The Bad Guys (2022)

The Bad Guys (2022) merupakan film animasi terbaru dari DreamWorks. Sesuai judulnya, film ini mengisahkan sekelompok penjahat profesional yang bernama The Bad Guys. Masing-masing anggota memiliki kelebihan dan peranan tertentu dalam melancarkan aksinya.

Semua terasa mudah sampai The Bad Guys berusaha mencuri piala Golden Dolphin Awards. Beberapa penjahat ternama sudah merasakan pahitnya kegagalan ketika berusaha mencuri piala ini. Satu diantaranya bahkan sampai menghilang dan tidak pernah terlihat lagi.

Rintangan The Bad Boys kali ini bukan hanya jeruji besi. Melainkan perubahan hati para anggotanya. Kawanan penjahat ini berpura-pura menjadi penjahat yang insyaf demi mencuri piala Golden Dolphin Awards. Lama kelamaan tanpa mereka sadari, berbuat baik itu ternyata menyenangkan.

Perubahan sosok jahat menjadi sosok baik memang sudah banyak sekali diangkat oleh film-film lain. Tidak dipungkiri lagi bahwa pesan moral The Bad Guys (2022) memang berhubungan dengan itu. Seorang penjahat kelas dapat berubah menjadi menjadi seseorang yang baik dan berhenti melakukan kejahatan.

Hanya saja, The Bad Guys (2022) menyampaikan pesan moral tersebut dengan cara yang menarik dan menyenangkan. Jalan ceritanya penuh lika-liku, namun tidak membingungkan. Akhir ceritanya yah memang jelas bisa ditebak. Tapi pertengahan ceritanya benar-benar penuh kejutan.

Ditambah dengan gaya animasi yang halus dan unik, The Bad Guys (2022) semakin nyaman untuk ditonton. Grafik 2D dengan gaya tulisan tangan di mana-mana memang menjadi trend baru bagi berbagai film animasi berbudget besar.

Saya suka dengan visual, pesan moral dan kisah dari The Bad Guys (2022). Film ini sudah sepantasnya memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Kisah yang diadaptasi dari buka anak-anak karangan Aaron Blabey ini, kemungkinan akan menelurkan sekuel. Kita tunggu sajaaa ;).

Sumber: http://www.thebadguysmovie.ca

Turning Red (2022)

Pada awal tahun 2022, Walt Disney kembali menelurkan sebuah film animasi. Apakah akan ada putri baru kali ini? Jawabnya antara ya dan tidak. Turning Red (2022) mengambil latar belakang kota Toronto di Kanada pada tahun 2002. Bukan di zaman kerajaan yaaa.

Tokoh utamanya adalah Meilin “Mei” Lee (Rosalie Chiang), seorang remaja keturunan Tionghoa yang tinggal di Kanada. Mei memiliki banyak sahabat. Ia memiliki kepribadian yang supel dan mudah berteman. Yang Mei tidak sadari adalah ternyata ia adalah keturunan dari seorang bangsawan Tiongkok.

Hal ini memberikan Mei sebuah kekuatan sekaligus kutukan. Tergantung bagaimana kita memandangnya. Pada kondisi tertentu semua wanita yang berada di satu garis keturunan dengan Mei, dapat berubah menjadi seekor panda merah raksasa.

Perubahan wujud inilah yang menjadi topik utama Turning Red (2022). Mei harus belajar untuk beradaptasi dengan kondisinya. Tidak hanya Mei, ternyata ibu Mei pun ternyata masih menghadapi masalah kurang lebih sama. Dalam perjalanannya permasalahn terkait hubungan ibu dan anak pun ikut terpecahkan.

Terdapat bagian mengharukan pada bagian akhir film. Sayang alur ceritanya agak membosankan dan klise. Kelebihan dari Turning Red (2022) adalah pada karakter Mei yang energik. Tanpanya, film ini akan sangat hambar. Secara keseluruhan, Turning Red (2022) sudah sepantasnya memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Sumber: movies.disney.com

Luca (2021)

Luca (2021) adalah film animasi jebolan Walt Disnet & Pixar yang mengisahkan petualangan si monster laut cilik, Luca Paguro (Jacob Tremblay). Ia dan keluarganya tinggal jauh di dasar laut. Uniknya, bangsa monster laut pada Luca (2021) dapat berubah menjadi manusia biasa ketika berada di darat dan tidak terkena air.

