Makan Mie Tek-Tek ala Temon

Ketika masih kecil dulu, sering ada ada gerobak tukang mie jawa lewat depan rumah. Biasanya kami menyebutnya mie tok-tok dan mie tek-tek, sesuai dengan bunyi yang mereka keluarkan ketika lewat. Sudah lama sekali tukang mie tok-tok dan mie tek-tek punah dari lingkungan rumah saya. Baru kali inilah ada restoran mie jawa yang buka di dekat rumah. Namanya Bakmie Jawa Temon Gunung Kidul. Lokasinya berada di Jalan Taman Malaka Selatan Blok B14 No. 4, Duren Sawit, Jakarta Timur. Lokasinya asri, luas dan nyaman, sangat cocok untuk berkumpul bersama keluarga dan teman.

Namun, bagaimana makanannya? Di sana terdapat mie jawa rebus dan mie jawa goreng. Keduanya merupakan hidangan yang paling banyak dipesan. Keduanya sama-sama menggunakan suwiran daging ayam dan bebek yang cukup banyak. Jadi dagingnya benar-benar terasa dan memberikan rasa yang unik. Mienya pun terasa kenyal-kenyak gurih. Ini sih kelasnya di atas mie tek-tek atau mie tok-tok yang dulu lewat hehehe. Sedikit perbedaannya adalah mie jawa rebus terasa hangat dan relatif lebih gurih. Sedangkan mie jawa gorengnya memiliki tingkat kemanisan yang pas. Wah ini adalah restoran mie jawa paling enak di dekat rumah saya.

Tempat yang bagus dan rasa masakan yang lezat tentunya menjadika Temon sebagai alternatif kalau sedang ingin jajan di luar. Saya ikhlas memberikan Temon nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”.

Makan Mie Bandung Kejaksaan 1964 Tanpa Harus ke Bandung

Setiap mentar anak saya les balet, saya melewati gerai Mie Bandung Kejaksaan 1964 yang baru saja buka. Saya fahammya ini adalah cabang salah satu mie legendarisnya Bandung. Hanya saja saya tidak pernah menyantap mie-mie rica di Jalan Kejaksaan Bandung karena mayoritas non halal. Akhirnya saya bertanya dahulu ke karyawannya apakah Mie Bandung Kejaksaan 1964 halal? Jawabannya sih halal. Kalau dilihat dari menu juga tidak ada menu babi cincang. Oh baiklah, lanjuuuuut :).

Konon Mie Bandung Kejaksaan 1964 memang berdiri di Bandung sejak 1965. Kemudian mereka hijrah ke Banten. Lama kelamaan Mie Bandung Kejaksaan 1964 sudah memiliki cabang yang tersebar di wilayah Jabodetabek dan Surabaya. Cabang-cabangnya antara lain terletak di Lotte Mall CBD Bintaro Tangerang, Ruko Pintu Timur Fresh Market Emerald Bintaro Tangerang, Pasar Modern Bintaro Tangerang, Ruko Cordoba Tangerang, Ruko Pasar 8 Alam Sutera Tangerang, Graha Bintaro Tangerang, Ruko Pasar Modern City Tangerang, Ruko Magiore Square Tangerang, Terrace 9 Tangerang, Brasco Factory Outlet Pajajaran Bogor, Ruko Sentra Eropa Kota Wisata Bogor, Ruko Cibinong City Bogor, Jalan Margonda Depok, Kavling DDN Depok, Jalan Karang Tengah JakSel, Pondok Indah Mall 3 JakSel, Jalan Simatupang JakSel, Jalan Raya Pasar Minggu JakSel, Jalan Tebet Raya JakSel, Jalan Cempala Putih Raya JakPus, Jalan Tanjung Duren JakBar, Citra 6 JakBar, Ruko Muara Karang JakUt, Jalan Waru JakTim, Jalan Jatiwaringin Raya JakTim, Taman Galaxy Bekasi, Harapan Indah Bekasi, Jalan Ahmad Yani Surabaya dan Rest Area Km 726B Mojokerto. Waaah banyak juga.

