Mencicipi Sop Djanda & Sate Maranggi Ma’Idah

Dulu saya memiliki restoran seafood langganan yang bernama Bagan Seafood. Entah mengapa restoran tersebut tutup dan menjadi Restoran Sop Djanda (Djakarta Soenda). Dari spanduknya sih sering berubah antara Sop Djanda atau Sop Ma’Idah Djakarta Soenda atau Sop Djakarta Soenda atau Sate Maranggi Spesial atau Khas Betawi. Mungkin strategi restoran ini memang memcantumkan menu-menu andalannya sebesar mungkin pada bagian depan restoran. Nama restoranya tak penting hehehehe. Mungkin nama restorannya sendiri adalah Rumah Makan Ma’Idah yah, ah saya tidak tahu pastinya. Yang jelas sudah bertahun-tahun lamanya restoran ini buka, tapi saya belum mampir-mampir. Sepupu saya yang rumahnya jauh saja sudah beberapa kali mampir hehehe. Pada dasarnya saya memang bukan penggemar sop atau soto, jadi saya kurang tertarik dengan tulisan Sop Djanda sebesar itu. Tapi lama kelamaan kok tempat ini terlihat banyak pengunjungnya yaaa. Daaan akhirnya saya pun mampir ke sana.

Ternyata bagian dalamnya nyaman dan tidak terasa sempit. Tempatnya bersih dan tertata rapi. Bagian luar yang mungil bukan berarti dalamnya juga mungil loh. Menunya pun sebenarnya cukup sederhana. Hanya ada sop dan aneka sate. Sopnya adalah sop janda, sedangkan sate andalannya adalah sate maranggi.

Sop janda atau sop Djakarta Soenda hadir dengan potongan daging yang besar dan lumayan empuk. Di sana terdapat pula potongan daun bawang dan cabai hijau. Kita dapat memesan sop janda tidak pedas, pedas atau ekstra pedas. Saya pribadi cukup puas di level pedas saja. Pedasnya terasa pas tanpa menutupi rasa lainnya. Karena sop janda bukan hanya pedas saja. Terasa bumbu rampah yang khas pula di sana. Hidangan paling pas disantap ketika udara sedang dingin-dinginnya :).

Sate maranggi hadir dengan bumbu khas yang melekat dan meresap ke dalam daging sapinya. Rasanya manis dan memiliki rasa maranggi yang khas, lumayan oke deh pokoknya. Tak lupa terdapat irisan tomat yang terasa asam dan pedas yang mampu memperkaya rasa sate marangginya. Hanya saja perut saya sudah tidak kuat menyantap irisan tomat tersebut terlalu banyak. Asam lambung saya kumat setelah menyantapnya.

Semua hidangan di atas akan terasa lebih nikmat lagi ketika disantap bersama nasi putuh hangat dan bawang goreng yang renyah. Tanpa disadari nasi dan bawang goreng ini mampu memperkaya rasa juga. Jadi kalau teman-teman memesan lewat ojek online, jangan lupa menyiapkan bawang gorengnya supaya seperti makan di restorannya ;).

Belakangan saya baru mengetahui bahwa Rumah Makan Ma’Idah ini sudah ada lebih dari satu loh. Cabang-cabangnya kurang lebih ada di:

  • Jl. Inspeksi Kalimalang No.10, Duren Sawit, Jakarta Timur.
  • Jl. KH. Noer Ali No. 14, Bekasi.
  • Jl. Cut Mutia No. 3, Bekasi.
  • Jl. Alternatif Cibubur No. 100, Bogor.
  • Jl. Hasyim Ashari No. 23, Tangerang.
  • Jl. Raya Rawa Buntu No. 21, Tangerang.

Secara keseluruhan, restoran ini layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Loaksi yang ok membuatnya nyaman untuk dijadikan tempat kumpul-kumpul dengan teman dan keluarga ;).

Thor: Love and Thunder (2022)

Thor: Love and Thunder (2022) adalah film solo ketiga dari Thor Odison (Chris Hemsworth), sang dewa petir. Tentunya film ini adalah bagian dari MCU (Marvel Cinematic Universe) sehingga ada sedikit kesinambungan dengan film-film MCU sebelumnya. Sebagai pengantar, Thor telah menjadi superhero yang memenangkan berbagai perang besar. Beberapa diantaranya membuat Thor harus kehilangan Mjolnir, palu kesayangan Thor. Setelah Mjolnir hancur, Thor memperoleh senjata baru yang disebut Stormbreaker. Sekilas memang mirip dengan Mjolnir, namun bedanya, Stormbreaker mampu memanggil bifrost. Bifrost merupakan kekuatan untuk berkelana ke berbagai tempat dan dimensi dalam waktu singkat. Bagaimana nasib pecahan Mjolnir? Menjadi salah satu objek wisata di Bumi.

