Ramen Terenak Ya Ramen Ya

Ramen dikenal sebagai salah satu varian mienya orang Jepang yang berukuran sedang. Kalau dibandingkan dengan udon, ramen memang berukuran lebih kecil. Dari beberapa restoran ramen yang ada di kota saya, Ramen Ya termasuk yang cukup banyak. Mayoritas cabangnya terletak di dalam pusat perbelanjaan yang ramai. Sampai saat ini saja Ramen Ya sudah dapat ditemui di Kota Kasablanka, Grand Indonesia, Mayapada Tower 2, Blok M Plaza, Gandaria City, Senayan Park, Senayan City, Pejaten Village, Kuningan City, Mega Bekasi Hypemall, Summarecon Mall Bekasi, Metropolitan Mall, Botani Square, Trans Studio Cibubur, Margo City, Cibubur Junction, Lippo Cikarang, Cilegon Center, Bintaro Xchange, Mall of Serang, Tangerang City, Summarecon Mall Serpong, Mall Kelapa Gading 3, Emporium Pluit, Baywalk, Pluit Village, Taman Anggrek, Central Park, Mall Ciputra, Lippo Mall – St.Moriz, Bandung Indah Plaza, Paris Van Java, Mall Festival Citilink, Trans Studio Bandung, Pollix Mall Paragon Semarang, Solo Square, Mall Ambarrukmo, Hartono Jogja, Plaza Surabaya, Mall Pakuwon, Bg Junction, Mall Royal Plaza, Trans Icon Surabaya, Sun City Sidoarjo, Bali Galeria, Level 21, Atlas Beach Fest, Mall Boemi Kedaton Lampung, Palembang Icon, Palembang Square, Plaza Medan Fair dan Sun Plaza Medan. Wuuaahhh banyaknyoooo.

Ada apa saja di Ramen Ya? Pada dasarnya ya sesuai judulnya, jualan ramen hehehe. Ada ramen kering, ada ramen kuah. Pada mayoritas menu di Ramen Ya, kita bisa memilih apakah ingin menggunakan mie keriting atau lurus. Mie lurus lebih lembut, sementara itu mie keriting lebih kenyal. Saya pribadi lebih senang dengan mie keritingnya. Semua tergantung selera masing-masing. Saya sendiri baru sempat mencicipi beef ramen, chicken curry ramen, legendary chicken ramen, volcano dry ramen, spicy chicken dry ramen, dan chicken hot ramen.

Beef ramen adalah menu pertama yang saya santap di awal-awal Ramen Ya mulai buka pada sekitar 2018. Biasanya saya lebih suka yang menggunakam daging sapi daripada daging ayam. Sayangnya, menu ini tidak terasa spesial. Daging sapinya ya empuk, tapi spesial. Kuahnya lumayan enak dan gurih tapi sekali lagi, tidak terlalu spesial juga. Setelah kunjungan pertama ini, agak lama bagi saya untuk kembali berkunjung ke Ramen Ya. Aahhhh, mungkin pada saat itu saya memesan menu yang kebetulan tidak sesuai dengan selera saya pribadi.

Pada kunjungan berikutnya, saya menyantap spicy dry chicken ramen. Ramen yang satu ini tidak menggunakan kuah dan menggunakan telur yang mirip telur mata sapi. Telurnya sih biasa saja, tapi di luar dugaan, ayamnya memiliki rasa gurih yang unik, yummmm lezat. Selain itu terdapat aroma yang harum ketika sedang mengunyah hidangan ini. Aromanya seperti aroma cabai tapi lembut dan tidak menusuk. Saya pribadi tidak merasakan rasa pedas yang berlebihan. Di sana terdapat sedikit pedas dan rasa gurih yang unik. Wah ramen ayam yang satu ini enak juga ternyata.

Chicken hot ramen dapat dikatakan sebagai versi basahnya spicy dry chicken ramen. Selain menggunakan kuah, chickeb hot ramen menggunakan telur yang berbeda. Kuah dan telur ini menambah poin plus bagi chicken hot ramen. Telurnya lebih terasa dan terksturnya sangat pas untuk menemani ramen. Kuahnya juara, waaah enak sekali. Rasanya lebih gurih dan sedikit pedas. Takarannya pas sekali deh. Akhirnya ketemu juga dengan menu favorit di Ramen Ya.

