Serial Moon Knight

Pada awal tahun ini, Marvel memperkenalkan satu karakter superhero lagi melalui serial Moon Knight. Dewa-dewi Mesir kuno menjadi bagian yang tak terpisahkan dari serial ini. Moon Knight sendiri pada dasarnya adalah avatar dari Khonsu, salah satu dewa Mesir kuno. Khonsu memiliki ambisi untuk menumpas segala kejahatan yang ada. Ia hanya dapat melakukan aksinya melalui seorang avatar. Pada serial ini, dewa-dewi Mesir kuno memiliki avatar. Melalui avatar inilah mereka dapat mengamati, terkadang bahkan dapat ikut campur dalam urusan duniawi. Melalui avatar ini pulalah, para dewa-dewi dapat saling baku hantam ketika terdapat perseteruan diantara mereka.

Yang paling menarik dari serial ini adalah tokoh utamanya mengalami Dissociative Identity Disorder (DID). Ini adalah penyakit mental yang menyebabkan seseorang memiliki kepribadian lebih dari 1. Dalam hal ini, kita memiliki Marc Spector (Óscar Isaac Hernández Estrada) sebagai avatar Khonsu. Pada dasarnya, tubuhnyalah yang menjadi avatar khonsu. Maka, tubuh tersebut dapat memperoleh seperangkat kostum lengkap dengan berbagai kekuatan super dari Khonsu.

Marc bukanlah satu-satunya kepribadian yang ada di dalam tubuh tersebut. Terdapat pula kepribadian-kepribadian lain di sana. Setiap kepribadian memiliki kelebihan dan kekurangan yang mampu saling melengkapi. Kepribadian Marc-lah yang ketika menggunakan kekuatan Khonsu, ia akan berubah menjadi Moon Knight. Sementara itu kepribadian lainnya seperti Steven Grant akan berubah menjadi Mr. Knight. Belum lagi kepribadian lainnya yang akan muncul seiring dengan berjalannya waktu. Sebab di versi komiknya, karakter ini memiliki banyak sekali kepribadian.

Saya sangat terhibur ketika melihat Marc berkomunikasi dengan Khonsu dan kepribadian lainnya. Memang sih seperti melihat orang kurang waras berbicara sendiri. Namun serial ini berhasil membuatnya menjadi sesuatu yang menarik.

Pengambilalihan tubuh oleh kepribadian yang berbeda pun sangat seru untuk diikuti. Adegan aksi nampak keren dengan kostum-kostum superhero yang bukan kaleng-kaleng. Ada tuuuh serial superhero ternama yang tokoh-tokohnya menggunakan kostum dengan topeng-topengan yang …. kurang ok untuk serial keluaran 2021.

Saya rasa Moon Knight sudah pantas untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Setahu saya, Moon Knight merupakan bagian dari MCU (Marvel Cinematic Universe) fase 4. Mungkin di masa depan, karakter ini akan bertemu dengan superhero-superhero Marvel lainnya.

Sumber: http://www.marvel.com

Hangat Gurihnya Bakso Urat Lor Patung Kuda Manahan

Dari beberapa warung bakso yang terlihat cukup ramai di Solo, akhirnya saya mampir di pusat Bakso Urat Lor Patung Kuda Manahan. Lokasinya di Jl. Doktor Setiabudi No. 91, Gilingan, Banjarsari, Surakarta (samping runah sakit). Warung bakso yang satu ini ternyata sudah memiliki beberapa cabang lain seperti:

  • Jl. Banyuanyar Selatan, Banyuanyar, Banjarsari, Surakarta.
  • Jl. Letjen Suprapto No. 109, Banyuanyar, Banjarsari, Surakarta.
  • Jl. Duwet Raya, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo.
  • Jl. Kapten Mulyadi, Badran Asri, Cangakan, Karanganyar.
  • Jl. Veteran No. 18, Kroyo, Karangmalang, Sragen.

Warungnya cukup luas dan bersih. Ruangannya terbuka dan terdiri dari beberapa kursi dan bangku.

Dari beberapa menu yang ada, saya baru sempat mencicipi bakso komplit saja. Satu porsi bakso komplit terdiri dari mie, bakso halus, bakso urat, dan pangsit goreng. Bakso halusnya benar-benar halus dan lembut. Bakso uratnya lembut tanpa menghilangkan rasa uratnya. Pangsit gorengnya renyah dan bisa dipesan terpisah loooh. Nah, yang paling mantab adalah kuahnya. Kuah yang hangat dan gurih terasa lezat di lidah. Namun bagi yang kirang suka dengan aroma kuah daging sapi, sebaiknya menghindari menu ini. Wanginya memang sekental rasanya.

