The Batman (2022)

Batman merupakan tokoh superhero yang sangat populer sejak saya kecil. Tak terhitung sudah ada berapa aktor yang memerankan Batman pada film layar lebarnya. Christian Bale adalah salah satu yang terbaik melalui trilogi Batman-nya Christopher Nolan. Kemudian Ben Afflect mengambil alih peran Batman pada proyek DCEU (DC Extended Universe) yang sudah jelas kalah telak melawan MCU (Marvel Cinamatic Universe).

Sepertinya film layar lebar para superhero adan supervillain DC relatif lebih sukses pada film solonya. Apakah The Batman (2022) akan sesukses trilogi Batman-nya Nolan? Kali ini Batman atau Bruce Wayne diperankan oleh Robert Pattinson. Kebetulan film yang mempopulerkan nama Pattinson adalah kelima film Twilight. Oooucch, itu adalah 5 film populer yang kurang saya sukai. Hhhmmmm, inilah yang pada awalnya membuat saya agak ragu dengan The Batman (2022) :(.

Latar belakang The Batman (2022) adalah sekitar 2 tahun setelah Bruce Wayne pertama kali menjadi Batman. Kota Gotham masih dikuasai oleh para penjahat. Seorang Batman terasa kurang banyak untuk membasmi semua ini.

Biasanya, seorang superhero sebesar Batman harus berhadapan dengan penjahat super dengan rencana maha dahsyat. Pada DCEU bahkan sebuah rencana yang dapat menghacurkan dunia. The Batman (2022) lebih memilih kembali ke dasar. Batman yang masih hijau, berhadapan dengan lawan-lawan yang masih baru juga. Tidak ada senjata super canggih di sana. Tidak ada pula kekuatan super yang maha dahsyat di sana. Kostumnya pun relatif sederhana tapi tidak murahan.

Diantara berbagai penjahat kecil yang Batman hadapi, terdapat seorang penjahat yang berani membunuh para pejabat kota. Satu per satu pejabat Gotham dibantai dengan berbagai cara yang unik. Pelaku selalu meninggalkan teka-teki yang harus Batman pecahkan. Semakin lama, Batman semakin dihadapkan kepada berbagai rahasia kotor yang dimiliki berbagai orang berpengaruh di Gotham, … termasuk rahasia keluarga Wayne sendiri.

Alur penyelidikan pada The Batman (2022) terbilang sangat menyenangkan untuk diikuti. Di sini Batman kembali kepada jati dirinya seperti pada awal mula tokoh ini hadir di DC Comics, Batman sebagai detektif. Pada awalnya kisah-kisah pada komik Batman memang memiliki unsur-unsur penyelidikan ala detektif. Hal ini yang terkadang seolah terlupakan dari film-filmnya Batman terdahulu, kecuali trilogi Batman-nya Nolan tentunya.

Kehadiran Pattinson sebagai Batman pun sangat bagus sekali. Bagaimana Batman muncul dan berkelahi, semuanya terlihat keren dan seru. Batman di sini terlihat sangat manusiawi, Pattinson berhasil menunjukkan bahwa Batman juga manusia. Batman bisa merasakan sakit, marah dan ketakutan.

Sedikit kekuarangan dari The Batman (2022) adalah akhirnya ada agak antiklimaks. Namun kalau digali lebih dalam lagi, bagian akhir The Batman (2022) memiliki makna yang dalam. Semua saling berkaitan dan mampu menjadi pembelajaran bagi Batman yang masih hijau.

Saya rasa The Batman (2022) sukses besar menyaingi trilogi Batman-nya Nolan. The Batman (2022) sopasti pantas untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Dengan kualitas sebagus ini, kemungkinan besar film ini akan menelurkan beberapa sekuel lagi. Oh ya, film ini bukan film anak-anak. Adegan sadisnya sih tidak terlalu parah. Hanya saja ceritanya memang lebih pantas ditonton oleh orang dewasa.

Sumber: http://www.thebatman.com

Serial Gotham

Gotham 1

Gotham adalah kota tempat Batman beraksi membasmi kejahatan. Kota ini tidak benar-benar ada di negara manapun, Gotham hanya ada di komik Batman keluaran DC Comics. Film seri atau serial Gotham mengisahkan keadaan kota tersebut jauuuuh sebelum Batman datang, Bruce Wayne saja masih kecil.

Gotham 10

Gotham 13

Episode pertama Gotham diawali dengan kematian orang tua Bruce Wayne (David Mazouz), sebuah adegan yang hampir pasti muncul di setiap film Batman. Biasanya adegan tersebut hanya berupa cuplikan ingatan masa lalu, kemudian tiba-tiba Bruce Wayne sudah besar atau sudah menggunakan kostum Batman. Pada film seri ini, adegan tersebut berlanjut pada penyelidikan kematian pasangan Wayne oleh Detektif James Gordon (Ben McKenzie) dan Detektif Harvey Bollock (Donal Logue). Komisaris Gordon masih berpangkat detektif dan baru saja pulang ke Gotham setelah ia pergi berperang.