Selama ini, manusia dan monster air memang bermusuhan. Manusia akan menangkap atau menyerang monster air ketika mereka melihatnya. Itulah mengapa para monster air memilih untuk hidup damai di dasar laut, jauh dari jangkauan manusia. Perbedaan membuat kedua jenis mahluk ini saling menjauh dan tidak bersahabat.

Berbeda dengan monster air lain, Luca justru tertarik dengan dunia manusia. Setelah berkenalan dengan Alberto Scarfano (Jack Dylan Grazer), Luca memilih untuk diam-diam pergi ke darat dan berbaur dengan manusia. Alberto sendiri merupakan monster laut yang sering pergi ke daratan. Kedua sahabat baru ini pergi ke sebuah kota nelayan kecil di Italia. Selama Luca dan Alberto tidak basah, tidak akan ada yang mengetahui bahwa keduanya bukan manusia.

Dalam perjalanannya, Luca dan Alberto menjadi terobsesi dengan Vespa. Untuk memperoleh Vespa idamannya, mereka akhirnya menjalin persahabatan dengan beberapa penduduk kota. Apakah tali persahabatan tersebut akan terceraiberai bila semuanya mengetahui bahwa Luca dan Alberto merupakan monster air?

Fokus utama kisah Luca (2021) adalah mengenai bagaimana perbedaan tidak seharusnya menghalangi persahabatan. Monster laut atau manusia, semuanya sebenarnya bisa hidup damai berdampingan. Sebuah pesan moral yang sangat baik bagi para penontonnya.

Sayangnya, dunia yang menjadi latar belakang Luca (2021), tidak terlalu dibahas dengan jelas. Kenapa kok monster laut kalau tidak terkena air, bisa berjalan layaknya manusia biasa? Memang mereka semua anak cucunya Ariel si Putri Duyung? Rasanya, masih banyak hal yang dapat memperkaya Luca (2021) tapi tidak dipergunakan. Bagi saya pribadi, kisah Luca (2021) agak terlalu sederhana dan mudah ditebak. Ditambah dengan humor yang agak tipis, Luca (2021) terkadang membosankan.

Dengan demikian Luca (2021) layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Jarang-jarang nih tokoh utama film Pixar dan Disney menggunakan anak laki-laki sebagai protagonis utamanya, biasanya perempuan.

Sumber: http://www.pixar.com

Encanto (2021)

Pada pergantian tahun 2021 menuju 2022 ini Disney dan Pixar melahirkan film animasi dengan judul Encanto (2021). Kali ini film animasinya tidak mengisahkan mengenai kerajaan atau putri-putrian. Dengan latar belakang daerah Kolombia pada era peperangan, Encanto (2021) mengisahkan keluarga Madrigal. Karena kerusuhan dan peperangan, keluarga Madrigal mengungsi ke sebuah wilayah terpencil di balik pegunungan. Melalui sebuah peristiwa menyedihkan, mereka menemukan sebuab rumah dan sebuah lilin ajaib.

Rumah baru keluarga Madrigal seolah hidup dan memiliki nyawa. Di dalamnya terdapat banyak kamar dengan pintu yang unik. Mayoritas pintu-pintu tersebut bercahaya dan menunjukkan kekuatan si pemilik kamar. Keluarga Madrigal memang memiliki kekuatan unik secara turun temurun. Ketika sudah mencapai umur tertentu, setiap anggota keluarga Madrigal menjalankan sebuah upacara. Upacara tersebut dilakukan di dalam rumah dan di depan lilin ajaib. Ini bukan upacara pesugihan atau babi ngepet yah :’D.

Setelah upacara selesai, anak-anak keluarga Madrigal memiliki kekuatan ajaib dan pintu kamar mereka pun akan bercahaya terang. Setiap keturunan keluarga Madrigal memiliki kekuatan yang berbeda. Ada yang super kuat, ada yang dapat menumbuhkan berbagai tanaman, ada yang mampu melihat masa depan, ada yang dapat mengendalikan cuaca, ada yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit, ada yang dapat merubah wujud, ada yang memiliki pendengaran super, dan ada yang dapat berbicara dengan hewan. Mereka semua menggunakan keajaiban tersebut untuk membantu masyarakat sekitarnya.