Dengan demikian, Bakso Urat Lor Patung Kuda Manahan sudah sepantasnya memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Kalau sedang batuk hujan, paling enak mampir ke sana, yummm.

Menyantap Donat Segar dari Amalia Cake & Bakery

Setiap datang ke Solo, ada sebuah toko roti yabg wajib saya kunjungi. Namanya adalah Amalia Cake & Bakery yang terletak di Jl. Yudistira No. 19, Serengan, Surakarta. Tokonya sih terlihat kecil dari luar. Tapi di dalamnya terdapat salah satu donat terlezat yang pernah saya santap.

O Donuts adalah produk unggulannya. Donat-donat segar langsung diberikan topping sesuai pesanan ketika baru dipesan. Jadi kita dapat melihat langsung prosesnya. Donatnya sendiri sangat lembut dan lezat di mulut. Toppingnya tidak terlalu manis dan pas sekali komposisinya.

Sederhana dan kecil bukan berarti tidak istimewa. Toko kue ini layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Jarang-jarang nih menulis tentang toko roti.

The Batman (2022)

Batman merupakan tokoh superhero yang sangat populer sejak saya kecil. Tak terhitung sudah ada berapa aktor yang memerankan Batman pada film layar lebarnya. Christian Bale adalah salah satu yang terbaik melalui trilogi Batman-nya Christopher Nolan. Kemudian Ben Afflect mengambil alih peran Batman pada proyek DCEU (DC Extended Universe) yang sudah jelas kalah telak melawan MCU (Marvel Cinamatic Universe).

Sepertinya film layar lebar para superhero adan supervillain DC relatif lebih sukses pada film solonya. Apakah The Batman (2022) akan sesukses trilogi Batman-nya Nolan? Kali ini Batman atau Bruce Wayne diperankan oleh Robert Pattinson. Kebetulan film yang mempopulerkan nama Pattinson adalah kelima film Twilight. Oooucch, itu adalah 5 film populer yang kurang saya sukai. Hhhmmmm, inilah yang pada awalnya membuat saya agak ragu dengan The Batman (2022) :(.

Latar belakang The Batman (2022) adalah sekitar 2 tahun setelah Bruce Wayne pertama kali menjadi Batman. Kota Gotham masih dikuasai oleh para penjahat. Seorang Batman terasa kurang banyak untuk membasmi semua ini.

Biasanya, seorang superhero sebesar Batman harus berhadapan dengan penjahat super dengan rencana maha dahsyat. Pada DCEU bahkan sebuah rencana yang dapat menghacurkan dunia. The Batman (2022) lebih memilih kembali ke dasar. Batman yang masih hijau, berhadapan dengan lawan-lawan yang masih baru juga. Tidak ada senjata super canggih di sana. Tidak ada pula kekuatan super yang maha dahsyat di sana. Kostumnya pun relatif sederhana tapi tidak murahan.

Diantara berbagai penjahat kecil yang Batman hadapi, terdapat seorang penjahat yang berani membunuh para pejabat kota. Satu per satu pejabat Gotham dibantai dengan berbagai cara yang unik. Pelaku selalu meninggalkan teka-teki yang harus Batman pecahkan. Semakin lama, Batman semakin dihadapkan kepada berbagai rahasia kotor yang dimiliki berbagai orang berpengaruh di Gotham, … termasuk rahasia keluarga Wayne sendiri.

Alur penyelidikan pada The Batman (2022) terbilang sangat menyenangkan untuk diikuti. Di sini Batman kembali kepada jati dirinya seperti pada awal mula tokoh ini hadir di DC Comics, Batman sebagai detektif. Pada awalnya kisah-kisah pada komik Batman memang memiliki unsur-unsur penyelidikan ala detektif. Hal ini yang terkadang seolah terlupakan dari film-filmnya Batman terdahulu, kecuali trilogi Batman-nya Nolan tentunya.

Kehadiran Pattinson sebagai Batman pun sangat bagus sekali. Bagaimana Batman muncul dan berkelahi, semuanya terlihat keren dan seru. Batman di sini terlihat sangat manusiawi, Pattinson berhasil menunjukkan bahwa Batman juga manusia. Batman bisa merasakan sakit, marah dan ketakutan.