Volcano dry ramen pada dasarnya merupakan dry ramen yang dilengkapi oleh potongan ayam, rumput laut, telur dan semacam karaage. Walaupun namanya menggunakan kata-kata gunung berapi, menu ini tidak pedas. Rasanya sebenarnya relatif soft. rasa gurih justru hadir lewat kaarage-nya yang sangat renyah. Tidak ada aroma cabai sama sekali di sana, namun rasanya secara keseluruhan tetap ok.

Legendary chicken ramen menggunakan komponen yang mirip dengan chicken hot ramen, hanya saja kuahnya lebih lembut dan gurih. Di sana tidak ada aroma cabai sama sekali. Rumput laut dan telurnya jadi lebih terasa. Menu ini cocok bagi yang kurang suka dengan dunia persambalan dan percabaian, tapi gemar dengan yang gurih-gurih.

Chicken curry ramen sangat mirip dengan legendary chicken ramen. Bedanya, terdapat sedikit rasa dan aroma kari ayam di sana. Rasanya agak gurih dengan rasa dan aroma ramen ala Ramen Ya.

Lokasi yang nyaman dan adanya menu favorit saya di Ramen Ya, tentunya membuat saya ingin datang lagi ke sana. Dengan demikian sayabikhlas untuk memberikan Ramen Ya nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Oh yaaa, Ramen Ya itu halal yaaa. Inikan ramennya Indonesia. Berbeda dengan ramen yang dijual di Jepang dan Cina daratan.

Semerbak Harumya Daging Asap Kobar

Saya pertama kali mampir ke Kobar, gara-gara mengantar istri ke HokBen. Kebetulan lokasi Kobar memang sangat dekat dengan parkiran HokBen Kalimalang. Tepatnya di Jl. Kalimalang Blok E7, Duren Sawit, Jakarta Timur. Ketika parkir, saya mencium bau harum dari Kobar. Waaah, saya yang memang penyuka daging asap, sopasti merencanakan untuk mampir.

Kobar sendiri bukan agak sore, mungkin karena tempatnya akan lumayan panas kalau siang yaa. Lokasinya memang lebih cocok dikunjungi di saat matahari sudah terbenam.

Ada apa sih di Kobar? Pada dasarnya di sana terdapat aneka menu daging plus kopi. Saya sendiri baru mencicipi daging sambal asap dan smoked beef bbq.

Smoked beef bbq terdiri dari daging sapi asap, french fries, sayur, saus bbq dan saus keju. Dagingnya tetap menjadi raja di sini. Keharumannya sangat terasa. Ditambah dengan says keju dan bbq, menu ini terasa unik dan lumayan enak. Hanya saja, saran saya, saus sambal tetap dibutuhkan ;). Yaah namanya juga orang Indonesia hehehe.

Daging sambal asap terdiri dari nasi, daging sapi asap, sayur dan sambal. Sambalnya senduri bisa memilih antara sambal matah atau sambal bawang. Saya rasa sambalnya tidak terlalu berpengaruh. Keduanya sama-sama tidak terlalu pedas. Yang paling dominan di menu ini adalah dagingnya. Teksturnya mantab dan empuk. Keharuman daging asapnya benar-benar terasa. Ketika sedang dikunyah, dagingnya benar-benar harum loooh. Enak deh pokoknya :).

Secara keseluruhan, Kobar memiliki aneka menu yang unik dan lezat. Bukan hanya beda, menu-menunya memiliki rasa yang ok. Saya pribadi ikhlas untuk memberikan Kobar nilai 4 dari skala maksimum 5 tabg artinya “Enak”.

Menikmati Sate Habib yang Super Empuk

Setiap melewati daerah Terminal Kampung Melayu saya biasa mampir menyantap sate dan sop kambing. Di sana memang terdapat beberapa alternatif hidangan perkambingan ;). Sate Habib adalah salah satu warung sate yang menjadi langganan sebagian teman kantor saya.