Sejauh saya memandang, Cabang-cabangnya nampak bersih dan bagus. Biasanya sih banyak ojek online sedang menanti di sana. Ada apa sih di Mie Bandung Kejaksaan 1964?

Pada dasarnya di sana terdapat aneka menu mie, bihun dan kwetiau. Kalau saya sendiri paling suka dengan mie yamin manis rica. Mienya tipis, kenyal dan sedikit manis. Rica-ricanya memiliki rasa manis dan pedas yang khas. Kalau digabungkan, akan terasa sebuah hidangan dengan rasa manis pedas yang khas dengan tekstur yang sangat pas dengan rasa tersebut. Apalagi kalau ditambahkan bakso atau pangsit goreng, yuuummmm.

Cabang yang tak jauh dari rumah, tempat yang bersih dan hidangan yang cocok di lidah menjadi keunggulan Mie Bandung Kejaksaan 1964 bagi saya. Restoran ini sudah selayaknya memperoleh nilai 4 dari skala makaimum 5 yang artinya “Enak”.

Hisana, Disuka di Indonesia

Ketika masih menjadi anak kos, saya biasa membeli ayam goreng tepung pinggir jalan. Biasanya sih kalau masuk ke akhir pekan. Lumayan, hiburan murah meriah hehehe. Dulu gerai-gerai ayam tepung ini berdiri sendiri-sendiri. Lama kelamaan ayam-ayam goreng tepung tersebut memiliki beberapa brand.

Hisana adalah salah satunya. Berdiri sejak 2005 di Bekasi, Hisana terus berkembang di mana-mana. Cabangnya yang saat ini sudah ratusan tersebar tidak hanya di wilayah Jabodetabek, namun sudah tersebar di seluruh Indonesia kecuali Papua. Sampai-sampai di dekat rumah saya saja ada lebih dari 1 gerai Hisana. Gerainya mungil, sederhana dan bersih. Mereka hanya melayani bawa pulang saja. Karena ada di mana-mana, saya biasa datang langsung. Tapi tak jarang saya bertemu ojeg online di sana.

Awalnya saya pikir Hisana hanya ada ayam goreng tepung, nasi dan kentang saja. Yaaah paling juga ada burget-burgeran juga. Tak saya duga, Hisana ternyata bukan memiliki ayam goreng saja. Di sana terdapat pula scallop, kentang crispy, jamur crispy, dan roti goreng. Palin tidak, menu-menu itulah yang pernah saya cicipi. Masih banyak menu Hisana lain yang belum sempat saya cicipi.

Ayam goreng tepungnya terasa renyah gurih dan paling cocok kalau disantap dengan nasi dan sambal. Saya sendiri kurang suka kalau menyantap ayamnya dengan kentangg goreng. Lumayaaanlaaa.

Scallop sekilas terasa seperti otak-otak goreng tepung. Padahal menu yang satu ini sebenarnya terbuat dari kerang kampang yang tinggi protein.

Ayam Goreng, Nasi & Scallop

Kentang crispy terdiri dari french fries yang dilapisi oleh tepung goreng. Rasanya gurih dan renyah dengan tekstur kentang yang khas. Cocok untuk disantap dengan saus sambal.

Ayam Goreng & Kentang Crispy

Jamur crispy merupakan jamur dengan lapisan tepung renyah di permukaamnya. Rasanya mirip dengan kentang crispy. Hanya saja tekstur dan rasa jamur membuat jamur crispy tidak segurih kentang crispy. Saya sendiri lebih suka jamur crispy, rasa dan teksturnya lebih seimbang.

Roti goreng merupakan roti dengan ayam berbumbu di bagian dalamnya. Isian ayam berbumbu inilah yang terada manis gurih nan lezat. Aneh memang, tapi justru inilah manu favorit saya di Hisana.

