Suicide Squad (2016)

suicide1

Setelah peristiwa pada Superman V Batman (2016), pemerintah merasa bahwa mereka memerlukan “Superman” baru yang dapat mereka andalkan dan kendalikan ketika bahaya datang. Hal ini diwujudkan dalam bentuk Task Force X atau Suicide Squad yang dibentuk oleh Amanda Waller (Viola Davis).

suicide9

suicide10

Amanda merekrut beberapa orang penjahat yang sudah ditangkap seperti Deadshot (Will Smith), Harley Quinn (Margot Robbie), Kapten Bomerang (Jai Courtney), El Diablo (Jay Hernandez), Killer Croc (Adewale Akinnuoye-Agbaje) dan Slipknot (Adam Beach). Deadshot merupakan pembunuh bayaran yang mampu meletuskan banyak tembakan dengan cepat dan tidak meleset. Quinn merupakan kekasih Joker (Jared Leto) yang agak gila dan nekad. Kapten Bomerang adalah pencuri yang menggunakan bumerang canggih sebagai alat bantu. El Diablo merupakan mantan ketua geng latin yang mempu mengendalikan api. Killer Croc memiliki wujud seperti monster tapi memiliki kekuatan yang besar dan mampu bergerak lincah di dalam air seperti hewan reptil. Terakhir, Slipknot, tokoh paling konyol di film ini karena hanya mampu muncul sesaat saja sebelum mati konyol, ahhh hanya tokoh tak penting dengan kekuatan yang tak penting pula hehehehehe.

Untuk mengendalikan dan mengarahkan aksi tokoh-tokoh di atas, Amanda memadukan mereka dengan personel non kriminal seperti Kolonel Rick Flag (Joel Kinnaman), Katana (Karen Fukuhara) dan June Moone (Cara Delevingne). Rick adalah seorang tentara yang handal dan berfungsi sebagai mata dan telinga Amanda di lapangan. Karana merupakan ahli pedang yang menggunakan sebuah pedang sakti berisikan roh kekasihnya. Bagaimana dengan June Moone? Saya rasa dialah karakter terkuat di sini karena June mampu berubah menjadi Enchantess, seorang penyihir sakti berusia ribuan tahun yang meminjam tubuh June.

suicide7

Pada Suicide Squad (2016),  Amanda dan kawan-kawan harus berhadapan dengan dewa kuno yang bangkit akibat ulah dari salah satu anggota Suicide Squad sendiri. Pada akhirnya Amanda seolah harus membereskan masalah yang Amanda timbulkan sendiri sebagai akibat dari pembentukan Suicide Squad :’D. Maksud hati hendak membuat “Superman”, apadaya justru “Lex Luthor” yang didapat, hehehehehe.

suicide2

suicide4

Nama-nama karakter yang Amanda kumpulkan pada Suicide Squad (2016) termasuk karakter yang tidak terkenal, saya baru mengetahui keberadaannya kemarin ketika menonton Suicide Squad (2016). Apakah karakter-karakter tak terkenal ini mampu tampil menonjol? Diantara karakter-karakter di atas, praktis yang memiliki kekuatan super hanya Enchantess, El Diablo dan Killer Croc. Sisanya yaaa hanya manusia biasa yang ahli melakukan sesuatu atau didukung oleh beberapa alat canggih  dan memiliki modal, modal apa? Modal nekad :P. Tokoh favorit saya tidak jatuh ke Deadshot yang diperankan Will Smith, melainkan kepada El Diablo yang kalem dan menghindari konftontasi tapi mampu tampil garang ketika dibutuhkan :). Porsi kemunculan Deadshot memang relatif besar karena sifat kemanusiaannya dan kepemimpinannya tapi tetap saja saya rasa karakter ini kurang istimewa. Terus terang saya lebih senang dan terhibur dengan hadirnya Quinn. Quinn mampu memberikan kekonyolan-kekonyolan yang dapat menghiasi jalan cerita Suicide Squad (2016). Tanpa El Diablo dan Quinn, saya pasti sudah tertidur ketika menonton film ini.

suicide5

suicide3

suicide8

suicide6

Saya rasa jalan cerita Suicide Squad (2016) terbilang datar, sederhana dan mudah ditebak. Kostum dan special effect yang dipergunakan terlihat biasa untuk film DC Comics tahun 2016, tidak sefantastis Superman V Batman (2016). Suicide Squad (2016) seolah-olah seperti kisah selingan dari DC Comics sebelum film-film anggota Justice League selesai dirilis. Akhir kata, Suicide Squad (2016) hanya dapat memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan” :).

Sumber: www.suicidesquad.com

Terminator Genisys (2015)

Terminator Genisys 1

Pada bulan puasa tahun ini hadir film layar lebar kelima Terminator yaitu Terminator Genisys (2015). Sebelum Terminator Genisys (2015) sudah ada The Terminator (1984), Terminator 2: Judgment Day (1991), Terminator 3: Rise of Machine (2003) dan Terminator Salvation (2009). Menurut saya cerita pada Terminator Genisys (2015) mengacak-acak cerita keempat film Terminator sebelumnya tapi tidak dengan cara yang rumit sehingga penonton yang belum pernah menonton keempat film Terminator terdahulu akan tetap mengerti jalan cerita Terminator Genisys (2015). Tapi menurut saya, akan lebih seru lagi kalau kita sudah tahu cerita pada keempat film Terminator terdahulu sebelum menonton Terminator Genisys (2015).