Tak lama, lingkungan sekitar keluarga Madrigal dapat tumbuh dan berkembang. Keluarga Madrigal pun menjadi pilar penyangga kehidupan masyarakat. Seluruh penduduk menghormati keluarga Madrigal.

Tinggal di tengah-tengah keluarga terpandang yang memiliki kekuatan ajaib, akan menjadi beban bagi Mirabel Madrigal (Stephanie Beatriz). Ia adalah satu-satunya anggota keluarga Madrigal yang nampak tidak memiliki kekuatan ajaib. Tanpa Mirabel sadari, saudara-saudarinya pun memikul beban karena kekuatan ajaib yang mereka miliki. Memiliki kekuatan ajaib atau tidak, setiap individu mengalami tekanan tertentu dalam mengarungi badai kehidupan. Apakah mereka menjadi seseorang karena keajaiban mereka atau karena kualitas diri sendiri?

Tidak banyak yang tahu, tapi rumah keluarga Madrigal memiliki keretakan yang semakin hari semakin banyak. Kepala keluarga Madrigal sendiri diam-diam merasa bahwa keajaiban keluarga mereka sedang sekarat. Mirabel pun harus bertindak untuk menyelamatkan keajaiban keluarga Madrigal. Berdasarkan penglihatan pamannya Mirabel yang dapat meramal, kehancuran dan keberlangsungan keajaiban ini berkaitan erat dengan Mirabel. Sayangnya, sang paman menghilang tak lama setelah ia melihat masa depan Mirabel.

Alur cerita Encanto (2021) berhasil membuat saya penasaran karena misteri bagaimana cara Mirabel menyelamatkan keajaiban keluarganya, kemudian mengapa paman Mirabel yang dapat meramal justru menghilang tanpa jejak, terakhir … sepanjang film saya ingin mengetahui apa sih kekuatan atau keistimewaan Mirabel. Lha masak tokoh utamanya malah tidak memiliki kekuatan apa-apa, hehehehehe. Pada akhirnya semua dapat terjawab dengan sederhana. Film ini memang mengandung misteri tapi misterinya tidak rumit kok. Semua sangat mudah dipahami dan agak mudah ditebak di pertengahan film.

Film ini didukung oleh aneka nyanyian yang bersahabat bagi kuping saya. Encanto (2021) memang terbilang film animasi yang banyak menggunakan nyanyian. Di tengah-tengah film akan banyak sekali nyanyian. Biasanya saya kurang suka dengan hal ini. Tapi spesial untuk Encanto (2021), nyanyian-nyanyian tersebut mampu menghibur dan enak di kuping saya :).

Ditambah dengan animasi yang cantik, Encanto (2021) semakin nyaman untuk dilihat. Kali ini Disney dan Pixar bermain dengan warna-warni yang cerah dan sangat halus. Film ini nampak dipersiapkan dengan sangat serius.

Saya sendiri ikhlas untuk memberikan Encanto (2021) nilai 4 dari skala maksimum 5 yabg artinya “Bagus”. Dengan pesan moral akan keluarga dan kemampuan diri sendiri, Encanto (2021) sangat layak untuk ditonton bersama seluruh anggota keluarga.

Sumber: http://www.encantoencines.com

Serial Lamput

Lamput merupakan serial kartun anak produksi India yang biasa diputar di Channel Cartoon Network. Dikisahkan bahwa karakter Lamput lahir dari sebuah eksperimen di Laboratorium. Dengan kemampuan berubah wujud, Lamput berhasil kabur dari Laboratorium. Kemudian Skinny & Specs diutus pihak Laboratorium untuk menangkap Lamput dengan cara apapun. Adegan kejar mengejar antara Lamput dengan kedua utusan Laboratorium inilah yang menjadi topik utama dari serial Lamput.