Jamur Crispy & Roti Goreng

Secara keseluruhan, Hisana merupakan salah satu gerai ayam goreng terpung yang terbaik di kelasnya. Berbagai menu lainnya bisa juga digunakan sebagai cemilan atau pengganjal perut yang ekonomis. Saya raya Hisana layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Accha, Indian Soul Food

Pertama kali saya menyantap makanan India adalah puluhan tahun yang lalu di Singapura. Saya kesulitan memotong roti cane menggunakan sendik dan garpy. Hehehehe. Maaf, namanya juga pertama kali. Roti cane biasanya dimakan dengan menggunakan tangan sih.

Kali ini saya menemukan restoran India bernama Accha yang memiliki banyak cloud kitchen. Artinya restoran ini memiliki banyak cabang tapi mayoritas bentuknya hanya dapur. Pemesanan dapat dilakukan dengan praktis melalui layanan ojeg online. Hanya saja, Accha masih terbatas di kota Jakarta-Bekasi-Tangerang, yaitu di daerah Tebet, Bendungan Hilir, Tomang, Pluit, Kelapa Gading, Mangga Besar, Cilandak, Kebon Jeruk, Cibubur, Jaka Setia, Pondok Aren, Margonda, BSD, Gading Serpong, Cicendo, dan Pelaspas.

Dari berbagai hidangan khas India yang ada di sana, saya baru mencicipi nasi biryani kambing, chicken kofta bites dan chicken tikka masala dengan naan. Ok sebagai besar namanya agak asing di telinga. Mari kita bahas satu per satu.

Nasi biryani kambing hadir dengan menggunakan beras basmati dan potongan daging kambing yang besar-besar dan super lembut. Aroma dan rasa khas biryaninya sangat agresif dan berani. Sayang lama kelamaan, rasanya jadi sedikit terlalu asin. Tapi potongan kambing yang relatif jumbo, membuat rasa kambingnya lebih mantab. Terlebih lagi, daging kambingnya tidak pringus.

Chicken tikka masala hadir dalam bentuk potongan ayam bakar yang dicelupkan di dalam semangkuk saus kari. Sausnya mirip bumbu dengan nasi biryani, rasanya gurih penuh rempah-rempah yang sangat berani. Potongan ayamnya pun besar-besar dan empuk, jadi rasa ayamnya benar-benar terasa. Tak lupa saya menggunakan butter naan sebagai pelengkap. Sekilas Naan sendiri agak mirip dengan roti canai. Keduanya sama-sama terbuat dari tepung gandum, namun ada sedikit perbedaan dalam proses pembuatannya. Roti canai akan lebih berminyak, sementara itu roti naan akan memiliki sedikit rasa yogurth. Naan pun nemiliki berbaga rasa. Tapi kali inu saya memilih menyantap naan original tanpa rasa-rasaan, yaitu butter naan. Mencolek naan ke dalam chicken tikka masala memberikan rasa yang unik dan beda. Yah, rasa dan aroma rempah khas India benar-benar terasa pada hidangan Accha ini.

Chicken kofta bites memiliki bentuk seperti bakso daging atau perkedel daging. Bentuknya memang bulat-bulat. Bulatan tersebut terbuat dari daging ayam dan berbagai bumbu rempah. Rasanya gurih dan lebih halus dibandingkan menu-menu sebelumnya. Bagi yang senang dengan rasa yang lebih berani, tersedia saus kari ala Accha untuk menemani kofta.

Menu-menu Accha memang unik dan kaya akan rasa. Hanya saja, dari beberapa hidangan yang saya cicipi, rasanya jadi agak mirip, hanya tekstur dan bentuknya saja yang berbeda. Rasa gurih memang dominan dan saya senang dengan makanan gurih, tapi terkadang gurihnya sedikit overpower. Saya rasa Accha layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Nasi Kulit Malam Minggu, Nasi yang Menghadirkan Malam Minggu di Setiap Saat

Nasi kulit sempat populer beberapa tahun yang lalu. Walau sekarang sudah tidak terlalu hits lagi, beberapa pedagang nasi kulit masih ada. Paling tidak ini menunjukkan bahwa nasi kulit bukan hanya trend sekali coba saja.

