfilman lokal Indonesia. Film seri bersambung yang diputar di stasiun TV berbayar HBO ini disutradarai oleh Joko Anwar dan mayoritas dibintangi oleh artis-artis Indonesia. Topik yang Halfworlds pilih adalah dunia supranatural Indonesia yang sudah dimodernkan sehingga kita tidak akan melihat kuntilanak yang menggunakan daster putih beterbangan atau tuyul botak yang diperankan anak-anak. Semua mahluk supranatural pada Halfworlds berwujud seperti manusia biasa.
Dikisahkan bahwa di dunia ini, termasuk Jakarta, terdapat mahluk-mahluk yang sudah hidup ribuan tahun. Keberadaan mereka tersebunyi dibalik kelamnya kehidupan manusia. Demit, itulah nama mahluk-makluk tersebut. Terdapat beberapa jenis demit seperti palasik, kuntilanak, banaspati, genderwo dan lain-lain. Terus terang saya agak kurang faham apa itu banaspati dan apa itu palasik, kurang familiar dan tidak ada penjelasan mengenai jenis-jenis demit beserta keistimewaannya masing-masing. Karena sama-sama berwujud seperti manusia dan senjata yang mereka pergunakan sekilas tidaklah terlalu berbeda, sehingga menyaksikan perkelahian antar demit seperti menyaksikan perkelahian antar manusia sakti. Saya akui adegan perkelahian pada Halfworlds terbilang bagus dan keren meskipun ada beberapa adegan yang menyerupai adegan perkelahian pada The Matrix Revolutions (2003).

Halfworlds4

Kenapa para demit berkelahi? Pada musim perdananya, para demit berkelahi karena memperebutkan “the gift”. Apa itu? Asalmulanya dari mana? Katanya sih hadiah dari dewa bagi dua dunia yaitu dunia demit dan dunia manusia, sebuah deskripsi yang kurang detail. Sampai episode terakhir di musim pertama pun saya masih agak blur akan apa itu “the gift”. Terlalu banyak pertanyaan di sana dan di sini. Film seri Halfworlds menggunakan teknik bercerita maju mundur dengan tambahan penjelasan grafik kartun pada setiap awal episodenya. Grafik kartun tersebut dimaksudkan untuk memberikan keterangan akan kisah Halfwords, tapi kok ya rasanya kurang. Saya dan teman saya pun akhirnya memiliki interpretasi yang berbeda akan penggalan kisah pada grafik kartu tersebut. Saya pernah melihat film seri bersambung buatan luar negeri yang menggunakan teknik bercerita yang mirip seperti ini tapi semua nampak jelas, kalaupun ada misteri, masih dalam dosis yang wajar. Yang namanya misteri memang merupakan hal yang dapat dipergunakan agar pemirsa penasaran, tapi kalau misterinya overdosis seperti ini yaaa yang ada justru kebingungan di sana dan di sini. Selain itu terdapat beberapa beberapa kelemahan dalam plot ceritanya sehingga agak terkesan “ngegampangin”.

Walaupun memiliki beberapa kelemahan seperti saya sebutkan di atas, Halfworlds saya nilai berhasil menampilkan sinematografi yang kualitasnya jauh di atas rata-rata sinetron Indonesia yang agak norak dan dangkal. Menonton Halfworlds tak ubahnya seperti menonton film seri buatan luar negeri lhooo🙂. Memang sih efek negatifnya, Halfworlds pun menampilkan adegan-adegan dan plot yang agak kebule-bulean yang memberikan contoh buruk bagi anak-anak meskipun kadarnya tidak terlalu kental.

Saya bangga juga karena ternyata Indonesia sebenarnya mampu membuat film seri yang agak berkualitas meskipun terdapat kekurangan di mana-mana dan masalah keoriginalan. Selain adegan perkelahian yang menyerupai The Matrix Revolutions (2003), saya dengar soundtrack bagian akhir Halfworlds sangat mirip dengan soundrack Zero Crow (2007).

Halfworlds7

Halfworlds2

Halfworlds10

Halfworlds8

Halfworlds3

Halfworlds9

Halfworlds5

Halfworlds6

Melihat semua episode musim pertama Halfworlds, saya ragu apakah serial Halfworlds akan ada musim keduanya atau tidak. Serial ini pun rasanya hanya dapat memperoleh nilai 2 dari skala maksimum 5 yang artinya “Kurang Bagus”. Bagaimanapun juga, nilai ini terbilang tinggi lho untuk film seri yang banyak melibatkan bakat-bakat Indonesia sebab mayoritas sinetron-sinetron yang saat ini diputar di TV nasional mungkin hanya akan mendapat nilai 0 atau 1 dari saya hehehehe.

Sumber: hboasia.com/HBO/en-id/shows/halfworlds

2 thoughts on “Serial Halfworlds

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s