Tidak hanya mampu berubah wujud, Lamput pun cukup cerdik sehingga Specs & Skinny selalu gagal menangkapnya. Hadir dengan animasi yang sederhana dan tanpa dialog, adegan kejar mengejar ini terasa enak untuk diikuti, baik bagi penonton dewasa maupun penonton cilik.

Kalau dilihat dari segi pesan moral, Lamput memang hampir tidak memiliki pesan moral apapun, hehehehe. Hanya saja terkadang ada beberapa episode yang menunjukkan persahabatan antara Lamput dengan kedua orang yang memburunya. Saya tidak melihat ada karakter jahat di sana. Semua hanyalah hiburan segar yang dapat dijadikan selingan di sela-sela kesibukan.

Saya merasa terhibur oleh Lamput. Kisahnya lebih menyenangkan untuk lihat dibandingkan serial-serial lainnya yang sejenis. Saya rasa Lamput layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimal 5 yang artinya “Bagus”. Serial ini mampu memberikan hiburan segar dengan sedikit pelajaran moral di dalamnya.

Sumber: lamput.cartoonnetworkasia.com

Serial The Loud House

A casa dei Loud atau The Loud House adalah serial animasi yang mengisahkan keseharian sebuah keluarga besar. Keluarga tersebut adalah keluarga Loud yang sangat padat karena memiliki 11 orang anak. Masing-masing anak mekiliki minat dan bakat yang berbeda. Ada yang gemar mengikuti mode, gemar bermusik rock, gemar dengan ilmu pengetahuan, gemar melakukan kegiatan feminin, gemar berolahraga, gemar melucu, gemar melakukan kegiatan pertukangan, gemar bergaya gothic dan lain-lain.

Wah, banyaknya kepala dengan minat dan bakat yang jauh berbeda begitu, pastilah sering terjadi kegaduhan. Dari kesebelas anak-anak tersebut, ada 1 anak yang paling terdampak dengan segala kegaduhan tersebut. Anak tersebut adalah Lincoln Loud (Asher Bishop / Grant Palmer / Collin Dean) karena ia adalah satu-satunya anak laki-laki di keluarga Loud. Kesepuluh adik dan kakak Lincoln adalah anak perempuan.

Kemudian, di sana terdapat pula tingkatan perbedaan umur yang membedakan tingkat kedewasaan dari masing-masing karakter. Kekuatan dari masing-masing anak keluarga Loud terlihat kuat. Hal ini berhasil mendukung berbagai alur cerita yang penuh komedi dan menarik untuk diikuti oleh penonton dari berbagai usia.

Kalau dilihat dari segi pesan moral. Serial The Loud House mengajarkan bagaimana perbedaan tidak sertamerta membuat perpecahan. Pertengkaran memang wajar untuk terjadi. Potensi perpecahan sangat mungkin terjadi di dalam keluarga Loud. Namun semua dapat diselesaikan dengan kekeluargaan.

Hadir dengan gaya animasi yang unik, The Loud House semakin tidak membosankan untuk dilihat. Ditambah lagi dengan kelebihan-kelebihan lainnya, maka serial ini layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Hanya saja saja terdapat sedikit bagian dari serial ini yang tidak sesuai dengan budaya konservatif Indonesia. Ada baiknya kalau kita tetap mendampingi anak-anak kita ketika menonton The Loud House. Toh serial ini masih dapat dinikmati oleh penonton dewasa ;).

Sumber: http://www.nick.com

The Mitchells vs. the Machines (2021)

Masih ingat dengan Spider-Man: Into the Spider-Verse (2018)? Film kartun keluaran Sony tersebut menggunakan animasi yang unik dan bagus sekali. Pada tahun 2021 ini, Sony melakukannya lagi melalui The Mitchells vs. the Machines (2021). Gaya animasinya sangat mirip dan jauh dari kata membosankan. Dari segi kualitas animasi, Mitchells vs. the Machines (2021) merupakan salah satu film animasi terbaik di tahun 2021.

Bagaimana dengan ceritanya? Film yang pada awalnya akan dirilis dengan judul Connected pada 2020 ini, berbicara mengenai hubungan sebuah keluarga. Karena pandemi Corona dan alasan lainnya, akhirnya film inu baru dirilis pada akhir April 2021 dengan judul yang berbeda, Mitchells vs. the Machines (2021).