Dari beberapa merk nasi kulit yang ada, saya sempat mencicipi Nasi Kulit Malam Minggu. Kebetulan lokasi cabang-cabangnya tidak terlalu jauh dari rumah saya. Saya sendiri beberapa kali memesan Nasi Kulit Malam Minggu melalui layanan ojeg online. Bentuk ouletnya memang mungil-mungil siy. Sementara ini, Nasi Kulit Malam Minggu sudah tersebar di kota Jakarta, Bekasi, Bogor, Depok, Tangerang, Subang, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, Denpasar, Dalung, Medan, Lampung, Riau, Jambi, Batam, dan Palu. Mayoritasnya ada di Jakarta.

Untuk menu, seingat saya, Nasi Kulit Malam Minggu sering berubah-ubah dan berbeda di setiap kota. Di sana saya baru mencicipi nasi kulit ayam fillet (mozzarella), nasi kulit paru, dan nasi paru ayam crispy.

Nasi kulit ayam fillet (mozzarella) terdiri dari nasi putih dengan taburan serundeng, kulit ayam crispy, kol goreng, sambal, ayam fillet dengan keju mozzarella dan sambal. Keberadaan keju mozzarella memang membuat penasaran. Namun rasa gurih kejunya dan kulit crispy-nya saling mengubur. Ada sedikit rasa dan aroma keju di sana. Kerenyahan kulit crispy-nya juga masih terasa. Rasanya lumayanlaaa, hanya saja tidak seenak ekspektasi saya.

Nasi paru ayam crispy terdiri dari nasi putih dengan taburan serundeng, sambal, kol goreng, paru dan ayam crispy. Oooh tunggu dulu, dimana kulitnya?? Hehehehe. Saya pun agak kaget begitu menyadari bahwa saya memesan menu tanpa kulit di restoran nasi kulit @_@. Tepung pada ayamnya terasa berbeda dengan tepung pada kulit. Keberadaan daging ayam pun memberikan tektur yang berbeda. Tanpa kulit, memang seperti ada yang kurang. Namun menu ini tetap terasa lumayan ok kok. Kelembutan paru bertemu dengan kerenyahan ayam cruspy beserta bahan-bahan lainnya. Not bad!

Nasi kulit paru terdiri dari nasi putih dengan taburan serundeng, kol goreng, paru, sambal dan …. eng ing eng … kulit ayam crispy tentunya ;). Kulit ayamnya memiliki bentuk yang besar-besar dengan rasa gurih dan aroma yang unik. Kulitnya sendiri tidak terlalu garing sehingga masih terasa juicy dan sedikit kenyal ketika saya gigit. Rasa dan aroma kulit ayam crispy dapat tampil menonjol ketika bertemu dengan paru yang lembut. Tak lupa sambal yang tak terlalu pedas pun berhasil tampil lebih menonjol pada kombinasi menu yang satu ini. Wah akhirnya saya menemukan menu favorit saya di Nasi Kulit Malam Minggu. Mungkin nasi kulit paru tidak segemerlap nasi kulit plus mozzarella atau sate taichan. Namun, bagi saya, kulit crispy ini paling cocok kalau disandingkan dengan paru. Yummmm ;).

Secara keseluruhan, Nasi Kulit Malam Minggu layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Pada dasarnya Nasi Kulit Malam Minggu memiliki bahan kulit, ayam fillet, ayam crispy, paru, keju mozzarella, keju chedar, bakso, sate taichan dan empal. Sepertinya setiap kota dapat memilih kombinasi yang dirasa paling cocok dengan selera. Beda kota, bisa saja beda selera bukan? Itulah mengapa kok menu Nasi Kulit Malam Minggu agak aneh, ketika saya memesannya di Solo, bukan Jakarta. Sementara ini, kombinasi favorit saya tetap jatuh ke nasi kulit paru ;).