Gotham 3

Gotham 4

Gotham 6

Tidak hanya kisah masa lalu Bruce Wayne yang dikisahkan, tapi kisah masa lalu penjahat super yang kelak akan menjadi lawan Batman pun dikisahkan pada serial Gotham. Disana ada Oswald Cobblepot (Robin Lord Taylor) sebelum menjadi Penguin, Selina Kyle (Camren Bicondova) sebelum menjadi Catwoman, Edward Nygma (Cory Michael Smith) sebelum menjadi Riddler, Harvey Dent (Nicholas D’Agosto) sebelum menjadi Two Face, Ivy Pepper (Clare Foley) sebelum menjadi Poison Ivy, dan berbagai karakter DC Comics lain yang hadir di kehidupan Batman nantinya.

Gotham 15

Gotham 16

Gotham 14

Gotham 11

Gotham 5

Gotham 17

Gotham 8

 

Gotham 12

 

Gotham 7

Intrik-intrik yang serial Gotham sajikan penuh lika liku dan menarik untuk diikuti, saya melihat beberapa kejutan di sana terutama terkait dengan strategi yang Oswald Cobblepot jalankan, licik sekaleeeh saudara-saudara -__-. Tapi sayang bagi saya pribadi, keabsenan seorang superhero dari serial Gotham menyisakan lubang yang tidak dapat ditambal. Serial Gotham bukanlah serial superhero, sebab Detektif Gordon sebagai tokoh utama pada serial ini hanya mengandalkan kejujurannya, keahliannya sebagai detektif dan keberuntungannya. Gotham justru lebih banyak menyoroti asal mula tokoh-tokoh penjahat super lawan Batman sebelum mereka berhadapan dengan Batman. Bagi saya pribadi, serial Gotham mampu dijadikan hiburan di rumah sebelum film layar lebar Batman dan Superman hadir. Serial Gotham pantas untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan” :).

 Sumber: www.dccomics.com/tv

The Dark Knight Rises (2012)

The Dark Knight Rises merupakan film ketiga dari trilogi film Batman arahan sutradara Christopher Nolan. Pada film pertama yaitu Batman Begins, diceritakan mengenai asal mula Bruce Wayne menjadi Batman. Sebelum menjadi Batman, Bruce Wayne (Christian Bale) dilatih oleh Ra’s Al Ghul & Laskar Bayangannya agar menjadi pribadi yang lebih kuat dan mampu memimpin Laskar Bayangan di kota Gotham kelak. Namun Bruce menghianati Ra’s Al Ghul ketika dia mengetahui bahwa Ra’s Al Ghul berencana untuk menghancurkan kota Gotham, Ra’s Al Ghul menganggap bahwa Gotham merupakan kota yang penuh “noda” dan harus dibumihanguskan. Setelah membakar markas besar Laskar Bayangan yang berpusat di Asia, Bruce kembali ke Gotham untuk melindungi kota tersebut dan menegakkan keadilan dengan menggunakan nama lain, Batman. Pada film kedua yaitu Dark Knight, Batman harus menghadapi Joker yang cerdik dan licik. Pada pertempuran ini Bruce alias Batman harus kehilangan sahabat masa kecilnya yang bernama Rachel. Selain itu dia juga terpaksa kehilangan sekutu utamanya dalam menumpas kejahatan di kota Gotham yaitu Harvey Dent.

Cerita pada film The Dark Knight Rises menceritakan keadaan 8 tahun setelah peristiwa pada The Dark Knight berakhir, Batman memang berhasil mengalahkan Joker dan memenjarakan ribuan penjahat, namun ia cukup terpukul akan kematian Harvey & Rachel. Bruce tidak mau menjadi Batman lagi dan menolak untuk keluar dari rumahnya. Ia lebih memilih untuk menyendiri dan menjalankan perusahaan dari rumahnya yang megah. Namun Bruce yang sudah lama tidak beraksi terpaksa keluar dari rumahnya untuk menolong Gotham sekali lagi karena Laskar Bayangan yang dahulu sudah dia kalahkan ternyata sudah memiliki pemimpin baru dan siap menghancurkan Gotham. Batman kali ini dibantu oleh Selina Kayle alias Catwoman (Anne Hathaway) dalam menghadapi Laskar Bayangan yang dipimpin oleh Bane (Tom Hardy). Pertanyaannya adalah apakah Bane benar-benar pemimpin baru Laskar Bayangan? Akan ada sedikit penghianatan pada film ketiga Batman ini. 🙂

Batman

Catwoman & Bat-Pod

The Bat

Model Aneka Tunggangan Batman

Batman The Dark Knight Rises

Bane Vs Batman

Durasi film The Dark Knight Rises lebih panjang daripada film kedua maupun pertama yaitu 164 menit, wheeew. Untunglah alur ceritanya tidak terlalu membosankan meski menurut saya alurnya serius banget ya, well Batman memang bukan film komedi so it’s ok. Adegan berantemnya biasa saja, namun peralatan yang dipakai oleh Batman kereeen, Batman sudah tidak pakai bat mobile lagi, tapi pakai motor dan pesawat. Menurut saya alur cerita & akhir dari cerita film ini lebih bagus daripada film yang kedua. Film Batman yang kedua berhasil membuat saya menguap di bioskop, syukurlah film yang ketiga ini tidak. Rasanya The Dark Knight Rises patut mendapat nilai 4 dari skala maksimal 5 yang artinya “Bagus”, saya tidak merasa rugi menontonnya di bioskop kemarin, cocok buat dijadikan hiburan menunggu waktu berbuka puasa. Dua jempol deh buat om Nolan.

Sumber: http://www.thedarkknightrises.com