Tanpa Thor sadari, sebuah permintaan tulus darinya telah membuahkan jembatan hubungan antara Mjolnir dengan Jane Foster (Natalie Portman). Ketika Jane datang untuk melihat pecahan Mjolnir, seketika itu pula Mjolnir menyatu dan mengubah Jane menjadi Thor. Seketika Jane dapat memiliki kostum dan semua kekuatan Thor. Hanya saja, dibalik semua itu, Jane sebenarnya sekarat.

Dimana Thor? Setelah memenangkan peperangan besar melawan Hela dan Thanos, ia berkelana bersama The Guardians of the Galaxy. Namun beberapa peristiwa genting membuat Thor untuk kembali ke Bumi dan pada akhirnya bertemu dengan Jane.

Mereka harus berhadapan dengan Gorr (Christian Bale), sang penjagal dewa. Satu per satu dewa-dewi yang ada di semesta, berhasil Gorr bunuh. Berawal dari sebuah kekecewaan dan kebencian terhadap dewa, Gorr berhasil mengangkat necrosword. Dengan senjata tersebut, Gorr memiliki kekuatan besar yang mempu membunuh para dewa.

Awalnya saya pikir, Thor: Love and Thunder (2022) merupakan peralihan karakter Thor menjadi Jane. Saat ini MCU sedang melakukan penyegaran dengan mengganti dan menambah deretan superhero-nya. Hampir semua superhero MCU lawas sudah memiliki film “peralihan”. Saya pikir, inilah saatnya Thor memiliki pengganti. Aahhh ternyata dugaan saya kurang tepat.

Agak ambigu apakah Jane menjadi karakter pangganti Thor pada film-film MCU berikutnya. Pada film ini, Jane memang memiliki porsi yang cukup besar. Namun ternyata terdapat karakter lain yang muncul dan mendampingi Thor pada bagian akhirnya. Kata-kata Love pada judul Thor: Love and Thunder (2022) ternyata memiliki arti tersendiri. Wah keren juga, ini adalah hal yang tidak saya duga.

Selain itu, adegan pertarungannya terbilang seru. Memainkan kombinasi dengan warna hitam putih membuat Thor: Love and Thunder (2022) terlihat semakin menarik. Warna-warni nuansa 80-an pun terlihat sangat dominan di mana-mana. Mirip seperti Thor: Ragnarok (2017), film ketiga Thor ini menggunakan atribut dan lagu yang berhubungan dengan budaya 80-an. Semua terlihat bagus, jadi saya pribadi tidak ada masalah dengan ini.

Gorr berhasil tampil sebagai tokoh antagonis yang ganas. Temanya agak horor tapi agak tanggung. Karakter yang satu ini memiliki potensi untuk tampil lebih ganas lagi. Namun yaaah mungkin pihak produser melarang ini. Kalau terlalu menyeramkan, nanti Thor: Love and Thunder (2022) gagal masuk ketegori film PG13. Kalau sampai masuk ke kategori R atau NC-17, otomatis jumlah penontonnya lebih dibatasi lagi. Sayang sekali kalau kualitas sebuah film dibatasi oleh faktor komersil seperti ini.

Selain unsur horor, kali ini unsur komedinya banyak sekali. Semuanya bertebaran dimana-mana. Komedinya bukan komedi yang membuat penonton terawa terpingkal-pingkal ya, cukup senyum-senyum saja. Sayangnya otomatis Thor: Love and Thunder (2022) terlihat menjadi film yang tidak terlalu serius.

Dengan demikian, Thor: Love and Thunder (2022) masih layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Kabarnya Thor masih akan memiliki lagi setelah Thor: Love and Thunder (2022). Jadi dari beberapa deretan superhero lawas MCU, sementara ini hanya Thor masih akan terus hadir, entah sampai kapan. Semoga film keempatnya bisa lebih bagus lagi.