Mangkokku, Ricebowl Beken dari Orang-Orang Beken

Mangkokku hadir dengan promosi yang sangat besar karena terdapat orang-orang terkenal dibalik restoran yang satu ini. Ketika pertama kali buka di Tanjung Duren pada 2019 lalu, Mangkokku langsung dipadati pengunjung. Adanya pandemi Covid dan lokasi yang agak jauh membuat saya gagal mampir ke Mangkokku.

Seiring dengan berjalannya waktu, Mangkokku terus bertambah cabangnya dan dapat dipesan lewat berbagai aplikasi online. Sampai saat ini Mangkokku sudah ada di daerah Jabodetabek, Bandung, Surabaya dan Malang. Saya pun dapat dengan mudah mampir atau pesan antar menu-menunya Mangkokku. Bisanya saya ke cabang Mangkokku yang di Mall Kota Kasablanka atau Grand Galaxy City Bekasi.

Biasanya, pada tanggal-tanggal tertentu terdapat promo lohh. Beberapa menu Mangkokku ada yang mendadak murah. Kalau dilihat dari harga non promo ya memang agak lumayan ya. Tapi setahu saya, porsi Mangkokku cukup besar dan mengenyangkan kok.

Pada dasarnya Mangkokku menyajikan aneka ricebowl. Beberapa varian yang pernah saya cicipi antara lain endog burger mayo, fried chicken sambal korek, beef with sambal korek bawanf, beed onion sauce with onsen egg dan kulit crispy.

Endog burger mayo adalah ricebowl dengan topping telur dadar dengan patty burger dibawahnya. Rasanya agak soft, lebih ke arah flat, namun memiliki aroma yang khas.

Endog Burger Mayo

Beef onion sauce with onsen egg terdiri dari irisan daging sapi dengan telur onsen. Dagingnya terasa manis dan dominan. Irisan dagingnya tipis mirip menunya Yoshinoya. Sayang telurnya tidak terlalu pengaruh selain memberikan sedikif tekstur khas dan menambah nafsu makan. Mau tak mau telur ini memang membuat hidangan nampak cantik. Yang membuat menu ini ok adalah rasa dagingnya yang mantab.

Beef Onion Sauce with Onsen Egg

Fried chicken sambal korek terdiri dari potongan daging ayam yang sudah dicampur sambar korek. Rasanya pedas masam dengan aroma sambal yang agresif.

Fried Chicken Sambal Korek

Beef with sambal korek bawang bonemarrow memiliki potongan tipis daging sapi dengan sambal korek bercampur sumsum serta jeruk. Pedasnya sambal, harummya jaruk dan manisnya daging tipis menyatu dengan lumayan ok. Jadi ada rasa manis, pedas dan asam di sana. Sumsum yg terletak di di dalam potongan tulangnya memiliki tekstur yang khas dan memperkaya menu yang satu ini.

Beef with Sambal Korek Bawang Bonemarrow

Kulit crispy sebenarnya adalah kulit ayam yang digoreng tepung. Kulitnya bersih tanpa sisa bulu, tebal dan super renyah. Rasanya super gurih dengan aroma harum yang enak. Kalau dimakan sendirian, kulit crispy akan terlalu asin. Tapi kalau disantap bersama dengan menu Mangkokku lainnya, kulit crispy berhasil membuat hidangan lain tersebut terasa lebih enak. Mayoritas ricebowl di sini memang rasanya agak soft, jadi gurih dan renyahnya kulit crispy akan berpengaruh sekali.