Setahu saya Sate Habib berdiri sejak 2014. Jadi sebenarnya terbilang baru dibandingkan Sate H. Mansur dan Sate Bang Dudung yang sudah lebih dahulu ada. Lokasi Sate Habib ini adalah di Jl. KH Abdullah Syafei No 17, Tebet, Jakarta Selatan. Tepatnya di seberang Gudang Peluru, dekat turunan flyover.

Di sana terdapat aneka menu kambing seperti sate kambing muda, sop bening, sop marak dan lain-lain. Kalau sedang penuh dan sudah malam, yaaaah ada beberapa menu yang habis. Sebaiknya mampir di warung sate ini di sore hari saja. Bagaimana rasanya? Kok bisa ramai dan terkadang habis?

Sate kambing muda tampil relatif polos tanpa bumbu yang macam-macam. Kita dapat memilih untuj menggunakan kecap manis atau sambal kacang. Keduanya sama-sama flat sih sebenarnya. Jadi jangan berharap untuk menemukan rasa gurih yang wah pada sate kambing muda ini. Yang menakjubkan dari sate ini adalah daging yang super empuk dengan tekstur yang enak. Saran saya, jangan hanya menyantap sate dan nasi saja, pasti terlalu tawar jatuhnya. Sebaiknya pesan juga sop marak atau sop bening.

Sate Kambing Muda

Sop bening dan sop marak pada dasarnya sama-sama memggunakan potongan jeroan kambing dan tulang kambing. Hanya terdapat sedikit daging di sana. Kuah hangatnyalah yang dapat memperkaya menu sate kambing muda. Sop bening terasa gurih dan merupakan sop kambing tradisional Indonesia. Sementara itu sop marak menggunakan kuah yang menggunakan bawang, kapulaga, cengkeh, kayu manis dan aneka rempah lainnya sehingga rasanya agak unik, seperti kari. Semua tergantung selera, namun saya tidak merekmendasikan untuk menyantap sop dan sate secara terpisah.

Sop Marak

Bagi sebagian orang, Sate Habib relatif mahal untuk lokasi yang sekilas nampak kurang bersih. Menurut saya sih sebenarnya Sate Habib ini bersih. Meja dan lantainya terus menerus dibersihkan. Hanya saja, langit-langit warung yang pendek dan wallpaper yang kusam, membuat Sate Habib nampak tidak terlalu bersih.

Bagian Dalam
Bagian Dalam

Overall, Sate Habib masih ok dari segi rasa dan lokasi. Saya ikhlas untuk memberikan Sate Habib nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Warung Sate Habib memberikan variasi yang berbeda dengan warung sebelah. Sama-sama sate dan sop kambing tapi rasanya tetap beda. Enaklah untuk ganti-ganti supaya tidak bosan :).

Subway, Sandwitch Suka-Suka

Dahulu kala, Subway pernah masuk ke Indonesia dan akhirnya entah mengapa mereka harus tutup dan keluar dari Indonesia. Pada saat itu saya masih kecil dan tidak mengenal apa itu Subway. Mungkin orang Indonesia kala itu masih asing dengan hidangan sandwich. Ahhh apa itu makan roti doang hehehehe. Sepertinya nasi dan ayam sangat dominan mengalahkan segalanya. Waktu itu, waralaba restoran burger asing saja akan laku kalau memiliki menu ayam goreng.

Saya hanya dapat menyantap Subway ketika sedang bekerja di Malaysia karena halal. Sementara itu ketika saya sedang di Australia dulu, yaaah saya hanya dapat menonton iklannya di TV. Dulu sih ada menu pork-nya, jadi takut itu non halal. Kejadian mengejutkan ketika saya sedang mengikuti vaksin covid di Cilandak TownSquare. Saya melihat antrian Subway yang mengular. Wah Subway kembali ke Indonesia dan membuka cabang pertamanya di Cilandak TownSquare. Sekarang, masyarakat Indonesia sudah lebih mengenal dan menerima makanan-makanan asing seperti Burger dan kawan-kawan. Jadi wajar kalau restoran sandwich seperti Subway berani untuk datang kembali.