Ehem ehemmm …. Sedikit tambahan, Marvel dan Disney seperti biasa tak henti-hentinya berusaha untuk memasukkan unsur LGBT ke dalam film-filmnya. Tak terkecuali untuk Thor: Love and Thunder (2022). Film ini mengisahkan percintaan Thor dan Jane. Kemudian ada pula hubungan antara Thor dengan Mjolnir dan Stormbreaker yang sudah seperti mahluk hidup saja, bagian ini tergolong lucu yaaa. Di antara hubungan-hubungan tersebut, disisipikan hubungan LGBT yang dibawakan oleh 2 karakter lain. 2 karakter yang rasa sih kalaupun tidak ada, tidak akan terlalu berpengaruh terhadap jalan cerita utama. Saya jadi merasa, fungsi keberadaan mereka yah hanya sebagai bahan untuk menyisipkan pesan LGBT. Kali ini pesannya cukup terlihat jelas, bukan hanya sekilas hehehe. Yah walaupun film ini termasuk PG13 yang artinya anak umur 13 tahun ke atas boleh menonton. Saya pribadi tidak menyarankan untuk membawa anak-anak untuk menonton film ini. Biarlah orang yang sudah cukup umur dan matang untuk dapat mengambil sikap mengenai pesan LGBT yang muncul. Jangan anak-anak di bawah umur yang masih polos. Sekian terimakasih, hohohoho.

Sumber: http://www.marvel.com

Serial Extraordinary Attorney Woo

Saya bukan fans beratnya serial Korea. Namun kali ini saya tergoda untuk mengikuti serial Extraordinary Attorney Woo setelah melihat . Serial asal Korea Selatan ini mengisahkan lika liku kehidupan pengacara autis pertama Korea, Woo Young-Woo (Park Eun-Bin). Woo merupakan seorang pengacara dengan daya ingat yang sangat kuat. Kejeniusannya berhasil menempatkan Woo sebagai lulusan terbaik Fakultas Hukum dari Universitas terbaik di Korea. Bagaimana Woo bisa menjadi pengacara? Profesi pengacara menuntut seseorang untuk dapat berinteraksi dengan banyak orang. Hal ini terkadang menjadi kendala bagi penyandang autis seperti Woo. Tidak hanya dalam pekerjaan, namun dalam hal-hal lain di luar itu.

Beruntung Woo memiliki hati yang baik. Ia pun dikelilingi oleh beberapa orang-orang baik. Semua dapat Woo jalani meskipun dengan banyak kerikil di tengah jalan. Perilaku Woo yang berbeda menjadi daya tarik serial ini. Dari sini penonton pun diajak untuk lebih mengetahui apa itu autis. Kebetulan istri saya terkadang menangani masalah ini dan menurutnya Extraordinary Attorney Woo cukup akurat dalam beberapa hal.

Sebagian besar setiap episodenya tidak bersabung. Jadi biasanya setiap episode memiliki kasus dan masalah yang berbeda. Tidak yang terus bersambung. Namun semua episodenya memiliki sebuah benang merah kesinambungan yang berhasil membuat saya penasaran. Setiap masalah terlihat terpisah namun pada akhirnya semuanya memiliki sebuah hubungan. Terdapat berbagai rahasia yang perlahan terungkap. Dibalik semua yang nampak sederhana terdapat intrik-intrik yang menarik untuk ditonton.

Di sana penonton diajak melihat kelucuan, kesedihan dan kegembiraan. Serial ini bukan hanya bercerita mengenai kemenangan Woo dalam membela. Woo pun terlihat beberapa kali kalah di persidangan. Melakukan hal yang benar menjadi hal yang paling utama. Ini bukan serial Law & Order dimana sudah jelas hitam putih mana yang jahat.

Saya suka dengan cerita pada serial ini. Semuanya komplit ada di sana. Extraordinary Attorney Woo sudah selayaknya memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”

Sumber: astory.co.kr

Top Gun: Maverick (2022)

Top Gun (1986) adalah film yang memperkenalkan nama Tom Cruise kepada saya. Itulah film Cruise pertama yang saya tonton di RCTI ketika masih kecil dulu. Yaaah, tahum 1986 saya masih berbentuk apaaaa, sopasti saya belum bisa ke bioskop hehehehe. Top Gun (1986) cukup berkesan karena film tersebut adalah film pertempuran pesawat tempur terbaik yang pernah saya tonton. Gelar itupun masih melekat sampai sekarang. Otomatis Top Gun: Maverick (2022) menjadi salah satu film yang ingin saya tonton. Wah dari 1986 sampai 2022 itu 36 tahun loh, cukup lama juga yaa.