Mitchell adalah keluarga yang menjadi sentral film ini. Seperti keluarga Amerika lain pada umumnya, keluarga ini terdiri dari ayah, ibu dan 2 orang anak, … dan seekor anjing. Hubungan mereka tidak terlalu erat terutama antara si ayah dan anak perempuan sulungnya. Keduanya terus berselisih hampir di setiap kesempatan.

Untuk mempererat hubungan di dalam keluarga Mitchell, si ayah memutuskan untuk mengadakan perjalanan darat bersama-sama. Tujuan akhir mereka adalah mengatarkan si sulung ke kota California untuk melanjutkan pendidikan di sana.

Di tengah-tengah perjalanan, terjadi sebuah insiden pengambilalihan kendali Bumi oleh sekelompok mesin super canggih. Uniknya, hanya keluarga Mitchell saja yang gagal ditawan oleh para mesin. Sekarang, nasib seluruh umat manusia berada di tangan keluarga Mitchell yang penuh konflik dan jauh dari kata sempurna.

Kalau dilihat dari logika, jelas banyak sekali plot hole dan hal-hal yang tidak masuk akal terjadi pada film ini. Tapi semua masih dalam batas wajar. Semua tertutupi dengan animasi yang keren dan cerita yang bagus.

Pesan moral yang Mitchells vs. the Machines (2021) berikan pun, terbilang baik dan cocok bagi keluarga. Topik utama film ini memang hubungan keluarga. Semua disampaikan dengan cara yang menyenangkan dan tidak menggurui.

Dengan demikian, saya rasa Mitchells vs. the Machines (2021) layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Film ini merupakan film keluarga yang berbicara mengenai keluarga. Namun, bagi beberapa penonton, ada 1 dialog yang menunjukkan LGBTQ secara samar. Yah namanya juga samar, tidak akan terlihat jelas apalagi bagi penonton Indonesia. Kenapa? Karena penonton Indonesia selama ini memang tidak merayakan hari raya Thanksgiving. Selain itu, orang Indonesia memiliki struktur nama yang berbeda dengan nama-nama orang Amerika. Jadi, 1 dialog LGBTQ samar-samar terkait Thanksgiving dan sebuah nama orang Amerika, tidak akan penonton Indonesia sadari. Saya sendiri tidak menyadarinya ketika pertama kali menonton Mitchells vs. the Machines (2021).

Sumber: http://www.sonypicturesanimation.com

Onward (2020)

Onward (2020) adalah film animasi keluaran Disney yang … akhirnya memiliki pria sebagai tokoh utamanya :’D. Yaaah, coba lihat saja, akhir-akhir ini Disney rajin menetaskan film animasi dengan tokoh utama seorang putri atau pejuang wanita. Memang sih ada campur tangan Pixar pada Onward (2020), tapi tetap .. akhirnya tokoh utamanya mas-mas, bukan mbak-mbak terus :).

Latar belakang film animasi yang satu ini adalah dunia dongeng yang dihuni oleh, peri, naga, kurcaci, faun, cyclop, maticore, goblin dan berbagai mahluk dongeng lainnya. Pada awalnya mereka hidup berdampingan dengan sihir beserta hal-hal fantasi lainnya. Namun bagaimana ketika mahluk-mahluk dongeng tersebut semakin lama semakin berkembang? Ilmu pengetahuan mereka semakin tinggi hingga akhirnya mereka mampu memiliki berbagai teknologi dan sistem yang modern. Sihir pun telah menjadi masa lalu dan terlupakan begitu saja.

Namun di tengah-tengah hingar bingar dunia dongeng yang sudah modern, terdapat Barley Lightfoot (Chris Pratt) yang masih percaya bahwa sihir itu ada. Barley memiliki pengethuan yang luas akan sihir dan berbagai legenda yang meliputinya. Namun ternyata bukan Barley yang berhasil membangkitkan sihir. Adik Barley, yaitu Ian Lightfoot (Tom Holland) justru ternyata memiliki kemampuan sihir. Ian yang memiliki masalah kepercayaan diri, berhasil menggunakan sebuah tongkat sihir untuk membangkitkan mendiang ayah mereka. Sayang Ian hanya mampu mengembalikan bagian bawah sang ayah. Dari sini, Barley & Ian berkelana demi membangkitkan tubuh ayah mereka dengan lengkap.