Kali ini Subway dengan agresif langsung membuka cabang di wilayah Jabodetabek Bandung dan Surabaya. Perlu diketahui, Subway adalah fast food dengan cabang terbanyak di dunia mengalahkan McDonalds dan KFC. Sekarang saja saya sudah dengan mudahnya menemukan Subway tak jauh dari rumah saya. Antara lain, Subway sudah dapat ditemui di OakWood Mega Kuningan, FX Sudirman, Plaza Senayan, Jl. Kemang Raya, Jl. Melawai Raya Blok M, Menara Cakrawala, Pondok Indah Mall 3, Jl. Paus Rawamangun, Cilandak Townsquare, Jl. Raya Kalimalang, Ruko Green Lake, Jl. Raya Jatiwaringin, Mall Kelapa Gading 2, Lippo Mall Puri, Jl. Margonda Raya, Jl. Mandara Permai PIK, Bintaro Emerald, Jl. Pamulang Permai Raya, Ciffest Citra 6, Ruko Graha Bulevar Summarecon Bekasi, Ruko Oregon Kota Wisata, Jl. BSD Grand Boulevard, T3 Ultimate Domestic Departure Soeta, BEZ Walk, Citywalk Elvee Karawaci, Cibinong City Centre, Citywalk Lippo Cikarang. 23 Paskal, Jl. Dipati Ukur, Jl. Buah Batu, Jl. Raya Gubeng, MERR Surabaya, dan Pakuwon Mall Surabaya. Waah banyak yaa.

Pada dasarnya Subway menyajikan aneka sandwich. Singkat kata pengunjung dapat memilih jenis roti beserta ukurannya. Aneka isian pun tersedia di sana. Semua dapat dipilih sesuai selera untuk melengkapi jenis sanswich yang hendak disantap. Bagi yang ingin praktis, Subway sudah memiliki template jenis sandwich. Beberapa diantaranya ada adalah tuna mayo, roast beef dan steak & cheese.

Tuna mayo memiliki rasa daging ikan yang gurih manis. Tidak ada aroma amis sama sakali di sana. Sebenarnya sih raaanya agak mirip dengan Tuna Melt di Pizza Hut. Bagi teman-teman yang suka dengan Tuna Melt, pasti yaaa otomatis suka dengan tuna mayo. Lumayanlaaaa.

Steak & Cheese memiliki potongan daging sapi dan keju yang besar-besar. Jadi memang rasa daging dan keju sangat dominan di sini.

Roast beef memiliki keistimewaan dari daging yang dipergunakan. Ketika saya gigit, terdapat sedikit aroma yang harum. Sayang aroma tersebut agak kurang agresif.

Saya pribadi jarang ke Subway dan belum menemukan menu favorit di sana. Banyaknya pilihan untuk membuat sandwitch sendiri memang menyenangkan. Tapi kalau pilihannya terlalu banyak, terkadang ada pembeli yang pusing. Template sandwitch yang ada sangat membantu. Meskipun semua bahannya jelas terasa merupakan bahan yang berkualitas. Sayang semuanya terasa agak flat. Mungkin masih mengikuti lidah orang luar negeri. Perlu beberapa kali eksperimen untuk memperoleh kombinasi yang cocok sesuai selera. Jadi sementara ini Subway dapat memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Pisang Goreng Madu Bu Nanik, Si Hitam Manis

Gorengan sudah menjadi makanan yang mudah ditemui, pedagangnya ada di mana-mana. Pisang goreng adalah salah satu gorengan yang paling populer. Di Jakarta Barat terdapat pedagang pisang goreng yang cukup terkenal. Sudah buka sejak tahun 2007, Pisang Goreng Bu Nanik hanya memiliki 1 toko offline yaitu di Jl. Tanjung Duren Raya No. 67, Grogol, Jakarta Barat. Lokasi lainnya hanya melayani pemesanan melalui aplikasi ojek online.