Top Gun sendiri merupakan sekolah pilot khusus bagi para pilot terbaik di Amerika Serikat. Jadi, yang sekolah di sana sudah pasti menjadi pilot yang terbaik dari yang terbaik. Pada Top Gun (1986), Pete “Maverick” Mitchell (Tom Cruise), Tom “Iceman” Kazansky (Val Kilmer), dan Nick “Goose” Bradshaw (Anthony Edwards) sama-sama belajar di Top Gun. Iceman dan Maverick bersaing ketat untuk menjadi lulusan terbaik Top Gun. Dalam prosesnya, Goose gugur ketika sedang menjadi pendamping Maverick dalam sebuah kompetisi melawan Iceman. Hasil investigasi menunjukkan hal ini adalah sebuah kecelakaan, bukan human error. Maverick terguncang dan masih memendam kesedihan dan rasa bersalah bahkan sampai bertahun-tahun kemudian.

Pada Top Gun: Maverick (2022), dikisahkan bahwa Maverick sudah menjadi legenda. Ia berhasil menjadi lulusan Top Gun yang paling berprestasi. Ketika Amerika harus melakukan misi yang hampir mustahil, Maverick pun dipanggil untuk kembali ke Top Gun. Bukan untuk menjadi pilot, melainkan untuk melatih. Pilot-pilot muda terbaik yang sudah lulus dari Top Gun dipanggil kembali untuk dilatih oleh Maverick. Pilot-pilot muda inilah yang harus melaksanakan misi berbahaya tersebut. Diantara pilot-pilot muda tersebut hadir Bradley “Rooster” Bradshaw (Miles Teller), anak dari mendiang Goose.

Tentunya di sana akan terlihat konflik yang menarik antara Rooster dengan Maverick. Tak lupa terdapat pula konflik klasik ala Top Gun antara Rooster dengan Jake “Hangman” Seresin (Glen Powell). Sayang konflik cinta-cintaan Maverick dengan sang mantan agak basi :’D. Tak bisa dipungkiri lagi bahwa konflik-konflik di atas menyatakan bahwa Top Gun: Maverick (2022) bukan hanya film perang saja. Ada cerita dibalik segala pertempuran pesawat tempur di angkasa.

Bagian terbaik dari film ini tetaplah pada bagian perangnya. Yaaah namanya juga film perang hehehehe. Pertempuran pesawat tempur pada Top Gun: Maverick (2022) terbilang seru dan bagus sekali. Bagian inilah yang paling saya suka dari Top Gun: Maverick (2022). Bagi saya pribadi, saat ini, film inilah film dengan adegan peperangan pesawat tempur terbaik, menggeser Top Gun (1986).

Dengan adegan peperangan yang keren, ditambah cerita yang lumayan ok. Tentunya Top Gun Maverick (2022) sudah sepantasnya untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Semoga saya tidak perlu menunggu 36 tahun untuk menonton film ketiga Tom Gun hehee.

Sumber: http://www.topgunmovie.com

Serial Ms. Marvel

Sepertinya MCU (Marvel Cinematic Universe) terus menerus melakukan peremajaan terhadap berbagai superhero-nya. MCU mulai memperkenalkan berbagai karakter superhero baru yang digadang-gadang akan menggantikan peran superhero yang lama. Biasanya kemampuan keduanya agak mirip. Kali ini, tibalah giliran Captain Marvel. Umur Captain Marcel di MCU sepertinya masih panjang. Toh belum ada sekuelnya. Namun MCU sudah menghadirkan Serial Ms. Marvel. Di versi komik, Ms. Marvel memiliki hubungan yang erat dengan Captain Marvel.

Di dalam komik, terdapat berbagai karakter yang hadir sebagai Captain Marvel dan Ms. Marvel. MCU mengambil Carol Danvers (Brie Larson) sebagai Captain Marvel dengan cerita origin yang sangat berbeda dengan versi komiknya. Kalau di komik, karakter Carol Denvers adalah karakter pertama yang menggunakan nama Ms. Marvel. Kemudian Denvers mulai menggunakan Captain Marvel menggantikan Captain Marvel sebelumnya yang gugur. Wah wah wah, lalu bagaimana dengan MCU?

Captain Marvel mengambil jalur cerita yang berbeda melalui Captain Marvel (2019). Kemudian ia pun berperan dalam peperangan besar melawan Thanos pada Avengers: Endgame (2019). Setelah kemenangan Captain Marvel bersama superhero pembela Bumi lainnya, nama mereka semakin harum. Banyak sekali remaja-remaja yang mengidolakan mereka. Tak terkecuali Kamala Khan (Iman Velanni). Inilah awal dari film seri Ms. Marvel.