Kulit Crispy

Marketing yang bagus dengan menggandenh nama beken memang berhasil membuat Mangkokku cepat dikenal. Rasa mayoritas ricebowl-nya yang agak soft dapat diobati oleh kulit cruapy ;). Dengan demikian Mangkokku memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Jangan lupa untuk scroll ke bawah untuk mencari promonya di aplikasi ojeg online. Menu promo Mangkokku biasanya ada di bagian ujung bawah hehehe.

Icip-Icip Steak Meriah ala Go!Steak

Ketika sedang membeli obat, saya melihat ada restoran baru yang cukup mencolok. Di sana tertulis Go!Steak, wah apalagi ini? Ternyata Go!Steak merupakan franchise yang sudah ada beberapa cabangnya. Saya disini tidak akan membicarakan mengenai bisnis franchise ya. Memang kok ya Go!Steak ini lebih banyak iklan franchise-nya ketimbang restorannya hehehe. Setahu saya Go!Steak sudah dapat ditemui di Ruko Fresh Market Emerald Bintaro, AEON Tanjung Barat, Jl. Pondok Kelapa Raya JakTim, Ruko Commpark Cibubur, dan Jl. Kaharuddin Pekanbaru.

Pada dasarnya disana terdapat 3 jenis steak sebagai menu utamanya. Ada steak ayam original, steak daging sapi dan steak ayam crispy. Saya sendiri baru mencicipi yang steak ayam crispy.

Steak ayam crispy mengingatkan saya pada masa dimana saya menjadi anak kos-kosan. Disaat tanggal muda, terkadang saya makan steak. Steaknya ya mirip sekali dengan steak ayam crispy. Steak tersebut menggunakan daging ayam bumbu tepung yang renyah, lengkap dengan sayuran dan kentang. Semua disajikan di atas hotplate yang hangat. Daging ayamnya tidak terlalu empuk tapi masih terbilang ok-laaa. Apalagi kriukannya sangat renyah. Ditambah dengan aneka saus yang tersedia, hidangan semakin kaya akan rasa. Hidangan steak ayam crispy ini sebenarnya sudah ada di Jakarta, tak jauh dari kantor saya. Tapi saya kurang puas dengan rasanya. Pada dasarnya saya memang tidak terlalu suka sekali dengan steak cruspy. Tapi sejauhnya ini, steak crispy versi Steak!Go termasuk yang paling ok.

Kemudian berbicara mengenai saus, terdapat berbagai pilihan saus yaitu saus keju, saus bbq, saus lada hitam, dan lain-lain. Saus kejunya terasa agak manis dengan aroma keju yang harum. Saus bbq memiliki aroma sambal dan barberque, serta rasa asam bercampur pedas. Saus lada hitam sangat mirip dengan saus bbq hanya saja aromanya aroma lada hitam dan rasa pedasnya seperti pedas lada, bukan pedas sambal. Untuk varian saus lainnya saya sendiri belum sempat mencicipinya.

Secara keseluruhan Go!Steak layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Not bad ;).

Sushi Mate, Sushi Meriah dengan Porsi Melimpah

Selama ini sushi merupakan hidangan khas Jepang yang tidak akan saya jadikan pilihan ketika sedang lapar berat atau buka puasa. Porsinya relatif kecil-kecil dengan harga yang tidak murah. Sushi Mate hadir sebagai sushi murah bin ekonomis. Sebenarnya sudah ada beberapa sushi murah seperti ini. Lalu apa bedanya Sushi Mate?

Sushi Mate hadir dalam bentuk plater atau paket yang terdiri dari banyak sushi. Sekilas kok sepertinya agak mahal juga. Tapi kalau dihitung berapa harga satuan sushinya, maka paket-paketnya Sushi Mate akan terlihat murah.

Samurai Salmon Platter
Chugo Mate Platter

Saya sendiri lebih sering memesan Sushi Mate lewat layanan ojeg online. Warung sushi yang satu ini memang tidak melayani Setahu saya Sushi Mate sudah dapat ditemui di Jakarta, Tangerang dan Bekasi. Tepatnya di daerah Salemba, Cilandak, Tanjung Duren, Pondok Kelapa, Cipayung, Puri, Bekasi Selatan, Pondok Aren, Bumu Serpong Damai.