Walaupun sudah bisa dipesan lewat online, tetap saja semua lokasinya relatif jauh dari rumah saya hehehe. Yaaah saya pun mampir ketika sedang lewat daerah Grogol dan kondisinya tidak macet parah. Kemarin akhirnya saya sempat mampir ke tokonya yang baru selesai direnovasi. Di sana terdapat aneka makanan lain selain pisang goreng madu. Tapi juaranya yaaa tetaplah pisang goreng madu.

Bentuk pisang goreng madu tidak lonjong, melainkan agak bulat. Potongan pisang dilapisi oleh campuran tepung dan madu yang awet renyahnya. Ketika digigit terdapat sedikit kerenyahan disertai rasa manis yang unik. Manisnya legit tapi tidak berlebihan. Lumayan juga nih kalau pagi-pagi digunakan untuk menemani secangkir kopi hangat :).

Saya rasa, Pisang Goreng Madu Bu Nanik layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Mungkin lain kali saya akan mencicipi gorengan atau cemilan lain yang ada di sana ;).

Mencicipi Sop Djanda & Sate Maranggi Ma’Idah

Dulu saya memiliki restoran seafood langganan yang bernama Bagan Seafood. Entah mengapa restoran tersebut tutup dan menjadi Restoran Sop Djanda (Djakarta Soenda). Dari spanduknya sih sering berubah antara Sop Djanda atau Sop Ma’Idah Djakarta Soenda atau Sop Djakarta Soenda atau Sate Maranggi Spesial atau Khas Betawi. Mungkin strategi restoran ini memang memcantumkan menu-menu andalannya sebesar mungkin pada bagian depan restoran. Nama restoranya tak penting hehehehe. Mungkin nama restorannya sendiri adalah Rumah Makan Ma’Idah yah, ah saya tidak tahu pastinya. Yang jelas sudah bertahun-tahun lamanya restoran ini buka, tapi saya belum mampir-mampir. Sepupu saya yang rumahnya jauh saja sudah beberapa kali mampir hehehe. Pada dasarnya saya memang bukan penggemar sop atau soto, jadi saya kurang tertarik dengan tulisan Sop Djanda sebesar itu. Tapi lama kelamaan kok tempat ini terlihat banyak pengunjungnya yaaa. Daaan akhirnya saya pun mampir ke sana.

Ternyata bagian dalamnya nyaman dan tidak terasa sempit. Tempatnya bersih dan tertata rapi. Bagian luar yang mungil bukan berarti dalamnya juga mungil loh. Menunya pun sebenarnya cukup sederhana. Hanya ada sop dan aneka sate. Sopnya adalah sop janda, sedangkan sate andalannya adalah sate maranggi.

Sop janda atau sop Djakarta Soenda hadir dengan potongan daging yang besar dan lumayan empuk. Di sana terdapat pula potongan daun bawang dan cabai hijau. Kita dapat memesan sop janda tidak pedas, pedas atau ekstra pedas. Saya pribadi cukup puas di level pedas saja. Pedasnya terasa pas tanpa menutupi rasa lainnya. Karena sop janda bukan hanya pedas saja. Terasa bumbu rampah yang khas pula di sana. Hidangan paling pas disantap ketika udara sedang dingin-dinginnya :).

Sate maranggi hadir dengan bumbu khas yang melekat dan meresap ke dalam daging sapinya. Rasanya manis dan memiliki rasa maranggi yang khas, lumayan oke deh pokoknya. Tak lupa terdapat irisan tomat yang terasa asam dan pedas yang mampu memperkaya rasa sate marangginya. Hanya saja perut saya sudah tidak kuat menyantap irisan tomat tersebut terlalu banyak. Asam lambung saya kumat setelah menyantapnya.

Semua hidangan di atas akan terasa lebih nikmat lagi ketika disantap bersama nasi putuh hangat dan bawang goreng yang renyah. Tanpa disadari nasi dan bawang goreng ini mampu memperkaya rasa juga. Jadi kalau teman-teman memesan lewat ojek online, jangan lupa menyiapkan bawang gorengnya supaya seperti makan di restorannya ;).