Kamala sangat mengidola Captain Marvel. Ia bahkan datang ke acara cosplay dengan menggunakan kostum Captain Marvel kreasinya sendiri. Tak disangka, salah satu asesoris yang ia gunakan ternyata membangkitkan sesuatu yang terkubur di dalam diri Kamala. Gelang warisan turun temurun keluarga Kamala ternyata mampu membangkitkan kekuatan super milik Kamala yang selama ini terpendam. Pada awalnya, kekuatan Kamala berkisar pada membuat proyeksi berbagai benda … yaaah jadinya mirip Green Lantern sih jatuhnya. Agak jauh di bawah Captain Marvel yang kekuatannya terlihat sangat superior. Namun, seiring dengan berkembangnya waktu, Kamala berhasil mengembangkan kekuatan baru. Karena hadir dalam bentuk film seri, kemungkinan kekuatan Kamala diperlihatkan berkembang dengan pelan-pelan. Tidak secepat Captain Marvel yang dibatasi durasi film layar lebar :’D.

Kamala hadir menggunakan kostum Ms. Marvel yang menurut saya pribadi sih keren. Ditambah bumbu-bumbu visual di mana-mana, serial ini memang terlihat cantik sekali. Coretan-coretan yang muncul pada serial ini sedikit banyak mengingatkan saya kepada The Mitchells vs. the Machines (2021). Nuansa remaja mewarnai serial MCU yang satu ini.

Permasalahan yang dihadirkan tentunya berkaitan dengan dunia remaja. Plus ditambah bumbu lingkungan masyarakat Islam di Amerika. Kamala di sini adalah seorang muslim yang hidup di tengah-tengah komunitas muslim di Amerika. Ms. Marvel adalah superhero muslim pertamanya MCU.

Sayangnya plot yang dihadirkan kadang terbilang basi. Saya sudah menyaksikan yang seperti itu pada film-film lain. Ms. Marvel seolah ingin membuat penonton penasaran, namun penasarannya kepada hal yang mudah ditebak. Masalah yang muncul seringkali agak sepele dan kurang spesial.

Beruntung visual Ms. Marvel terbilang bagus dan mampu menutupi jalan cerita yang tidak terlalu spesial. Saya pribadi hanya dapat memberikan film seri ini nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Sumber: http://www.marvel.com

The Black Phone (2021)

The Black Phone (2021) merupakan film yang diadaptasi dari sebuah cerita pendek karya Joe Hill. Saya beberapa kali melihat kegagalan dari film yang diambil dari cerita pendek. Materi yang tidak terlalu banyak, harus disajikan dengan durasi yang agak panjang. Bagaimana dengan The Black Phone (2021)?

Melihat trailernya saya langsung tertarik untuk menonton. Kisahnya berhubungan dengan kasus penculikan oleh The Grabber (Ethan Hawke). Nama The Grabber adalah julukan dari masyarakat bagi seseorang yang melakukan penculikan anak-anak di pinggiran kota Denver pada tahun 80-an. Anak-anak dari berbagai kalangan, diculik di jalanan yang sepi. Anak-anak tersebut belum ada yang berhasil ditemukan. Telefon meminta tebusan pun tak ada. Semua menduga bahwa anak-anak tersebut sudah tewas, kemungkinan disiksa dulu sebelumnya ….

Ok, saya fikir The Black Phone (2021) adalah kasus kriminal biasa. Lalu dimana telefon hitamnya? :’D. The Grabber berhasil melakukan aksinya dengan sangat lancar. Semua berubah ketika ia melakukan kesalahan dengan menculik salah satu anak dari keluarga Blake. Keluarga Blake memiliki masa lalu yang kelam terkait dunia supranatural. Disinilah unsur horor dari film ini. Keluarga Blake hanya terdiri dari si bapak dan 2 anaknya. Si ibu meninggal bunuh diri setelah mendengar berbagai bisikan dan mengalami mimpi-mimpi aneh. Si bapak mengalami depresi dan sering mabuk-mabukan. Finney Blake (Mason Thames) adalah anak sulung dari keluarga Blake. Sementara itu Gwen Blake (Madeleine McGraw) adalah adik Finney yang sudah mulai mengalami mimpi-mimpi aneh seperti mendiang ibu mereka. Siapa yang The Grabber culik? Finney, si sulung yang sementara itu belum memiliki kemampuan supranatural apa-apa.