Hubungan kakak adik yang renggang, menjadi semakin erat akibat petualangan ajaib tersebut. Di sana, Ian belajar untuk lebih percaya diri dan lebih menyayangi Barley. Semua tingkah yang Barley lakukan selama ini ternyata ia lakukan untuk memberikan figur ayah bagi Ian. Sebuah akhir yang mengharukan dan bagus sekali.

Onward (2020) berhasil memberikan cerita yang lumayan menarik dengan berbagai pesan moral yang bagus sekali. Saya rasa Onward (2020) layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

Sumber: http://www.pixar.com/onward

Serial My Little Pony: Pony Life

Sebagai franchise yang sudah ada sejak lama, My Little Pony sudah hadir dalam berbagai bentuk film. Film serinya saja sudah ada berapa jenis. Kali ini saya membahas film seri dari My Little Pony yang paling imut yaitu Pony Life. Kelima karakter utama My Little Pony tentunya kembali hadir di sini. Di sini ada Twilight Sparkle (Tara Strong), Pinkie Pie (Andrea Libman), Apple Jack (Ashleigh Ball), Rarity (Tabitha St. Germain), Fluttershy (Andrea Libman) dan Rainbow Dash (Tabitha St. Germain).

Formasi lengkap sudah hadir. Lalu apa bedanya Pony Life dengan serial Little Pony lainnya? Serial ini hadir dilengkapi oleh animasi yang lucu. Fokus serial ini pun lebih ke arah hiburan dan humor. Dalam setiap episodenya, kita tidak akan selalu disuguhkan mengenai bagaimana persahabatan dapat mengalahkan kejahatan dan menyelamatkan dunia. Sebagian besar episodenya justru berhubungan dengan hobi dan keseharian kelima karakter utama Pony Life.

Keenam karakter utama hadir dengan masalahnya masing-masing. Semuanya diselesaikan dengan berbagai kelucuan di mana-mana. Penonton dewasa tidak akan kebosanan ketika ikut menonton film seri ini.

Pesan moral dari film kartun ini tidaklah banyak dan hanya itu-itu saja sih. Animasi dan kisah yang lucu, menjadi daya tarik serial ini. Pony Life merupakan versi My Little Pony yang tidak serius. Dengan demikian, serial imut ini masih layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

Sumber: mylittlepony.hasbro.com/en-us/characters/ponylife

Serial Bluey

Bluey adalah film seri animasi anak keluaran Australia yang biasa putri kecil saya saksikan di Stasiun TV Disney. Serial asal Australia ini mengisahkan keseharian sebuah keluarga anjing yang tediri dari Bandit sang ayah (David McCormack), Chili sebagai sang ibu (Melanie Zanetti) , Bingo sebagai adik Bluey, dan tentunya Bluey sendiri. Bluey adalah anjing heler berwarna biru yang energik, ceria dan kreatif. Ahh sebuah karakter yang biasa dimiliki oleh banyak protagonis utama sebuah film anak. Lalu apa istimewanya Bluey?

Sebagai anak anjing, Bluey tentunya senang bermain. Kegiatan bermain Bluey bersama keluarga dan temannya, dipertontonkan dengan cara yang menghibur. Serial ini menunjukkan bagaimana kreatifnya Bluey dan kawan-kawan ketika sedang bermain. Tidak hanya bermain, terkadang kegian Bluey lainnya pun terlihat segar dan tidak repetitif. Sebagai penonton dewasa, saya sendiri tidak merasa bosan ketika sedang menemani anak saya menonton Bluey.

Sebagai film seri untuk anal-anak, Bluey tentunya menyisipkan berbagai pelajaran yang positif bagi penontonnya. Sebuah contoh yang tak ada salahnya untuk ditiru oleh anak-anak.

Saya rasa serial anak yang satu ini layal untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yabg artinya “Bagus”. Durasi per episode-nya memang tidak terlalu panjang, tapi itu cukuplah untuk dijadikan tontonan segar bersama anak kita di rumah.

Sumber: http://www.bluey.tv