Belakangan saya baru mengetahui bahwa Rumah Makan Ma’Idah ini sudah ada lebih dari satu loh. Cabang-cabangnya kurang lebih ada di:

  • Jl. Inspeksi Kalimalang No.10, Duren Sawit, Jakarta Timur.
  • Jl. KH. Noer Ali No. 14, Bekasi.
  • Jl. Cut Mutia No. 3, Bekasi.
  • Jl. Alternatif Cibubur No. 100, Bogor.
  • Jl. Hasyim Ashari No. 23, Tangerang.
  • Jl. Raya Rawa Buntu No. 21, Tangerang.

Secara keseluruhan, restoran ini layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Loaksi yang ok membuatnya nyaman untuk dijadikan tempat kumpul-kumpul dengan teman dan keluarga ;).

Makan Mie Tek-Tek ala Temon

Ketika masih kecil dulu, sering ada ada gerobak tukang mie jawa lewat depan rumah. Biasanya kami menyebutnya mie tok-tok dan mie tek-tek, sesuai dengan bunyi yang mereka keluarkan ketika lewat. Sudah lama sekali tukang mie tok-tok dan mie tek-tek punah dari lingkungan rumah saya. Baru kali inilah ada restoran mie jawa yang buka di dekat rumah. Namanya Bakmie Jawa Temon Gunung Kidul. Lokasinya berada di Jalan Taman Malaka Selatan Blok B14 No. 4, Duren Sawit, Jakarta Timur. Lokasinya asri, luas dan nyaman, sangat cocok untuk berkumpul bersama keluarga dan teman.

Namun, bagaimana makanannya? Di sana terdapat mie jawa rebus dan mie jawa goreng. Keduanya merupakan hidangan yang paling banyak dipesan. Keduanya sama-sama menggunakan suwiran daging ayam dan bebek yang cukup banyak. Jadi dagingnya benar-benar terasa dan memberikan rasa yang unik. Mienya pun terasa kenyal-kenyak gurih. Ini sih kelasnya di atas mie tek-tek atau mie tok-tok yang dulu lewat hehehe. Sedikit perbedaannya adalah mie jawa rebus terasa hangat dan relatif lebih gurih. Sedangkan mie jawa gorengnya memiliki tingkat kemanisan yang pas. Wah ini adalah restoran mie jawa paling enak di dekat rumah saya.

Tempat yang bagus dan rasa masakan yang lezat tentunya menjadika Temon sebagai alternatif kalau sedang ingin jajan di luar. Saya ikhlas memberikan Temon nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”.

Makan Mie Bandung Kejaksaan 1964 Tanpa Harus ke Bandung

Setiap mentar anak saya les balet, saya melewati gerai Mie Bandung Kejaksaan 1964 yang baru saja buka. Saya fahammya ini adalah cabang salah satu mie legendarisnya Bandung. Hanya saja saya tidak pernah menyantap mie-mie rica di Jalan Kejaksaan Bandung karena mayoritas non halal. Akhirnya saya bertanya dahulu ke karyawannya apakah Mie Bandung Kejaksaan 1964 halal? Jawabannya sih halal. Kalau dilihat dari menu juga tidak ada menu babi cincang. Oh baiklah, lanjuuuuut :).

Konon Mie Bandung Kejaksaan 1964 memang berdiri di Bandung sejak 1965. Kemudian mereka hijrah ke Banten. Lama kelamaan Mie Bandung Kejaksaan 1964 sudah memiliki cabang yang tersebar di wilayah Jabodetabek dan Surabaya. Cabang-cabangnya antara lain terletak di Lotte Mall CBD Bintaro Tangerang, Ruko Pintu Timur Fresh Market Emerald Bintaro Tangerang, Pasar Modern Bintaro Tangerang, Ruko Cordoba Tangerang, Ruko Pasar 8 Alam Sutera Tangerang, Graha Bintaro Tangerang, Ruko Pasar Modern City Tangerang, Ruko Magiore Square Tangerang, Terrace 9 Tangerang, Brasco Factory Outlet Pajajaran Bogor, Ruko Sentra Eropa Kota Wisata Bogor, Ruko Cibinong City Bogor, Jalan Margonda Depok, Kavling DDN Depok, Jalan Karang Tengah JakSel, Pondok Indah Mall 3 JakSel, Jalan Simatupang JakSel, Jalan Raya Pasar Minggu JakSel, Jalan Tebet Raya JakSel, Jalan Cempala Putih Raya JakPus, Jalan Tanjung Duren JakBar, Citra 6 JakBar, Ruko Muara Karang JakUt, Jalan Waru JakTim, Jalan Jatiwaringin Raya JakTim, Taman Galaxy Bekasi, Harapan Indah Bekasi, Jalan Ahmad Yani Surabaya dan Rest Area Km 726B Mojokerto. Waaah banyak juga.