Sedikit kekuarangan dari The Batman (2022) adalah akhirnya ada agak antiklimaks. Namun kalau digali lebih dalam lagi, bagian akhir The Batman (2022) memiliki makna yang dalam. Semua saling berkaitan dan mampu menjadi pembelajaran bagi Batman yang masih hijau.

Saya rasa The Batman (2022) sukses besar menyaingi trilogi Batman-nya Nolan. The Batman (2022) sopasti pantas untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Dengan kualitas sebagus ini, kemungkinan besar film ini akan menelurkan beberapa sekuel lagi. Oh ya, film ini bukan film anak-anak. Adegan sadisnya sih tidak terlalu parah. Hanya saja ceritanya memang lebih pantas ditonton oleh orang dewasa.

Sumber: http://www.thebatman.com

Ghostbusters: Afterlife (2021)

Ghostbusters mengisahkan sekelompok ilmuwan yang menggunakan sains untuk menangkap hantu. Saya pernah membaca komik Ghosbusters dan film layar lebarnya. Pada 2016, franchise ini mengalami reboot melalui Ghostbusters: Answer the Call (2016). Tokoh imuwan yang pada awalnya laki-laki semua, berubah menjadi wanita. Saya sebenarnya suka dengan reboot ini. Namun sepertinya film Ghostbusters selanjutnya bukan lagi mengenai mereka. Sebagai film terbaru Ghostbusters, Ghostbusters: Afterlife (2021) sangat berkaitan dengan kisah awal franchise ini, keempat ilmuwan pria pendiri Ghostbusters.

Pada tahun 80-an, keempat ilmuwan pria beberapa kali menyelamatkan dunia dari ancaman hantu-hantu. Puncaknya adalah ketika New York mengahadapi serangan besar dari Vigo dan Gozer The Gozerian Sang Dewa Kehancuran Sumeria. Dengan menggunakan nama Ghostbusters, para ilmuwan tersebut berhasil menangkap para hantu. Mereka melakukan tugasnya dengan sangat baik sampai-sampai, keluhan akan gangguan hantu semakin menurun. Terus menurun sampai akhirnya Ghostbusters pun hanyalah sebuah sejarah.

Bertahun-tahun kemudian, sebuah keluarga datang ke kota kecil di Oklahoma. Mereka menerima warisan berupa sebuah tanah yang luas beserta sebuah gudang dan sebuah rumah tua. Keluarga tersebut terdiri dari si ibu yaitu Callie (Carrie Coon), dan kedua anaknya yaitu Trevor (Finn Wolfhard) dan Phoebe (Mackenna Grace). Ketiganya mengalami berbagai kejadian aneh ketika tinggal di kota tersebut. Perlahan, mereka baru menyadari bahwa aset yang mereka dapatkan bukanlah tanah biasa atau rumah tua biasa. Di sana terdapat berbagai perlengkapan Ghostbusters lengkap dengan mobilnya.

Entah apa yang terjadi di sana. Namun kota kecil tersebut ternyata tidak aman. Bencana yang puluhan tahun lalu terjadi di New York, bisa saja terjadi di Oklahoma. Phoebe yang sangat cerdas berhasil menemukan cara untuk mengoperasikan senjata dan perangkap Ghostbusters. Pada awalnya saya pikir karakter Trevor akan dominan pada film ini. Ternyata saya salah besar. Karakter Phoebe berhasil tampil menonjol. Kerja yang sangat bagus dari Mackenna Grace sebagai pemeran Phoebe.

Phoebe, Trevor dan ditambah oleh teman sekolah mereka, jadilah semacam Ghostbusters baru. Pemburu hantu baru yang masih belia dan harus banyak belajar. Saya tidak menyangka bahwa Ghostbusters yang diisi oleh sekelompok remaja, bisa menghasilkan sebuah cerita yang menarik. Unsur misteri dan penyelidikan dari film ini berhasil menjadi sesuatu hal menyenangkan untuk diikuti. Tak lupa terdapat pula beberapa humor ringan yang dapat menyegarkan suasana :).

Bagian akhirnya pun terbilang mengharukan bagi para pecinta Ghostbusters original. Ghostbusters: Afterlife (2021) memang banyak mengandung nostalgia dan bagian akhir film ini adalah puncaknya.