Finney disekap di ruang bawah tanah yang cukup luas. Di sana hanya terdapat kasur dan sebuah telefon rusak. Melalui telefon ini, Finney dapat memulai komunikasi dengan para korban The Grabber. Masing-masing korban memberikan petunjuk dan saran agar Finney dapat menyelamatkan diri. Inilah bagian yang paling seru dari The Black Phone (2021). Perlahan tapi pasti, Finney menguak berbagai misteri yang ada.

Dengan lokasi yang hanya itu-itu saja, The Black Phone (2021) berhasil membuat saya menyimak tanpa mengantuk, jauhlah dari kata bosan. Kisahnya, misterinya semua disajikan dengan menarik.

Kemudian, The Black Phone (2021) tidak banjir jump scare. Penggunaan jump scare pada film ini terbilang sangat pas. Saya paling benci kalau menonton film horor yang menggunalan jump scare di mana-mana sampai di bagian yang tidak perlu.

Secara keseluruhan, The Black Phone (2021) layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Ternyata ada juga film hasil adaptasi cerita pendek yang sebagus ini.

Sumber: http://www.theblackphonemovie.com

DC League of Super-Pets (2022)

DC Comics terus berusaha memanfaatkan semua materi superhero yang mereka miliki. Kali ini DC Comics hadir dengan nuansa yang lebih cerah. Diambil dari Legion of Super-Pets, DC Comics menghadirkan DC League of Super-Pets (2022) ke layar lebar.

Film ini bercerita mengenai Kripto (Dwayne Johnson), anjing putih peliharaan Superman (John Krasinski). Sama seperti Superman, Kripto berasal dari Planet Kripton. Maka, Kripto memiliki kekuatan dan kelemahan yang sangat mirip dengan Superman.

Sayangnya, Kripto mempunyai masalah dalam bersosialisasi. Ia kesulitan untuk bergaul dan berteman dengan hewan lain di Bumi. Superman adalah satu-satunya sahabat yang ia miliki. Masalah datang ketika Superman hendak menikah. Kripto yang tidak memiliki teman lain, merasa tersingkirkan. Bagaimana cara Kripto belajar dalam hal persahabatan dan sosialisasi?

Semua terjadi melalui hadirnya masalah lain yang lebih besar. Seekor binatang berhasil memanfaatkan kekuatan kripton kuning untuk melumpuhkan Superman beserta seluruh anggota Justice League. Kripto bahkan harus kehilangan kekuatan supernya. Sebagai anjing biasa, bagaimana Kripto dapat menyelamatkan majikannya. Dengan bantuan hewan lain tentunya. Mau tak mau Kripto harus berteman.

Kripto meminta bantuan sekelompok hewan yang terkena radiasi kripton kuning. Hewan-hewan ini memiliki kekuatan super sendiri-sendiri. Namun mereka masih belum dapat mengendalikan kekuatan baru mereka. Di sinilah Kripto hadir sebagai anjing yang sudah lama memiliki kekuatan super.

Bersama-sama, mereka bahu-membahu menyelamatkan Justice League dan Bumi dari ancaman. Dalam perjalannya, mereka belajar mengenai persahabatan dan kepercayaan diri.

Dari segi cerita, DC League of Super-Pets (2022) lumayan menarik dan mudah dicerna. Adegan pekelahiannya lumayan ok. Humor-humornya lebih banyak berbicara mengenai bagaimana Kripto gagal memposisikan dirinya. Yah, sekilas humor-humornya mirip Bolt (2008). Tapi sayangnya tidak selucu Bolt (2008).

Sementara ini animasinya mirip seperti gaya-gaya serial animasi DC Comics seperti Batman The Animated Series. Hanya saja tentunya DC League of Super-Pets (2022) lebih halus dan cantik. Kemudian film ini nuansanya sangat cerah dan sangat berbeda dengan film-film DCEU (DC Extended Universe) yang sangat gelap. Namun saya tidak terlalu yakin film ini cocok untuk ditonton anak-anak Indonesia dengan keadaan dan budaya Indonesia saat ini.

Apabila dilihat dengan sangat teliti, film ini menyisipkan sedit unsur LGBT. Sedikitnya sedikit sekali yah. Kalaupun ada anak kecil yang menonton, sepertinya ia tidak akan menyadarinya. Hanya sepersekian detik di awal-awak film kok. Kemudian film inipun memiliki beberapa adegan ciuman. Semua tergantung kepada orang tua yang mendampingi yah.