Sejauh saya memandang, Cabang-cabangnya nampak bersih dan bagus. Biasanya sih banyak ojek online sedang menanti di sana. Ada apa sih di Mie Bandung Kejaksaan 1964?

Pada dasarnya di sana terdapat aneka menu mie, bihun dan kwetiau. Kalau saya sendiri paling suka dengan mie yamin manis rica. Mienya tipis, kenyal dan sedikit manis. Rica-ricanya memiliki rasa manis dan pedas yang khas. Kalau digabungkan, akan terasa sebuah hidangan dengan rasa manis pedas yang khas dengan tekstur yang sangat pas dengan rasa tersebut. Apalagi kalau ditambahkan bakso atau pangsit goreng, yuuummmm.

Cabang yang tak jauh dari rumah, tempat yang bersih dan hidangan yang cocok di lidah menjadi keunggulan Mie Bandung Kejaksaan 1964 bagi saya. Restoran ini sudah selayaknya memperoleh nilai 4 dari skala makaimum 5 yang artinya “Enak”.

Hisana, Disuka di Indonesia

Ketika masih menjadi anak kos, saya biasa membeli ayam goreng tepung pinggir jalan. Biasanya sih kalau masuk ke akhir pekan. Lumayan, hiburan murah meriah hehehe. Dulu gerai-gerai ayam tepung ini berdiri sendiri-sendiri. Lama kelamaan ayam-ayam goreng tepung tersebut memiliki beberapa brand.

Hisana adalah salah satunya. Berdiri sejak 2005 di Bekasi, Hisana terus berkembang di mana-mana. Cabangnya yang saat ini sudah ratusan tersebar tidak hanya di wilayah Jabodetabek, namun sudah tersebar di seluruh Indonesia kecuali Papua. Sampai-sampai di dekat rumah saya saja ada lebih dari 1 gerai Hisana. Gerainya mungil, sederhana dan bersih. Mereka hanya melayani bawa pulang saja. Karena ada di mana-mana, saya biasa datang langsung. Tapi tak jarang saya bertemu ojeg online di sana.

Awalnya saya pikir Hisana hanya ada ayam goreng tepung, nasi dan kentang saja. Yaaah paling juga ada burget-burgeran juga. Tak saya duga, Hisana ternyata bukan memiliki ayam goreng saja. Di sana terdapat pula scallop, kentang crispy, jamur crispy, dan roti goreng. Palin tidak, menu-menu itulah yang pernah saya cicipi. Masih banyak menu Hisana lain yang belum sempat saya cicipi.

Ayam goreng tepungnya terasa renyah gurih dan paling cocok kalau disantap dengan nasi dan sambal. Saya sendiri kurang suka kalau menyantap ayamnya dengan kentangg goreng. Lumayaaanlaaa.

Scallop sekilas terasa seperti otak-otak goreng tepung. Padahal menu yang satu ini sebenarnya terbuat dari kerang kampang yang tinggi protein.

Ayam Goreng, Nasi & Scallop

Kentang crispy terdiri dari french fries yang dilapisi oleh tepung goreng. Rasanya gurih dan renyah dengan tekstur kentang yang khas. Cocok untuk disantap dengan saus sambal.

Ayam Goreng & Kentang Crispy

Jamur crispy merupakan jamur dengan lapisan tepung renyah di permukaamnya. Rasanya mirip dengan kentang crispy. Hanya saja tekstur dan rasa jamur membuat jamur crispy tidak segurih kentang crispy. Saya sendiri lebih suka jamur crispy, rasa dan teksturnya lebih seimbang.