Untuk kategori sushi ekonomis, saya rasa Sushi Mate termasuk yang terbaik. Sushi Mate layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Ketagihan Martabak Telur & Manis Cakra Kencana

Martabak adalah makanan Indonesia yang sudah lama ada di mana-mana. Pada umumnya ada 2 jenis martabak yaitu martabak manis dan martabak telur. Yah paling tidak, itulah sebutan bagi makanan ini di wilayah Jakarta. Makanan ini memang hadir dengan nama yang berbeda di tempat yang berbeda. Konon di Jakarta sendiri, martabak manis dibawa oleh perantau asal Bangka. Sedangkan martabak manis dibawa oleh perantau keturunan Arab dan India.

Sejak kecil saya sering kali menyantap martabak manis dan telur. Di daerah dekat rumah orang tua saya, terdapat gerobak martabak yang cukup ramai dan sudah beberapa kali berpindah tempat. Perpindahan lokasi tanpa pemberitahuan, tidak membuat tukang martabak yang satu ini sepi. Paling tidak, ia selalu menggunakan nama yang sama, yaitu Cakra Kencana. Entah kenapa nama itu yang dipilih. Kok mirip merk sebuah produk tepung yaaa.

Nama boleh sama, tapi lokasinya sudah beberapa kali berpindah-pindah. Tapi pindahnya selalu di sepanjang Jalan Pondok Kelapa Raya dan Jalan Haji Miran, sebuah jalan lurus antara Kalimalang dengan Banjir Kanal Timur. Dahulu kala, Cakra Kencana terletak di dekat belokan ke arah SDIT Darul Ma’arif, lalu pindah ke Ruko sampong AlfaMart Pondok Kelapa lalu … terakhir .. sampai tulisan ini saya tulis .. sudah pindah lagi ke lokasi yang saya rasa memang lebih bagus. Ruko yang dekorasinya lebih bagus dibandingkan sebelumnya. Tepatnya berada di Jalan Haji Miran No. 37A, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Cakra Kencana pada dasarnya menyajikan martabak telur dan martabak manis dengan variasi berbagai bahan dan ukuran. Baik martabak manis maupun telur, terdapat ukuran kancil atau kecilnya. Kemudian untuk martabak telurnya dapat memilih menggunakan telur ayam atau telur bebek dengan jumlah telur yang bisa diatur. Martabak manisnya hadir dengan berbagai variasi rasa seperti keju, kacang, wijen, cokelat, tanpa isi, strawberry, blueberry, pisang, kismis, pandan, durian, red velvet, ovomaltine, nutella, toblerone dan kombinasinya. Wah banyak deh pokoknya.

Namun, sebenarnya keisitimewaan martabak Cakra Kencana adalah pada martabak yang terasa tebal dan lembut. Ketebalan dan kelembutannya sangat pas di mulut, yummmm ;). Bagian inilah yang membuat saya berkali-kali pesan martabak di Cakra Kencana. Keluarga sendiri paling suka dengan martabak 5 telur bebek dan martabak manis keju.

Dengan demikian, saya ikhlas untuk memberikan Cakra Kencana nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Sejak anak saya belum lahir, sampai abak saya sudah ada yang SD, Cakra Kencana tetap menjadi martabak langganan :). Apalagi ada promo beli 10 kali dapat 1 martabak. Sebuah promo yang rasanya sudah berjalan lebih dari 7 tahun hehehehe.

Sruput Hangat & Segarnya SSB Hj. Widodo

Ketika sedang dalam perjalanan dari Solo ke Semarang pada beberapa tahun yang lalu, saya sempat singgah di Boyolali untuk makan siang. Ada apa di Boyolali? Pada saat itu saya singgah di Soto Sedap Haji Fatimah. Sejak saat itulah saya mengenal bahwa ada sote yang enak di Boyolali.