Saya rasa DC League of Super-Pets (2022) masih layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan” Bolehlah untuk dijadikan hiburan ramai-ramai :).

Sumber: http://www.dccomics.com

Sate Kambing Mas Mario

Setiap singgah ke Solo, ada sebuah warung sate yang selalu saya datangi yaitu Sate Kambing Mas Mario. Lokasinya di Jalan Kapten Mulyadi, Pasar Kliwon, Surakarta, tepatnya disamping Masjid Jami Assegaf. Hanya saja warung ini justru buka di pagi dan siang hari. Sore saja sudah tutup, apalagi malam, biasanya kan tukang sate buka malam-malam. Pada awalnya saya sendiri kebingungan kok ya ini warung selalu tutup.

Dari berbagai menu yang ada di Mas Mario, saya baru sempat mencicipi sate kambing campur, garmas dan nasi goreng kambing. Maklum saya bukan penduduk Solo, jadi hanya sesekali saja mampir di sana.

Sate kambing campur hadir tanpa tusuk sate. Rasanya sebenarnya mirip sate kambing yang sudah dicopot dari tusuknya lengkap dengan kecap, kol, bawang dan tomat. Sesuai namanya, ada kata-kata campur. Sate kambing campur tidak hanya terdiri dari potongan daging. Terdapat pula gajih dan kawan-kawan di sana. Radanya yaa lumayan, tapi tidak terlalu spesial.

Garmas atau garang masak menggunakan potongan daging kambing yang sudah dibakar terlebih dahulu. Kemudian daging-daging tersebut di masak lagi menggunakan kuah. Rasanya ada manis santan yang berbeda dengan manis sate kambing biasa. Hal ini yang membuat garmas Mas Mario terasa istimewa, enakkk.

Nasi goreng kambing menggunakan potongan daging kambing yang cukup besar. Dagingnya benar-benar terasa. Aromanya harum dan memiliki rasa manis yang khas. Jangan lupa untuk menambahkan kerupuk putih yang dapat diminta. Renyahnya memperkaya nasi goreng tersebut. Menu ini akan terasa spesial kalau kita minta nasi gorengnya pedas. Akan terasa pedas lada yang pas sekali dengan rasa lainnya yang sudah ada. Nah ini dia menu favorit saya di Mas Mario. Yummmmmmm.

Secara keseluruhan, Sate Kambing Mas Mario memiliki menu yang saya sukai. Walaupun anehnya saya tidak terlalu terkeaan dengan satenya. Di sana saya justru suka dengan garmas dan nasi goreng kambingnya hehehehe. Bagaimana pun juga, saya rasa Sate Kambing Mas Mario layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimim 5 yang artinya “Enak”. Warung ini menjadi salah satu tujuan saya kalau hendak sarapan atau makan siang di kota Solo ;).

Makan Mie Tek-Tek ala Temon

Ketika masih kecil dulu, sering ada ada gerobak tukang mie jawa lewat depan rumah. Biasanya kami menyebutnya mie tok-tok dan mie tek-tek, sesuai dengan bunyi yang mereka keluarkan ketika lewat. Sudah lama sekali tukang mie tok-tok dan mie tek-tek punah dari lingkungan rumah saya. Baru kali inilah ada restoran mie jawa yang buka di dekat rumah. Namanya Bakmie Jawa Temon Gunung Kidul. Lokasinya berada di Jalan Taman Malaka Selatan Blok B14 No. 4, Duren Sawit, Jakarta Timur. Lokasinya asri, luas dan nyaman, sangat cocok untuk berkumpul bersama keluarga dan teman.

Namun, bagaimana makanannya? Di sana terdapat mie jawa rebus dan mie jawa goreng. Keduanya merupakan hidangan yang paling banyak dipesan. Keduanya sama-sama menggunakan suwiran daging ayam dan bebek yang cukup banyak. Jadi dagingnya benar-benar terasa dan memberikan rasa yang unik. Mienya pun terasa kenyal-kenyak gurih. Ini sih kelasnya di atas mie tek-tek atau mie tok-tok yang dulu lewat hehehe. Sedikit perbedaannya adalah mie jawa rebus terasa hangat dan relatif lebih gurih. Sedangkan mie jawa gorengnya memiliki tingkat kemanisan yang pas. Wah ini adalah restoran mie jawa paling enak di dekat rumah saya.