Roti goreng merupakan roti dengan ayam berbumbu di bagian dalamnya. Isian ayam berbumbu inilah yang terada manis gurih nan lezat. Aneh memang, tapi justru inilah manu favorit saya di Hisana.

Jamur Crispy & Roti Goreng

Secara keseluruhan, Hisana merupakan salah satu gerai ayam goreng terpung yang terbaik di kelasnya. Berbagai menu lainnya bisa juga digunakan sebagai cemilan atau pengganjal perut yang ekonomis. Saya raya Hisana layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Accha, Indian Soul Food

Pertama kali saya menyantap makanan India adalah puluhan tahun yang lalu di Singapura. Saya kesulitan memotong roti cane menggunakan sendik dan garpy. Hehehehe. Maaf, namanya juga pertama kali. Roti cane biasanya dimakan dengan menggunakan tangan sih.

Kali ini saya menemukan restoran India bernama Accha yang memiliki banyak cloud kitchen. Artinya restoran ini memiliki banyak cabang tapi mayoritas bentuknya hanya dapur. Pemesanan dapat dilakukan dengan praktis melalui layanan ojeg online. Hanya saja, Accha masih terbatas di kota Jakarta-Bekasi-Tangerang, yaitu di daerah Tebet, Bendungan Hilir, Tomang, Pluit, Kelapa Gading, Mangga Besar, Cilandak, Kebon Jeruk, Cibubur, Jaka Setia, Pondok Aren, Margonda, BSD, Gading Serpong, Cicendo, dan Pelaspas.

Dari berbagai hidangan khas India yang ada di sana, saya baru mencicipi nasi biryani kambing, chicken kofta bites dan chicken tikka masala dengan naan. Ok sebagai besar namanya agak asing di telinga. Mari kita bahas satu per satu.

Nasi biryani kambing hadir dengan menggunakan beras basmati dan potongan daging kambing yang besar-besar dan super lembut. Aroma dan rasa khas biryaninya sangat agresif dan berani. Sayang lama kelamaan, rasanya jadi sedikit terlalu asin. Tapi potongan kambing yang relatif jumbo, membuat rasa kambingnya lebih mantab. Terlebih lagi, daging kambingnya tidak pringus.

Chicken tikka masala hadir dalam bentuk potongan ayam bakar yang dicelupkan di dalam semangkuk saus kari. Sausnya mirip bumbu dengan nasi biryani, rasanya gurih penuh rempah-rempah yang sangat berani. Potongan ayamnya pun besar-besar dan empuk, jadi rasa ayamnya benar-benar terasa. Tak lupa saya menggunakan butter naan sebagai pelengkap. Sekilas Naan sendiri agak mirip dengan roti canai. Keduanya sama-sama terbuat dari tepung gandum, namun ada sedikit perbedaan dalam proses pembuatannya. Roti canai akan lebih berminyak, sementara itu roti naan akan memiliki sedikit rasa yogurth. Naan pun nemiliki berbaga rasa. Tapi kali inu saya memilih menyantap naan original tanpa rasa-rasaan, yaitu butter naan. Mencolek naan ke dalam chicken tikka masala memberikan rasa yang unik dan beda. Yah, rasa dan aroma rempah khas India benar-benar terasa pada hidangan Accha ini.

Chicken kofta bites memiliki bentuk seperti bakso daging atau perkedel daging. Bentuknya memang bulat-bulat. Bulatan tersebut terbuat dari daging ayam dan berbagai bumbu rempah. Rasanya gurih dan lebih halus dibandingkan menu-menu sebelumnya. Bagi yang senang dengan rasa yang lebih berani, tersedia saus kari ala Accha untuk menemani kofta.

Menu-menu Accha memang unik dan kaya akan rasa. Hanya saja, dari beberapa hidangan yang saya cicipi, rasanya jadi agak mirip, hanya tekstur dan bentuknya saja yang berbeda. Rasa gurih memang dominan dan saya senang dengan makanan gurih, tapi terkadang gurihnya sedikit overpower. Saya rasa Accha layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.