Lama berselang, saya yang tinggal di Jabodetabek sangat jarang menyantap soto. Pada dasarnya saya memang kurang suka dengan soto. Pada suatu pagi, saya mencari sarapan sambil mengantar istri praktek di klinik. Pada saat itu, nama sotonya terpampang SSB Hj. Widodo. SSB masih menggunakan kepanjangan dari Soto Sedaap. Belakangan kepanjangannya berubah menjadi Spesial Soto Boyolali. Entah karena hak paten nama atau apa, saya kurang paham. Yang pasti tetap menggunakan merek SSB Hj. Widodo.

Sejak berdiri pada 2002 lalu, SSB Hj. Widodo dengan cepat sudah membuka cabang dimana-mana. Sampai saat ini SSB Hj. Widodo sudah dapat ditemukan di sekitar Jalan Pandanaran Boyolali, Alun-Alun Klaten, samping RS Cakra Husada Klaten, Pasar Nongko Surakarta, Colomadu Karanganyar, Komplek Ruko Jalan Perumnas Seturan Yogya, selatan Pintu Kereta Bendan Pekalongan, utara Alun-Alun Pemalang, samping Adira Finance Tegal, Jalan Trunojoyo Bandung, depan SMPN 7 Cirebon, timur Hotel Sultan Cirebon, samping DPRD Pati, Jalan Buah Batu Bandung, samping RSUD Cibabad Cimahi, samping Masjid Daarut Tauhid Bandung, Jalan Salak Bogor, Ruko Grand Galaxy City Bekasi, depan Mall Bekasi, Komplek Puri Gading Bekasi, Ruko Puskopad Serang, Jalan Raya Ciracas JakTim, samping Kampus UnTam JakSel, depan SMP Al Azhar Cibubur, Kios Puskopad Cijantung JakTim, depan SMP Santa Maria JakPus, depan PDAM BenHil JakPus, depan Sekolah Insan Cendikia Madani Tangerang, depan Mako Brimob Kelapa Dua Depok, selatan Puri Cikeas, depan Kantor Bus Prima Jasa Pamulang Tangerang, Jalan Balap Sepeda Palembang, Jalan Brigjen Hasan Kasim Palembang, samping Ganesha Operation Bandar Lampung dan barat Polda Bali. Wah banyak yah, jauh lebih banyak dari soto yang dahulu kala saya santap di Boyolali. Saya pribadi biasa mampir ke cabangnya yang di Bekasi.

Selama pandemi Covid 19 berlangsung SSB Hj. Widodo memberikan pelayanan dengan protokol kesehatan yang sangat baik. Mulai dari layanan pesan dan makan di kendaraan, sampai penggunaan pembatas kaca acrylic di setiap mejanya. Kondisi restorannya pun nampak terang, terbuka dan bersih.

Menu SSB Hj. Widodo sendiri sebenarnya sangat sederhana. Pada dasarnya di sana terdapat soto ayam kampung dan soto daging sebagai menu andalannya. Sebenarnya ayam kampung dan daging tidak terlalu jauh memberikan perbedaan. Namun saya pribadi lebih suka dengan tekstur dagingnya. Jadi saya selalu memesan soto daging di sana. Tipenya tipe soto bening dengan rasa dan aroma segar yang khas dari bawang kathing.

Rasa sotonya sih ok. Tapi semua terasa kurang lengkap tanpa gorengan dan sate. Favorit saya adalah sate ati ampelanya. Potongan hati dan ampela dibalut oleh lapisan dadar telur. Tekstur dan rasanya yang gurih berhasil membuat si soto menjadi spesial.

Secara keseluruhan SSB Hj. Widodo layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimal 5 yang artinya “Enak”. Rasa, kondisi restoran dan pelayanan yang baik, membuat saya sering mampir ke sana.