Saya sendiri terlalu kecil untuk mengikuti kisah Ghostbusters ketika komik dan filmnya baru hadir. Tanpa aroma nostalgia pun, saya tetap menyukai Ghostbusters: Afterlife (2021). Film ini layak untuk memperoleh bilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

Sumber: http://www.ghostbusters.com

The Bad Guys (2022)

The Bad Guys (2022) merupakan film animasi terbaru dari DreamWorks. Sesuai judulnya, film ini mengisahkan sekelompok penjahat profesional yang bernama The Bad Guys. Masing-masing anggota memiliki kelebihan dan peranan tertentu dalam melancarkan aksinya.

Semua terasa mudah sampai The Bad Guys berusaha mencuri piala Golden Dolphin Awards. Beberapa penjahat ternama sudah merasakan pahitnya kegagalan ketika berusaha mencuri piala ini. Satu diantaranya bahkan sampai menghilang dan tidak pernah terlihat lagi.

Rintangan The Bad Boys kali ini bukan hanya jeruji besi. Melainkan perubahan hati para anggotanya. Kawanan penjahat ini berpura-pura menjadi penjahat yang insyaf demi mencuri piala Golden Dolphin Awards. Lama kelamaan tanpa mereka sadari, berbuat baik itu ternyata menyenangkan.

Perubahan sosok jahat menjadi sosok baik memang sudah banyak sekali diangkat oleh film-film lain. Tidak dipungkiri lagi bahwa pesan moral The Bad Guys (2022) memang berhubungan dengan itu. Seorang penjahat kelas dapat berubah menjadi menjadi seseorang yang baik dan berhenti melakukan kejahatan.

Hanya saja, The Bad Guys (2022) menyampaikan pesan moral tersebut dengan cara yang menarik dan menyenangkan. Jalan ceritanya penuh lika-liku, namun tidak membingungkan. Akhir ceritanya yah memang jelas bisa ditebak. Tapi pertengahan ceritanya benar-benar penuh kejutan.

Ditambah dengan gaya animasi yang halus dan unik, The Bad Guys (2022) semakin nyaman untuk ditonton. Grafik 2D dengan gaya tulisan tangan di mana-mana memang menjadi trend baru bagi berbagai film animasi berbudget besar.

Saya suka dengan visual, pesan moral dan kisah dari The Bad Guys (2022). Film ini sudah sepantasnya memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Kisah yang diadaptasi dari buka anak-anak karangan Aaron Blabey ini, kemungkinan akan menelurkan sekuel. Kita tunggu sajaaa ;).

Sumber: http://www.thebadguysmovie.ca

Turning Red (2022)

Pada awal tahun 2022, Walt Disney kembali menelurkan sebuah film animasi. Apakah akan ada putri baru kali ini? Jawabnya antara ya dan tidak. Turning Red (2022) mengambil latar belakang kota Toronto di Kanada pada tahun 2002. Bukan di zaman kerajaan yaaa.

Tokoh utamanya adalah Meilin “Mei” Lee (Rosalie Chiang), seorang remaja keturunan Tionghoa yang tinggal di Kanada. Mei memiliki banyak sahabat. Ia memiliki kepribadian yang supel dan mudah berteman. Yang Mei tidak sadari adalah ternyata ia adalah keturunan dari seorang bangsawan Tiongkok.

Hal ini memberikan Mei sebuah kekuatan sekaligus kutukan. Tergantung bagaimana kita memandangnya. Pada kondisi tertentu semua wanita yang berada di satu garis keturunan dengan Mei, dapat berubah menjadi seekor panda merah raksasa.

Perubahan wujud inilah yang menjadi topik utama Turning Red (2022). Mei harus belajar untuk beradaptasi dengan kondisinya. Tidak hanya Mei, ternyata ibu Mei pun ternyata masih menghadapi masalah kurang lebih sama. Dalam perjalanannya permasalahn terkait hubungan ibu dan anak pun ikut terpecahkan.

Terdapat bagian mengharukan pada bagian akhir film. Sayang alur ceritanya agak membosankan dan klise. Kelebihan dari Turning Red (2022) adalah pada karakter Mei yang energik. Tanpanya, film ini akan sangat hambar. Secara keseluruhan, Turning Red (2022) sudah sepantasnya memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Sumber: movies.disney.com