Tempat yang bagus dan rasa masakan yang lezat tentunya menjadika Temon sebagai alternatif kalau sedang ingin jajan di luar. Saya ikhlas memberikan Temon nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”.

Bersantai di H.O.M.E. Ice Cream & Cafe

Pulang mengantar anak-anak les balet, biasanya pasti saja ada yang meminta jajan ini itu. Tak terlalu jauh dari lokasi les, terdapat restoran gelato yang nampak nyaman. Letaknya ada di belakang LIA Galaxy Bekasi, tepatnya di Jl. Kelud No. 106, Jakasampurna, Bekasi. Namanya H.O.M.E. Ice Cream & Cafe.

Konon restoran ini didirikan setelah pemiliknya menghabiskan waktu di Italia. Gelato menjadi sesuatu yang lazim disantap di sana. Yang membuat gelatoApa beda gelato dengan es krim biasa? Gelato memiliki kandungan susu yang lebih banyak dan kandungan lemak yang lebih sedikit. Selain itu gelato lebih padat, kandungan udara di dalamnya lebih sedikit. Maka, gelato relatif lebih sehat dibandingkan es krim biasa. Terus terang saya bukan fansnya es krim. Jadi gelato pun terasa mirip deng es krim pada umumnya. Ini kalau dilihat dari rasa yaaaaa.

Gelato di H.O.M.E. sendiri memiliki aneka varian. Kalau agak siang dan di akhir pekan, biasanya sudah tidak ada pilihan. Beberapa sudah mulai habis. Rasanya lumayan enak dan segar. Saya sendiri relatif lebih suka rasa cookies and cream.

Bagi saya pribadi yang menarik dari H.O.M.E. bulan gelato. Namun justru menu lainnya seperti ripieni, tartufo, choux dan aneka hidangan khas Italia lainnya. Aneh tapi nyata hehehe.

Ripieni adalah menu unik dari H.O.M.E. karena bentuknya seperti buah. Hanya saja kalau diperhatikan, ini adalah es krim dengan rasa buah sesuai bentuknya. Jadi kalau bentuknya mirip jeruk, ya sopasti ini es krim jeruk. Es krimnya memang secara natural dibuat dari buah tersebu. Ada ripieni yang terbuat daru jeruk sunkist, mangga, mangga, alpukat dan lain-lain. Kalau menurut saya, ripieni jeruk sunkist terasa asam segar, ripieni mangga terasa manis dan memiliki harum mangga yang semerbak, ripieni buah naga agak overdosis manisnya. Sebenarnya tingkat kemanisan dan keasamannya dipengaruhi oleh rasa buah yang digunakan untuk membuat ripieni. Es krimnya memang secara natural dibuat dari buah tersebut. Ini adalah menu wajib anak-anak saya di H.O.M.E.

Nah kalau tartufo sebenarnya bentuknya tidak menyerupai buah. Hanya saja es krim buahnya dimasukan ke dalam kubah. Dalam hal ini kubah kacang. Saya baru mencicipi tartufo duren dan rasanya agak biasa. Yaaa lumayan laa.

Selanjutnya, saya akan membahas choux, pastrie favorit saya di manapun berada. Choux di H.O.M.E. menggunakan gelato di bagian tengahnya. Kita dapat memilih 2 atau 3 varian gelato untuk dipergunakan sebagai isian choux. Choux terasa lembut dan harum, kemudian dingin dan segar di tengah. Yuuuum, ini adalah favorit saya. Yaa saya memang fansnya choux, tapi Choux milik H.O.M.E. termasuk memuaskan :).

Selain es-esan, H.O.M.E. juga memiliki menu pizza loh. Tapi ingat, ini pizza khas italia asli. Rotinya terbuat dari roti gandum dengan topping yang sederhana. Jauh kalau dibandingkan toppong pizza-nya Pizza Hut. Karena Pizza Hut itu pizza khas Amerika. Kalau mau yang asli Italia yaaa seperti di H.O.M.E. ini. Rasanya memang lebih sederhana.

Selain makanan, H.O.M.E. memiliki lokasi yang nyaman untuk dipakai berkumpul dan bersantai. Di sana terdapat kolam ikan dan kura-kura. Anak saya biasa menyantap es krim sambil memberi makan ikan dan kura-kura di sana ;).

Secara keseluruhan, H.O.M.E. merupakan tempat yang pas bagi keluarga saya untuk berkumpul di akhir pekan. H.O.M.E. tentunya layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.