Sebagai pengantar, saya bahas dahulu keempat film Terminator terdahulu yaaa, tapi singkat saja ;). Pada The Terminator (1984) dikisahkan bahwa Skynet, sebuah komputer super cerdas buatan manusia, menguasai mayoritas sistem komputer yang manusia miliki, termasuk sistem persenjataan militer negara-negara maju. Pada suatu hati di tahun 1997, Skynet mengendalikan nuklir untuk memusnahkan umat manusia, hari tersebut dikenal dengan nama judgment day. Sejak itulah bumi dikuasai mesin, manusia-manusia diburu dan dibunuh. Berawal dari perlawanan kecil-kecilan sampai perlawanan besar-besaran, akhirnya umat manusia berhasil mengalahkan mesin dengan dipimpin oleh John Connor, seorang pemimpin kharismatik yang punya pengaruh besar. Sebelum benar-benar “habis”, Skynet melancarkan strategi yang dapat membatalkan kememangan umat manusia. Skynet menggunakan mesin waktu untuk mengirimkan Terminator T-800 (Arnold Schwarzenegger), cyborg yang memiliki wujud seperti manusia. Terminator tersebut dikirim ke tahun 1984 untuk membunuh ibu John Connor, Sarah Connor (Linda Hamilton). Setelah memenangkan pertempuran dengan tentara-tentara mesin, John Connor menemukan mesin waktu milik Skynet dan mengirimkan orang kepercayaannya, Kyle Reese (Michael Biehn), ke tahun 1984 untuk melindungi Sarah Connor. Pada akhirnya Kyle menjalin hubungan percintaan dengan Sarah sampai Sarah hamil dan mengandung.

Terminator Genisys 4

Pada Terminator 2: Judgment Day (1991), dikisahkan bahwa pada tahun 1995 anak Kyle dan Sarah sudah berumur 10 tahun. Entah bagaimana, Skynet dapat mengirimkan Terminator T-1000 (Robert Patrick) untuk membunuh John Connor kecil (Edward Furlong). Terminator yang dikirim Skynet kali ini bersifat seperti besi cair dan mampu merubah wujudnya menjadi apapun, berbeda dengan Terminator yang Skynet kirim ke tahun 1984. John Connor dewasa di masa depan tidak tinggal diam, ia mengirim Terminator T-800 (Arnold Schwarzenegger) untuk melindungi John Connor kecil.

Terminator Genisys 18

Terminator Genisys 20

Terminator Genisys 19

Pada Terminator 3: Rise of Machine (2003) dikisahkan bahwa sejarah telah berubah, judgment day tidak terjadi di tahun 1997. Seperti biasa, Skynet berhasil mengirimkan Terminator untuk membunuh John Connor (Nick Stahl) di tahun 2004. Kali ini Skynet mengirimkan Terminator T-X (Kristanna Loken) tidak hanya untuk membunuh John, tapi untuk membunuh pula orang-orang yang di masa depan akan membantu John menumbangkan Skynet. Terminator T-800 (Arnold Schwarzenegger) didatangkan kembali dari masa depan untuk melindungi John Connor dan kawan-kawan. Terus terang disini saya merasa kualitas film Terminator mulai menurun, saya kurang suka dengan Terminator 3: Rise of Machine (2003).

Terminator Genisys 21

Kemudian pada Terminator Salvation (2009) dikisahkan bahwa pada tahun 2018, John Connor (Christian Bale) memimpin sekelompok tentara manusia untuk melawan tirani para mesin yang dipimpin Skynet. Inilah pertama kalinya saya melihat film Terminator yang latar belakangnya adalah dunia setelah judgment day terjadi, dunia yang dikuasai para mesin. Film-film Terminator sebelumnya lebih banyak mengambil latar belakang ketika dunia belum menghadapi judgment day terjadi.

Terminator Genisys 15

Terminator Genisys 16

Naaahh keempat film Terminator terdahulu relatif mengikuti benang merah yang sama, perubahan-perubahan sejarah akibat mesin waktu Skynet pun terbilang sederhana. Melanjutkan Terminator Salvation (2009), Terminator Genisys (2015) diawali dengan bagaimana John Connor (Jason Clarke) dan para pengikutnya hampir berhasil mengalahkan Skynet. Ketika pada akhirnya pusat Skynet berhasil dikuasai oleh John dan kawan-kawan, John menemukan mesin waktu Skynet dan mengirim Kyle Reese (Jai Courtney) ke tahun 1984 seperti yang dikisahkan pada The Terminator (1984), hanya saja kali ini terdapat beberapa keanehan. Sesaat sebelum Kyle terkirim ke tahun 1984, ia melihat John dibekap dari belakang oleh sesosok misterius. Kemudian selama proses pengiriman ke tahun 1984, Kyle memperoleh bayangan-bayangan akan ingatan yang ia sendiri tak tahu kapan ia mengalaminya. Kyle melihat bayangan akan orang tua yang belum pernah ia temui, perayaan ulang tahun yang ia sendiri belum pernah rayakan dan bayangan akan sebuah operating system bernama Genisys beserta hubungannya dengan Skynet.

Terminator Genisys 11

Terminator Genisys 7

 Terminator Genisys 10

Terminator Genisys 8

Mirip seperti kisah pada The Terminator (1984), ketika Kyle tiba di tahun 1984, ia harus menghadapi Terminator T-800 yang diprogram untuk membunuh Sarah. Tapi sejarah sudah berubah karena Sarah yang Kyle temui bukanlah Sarah yang sama seperti Sarah pada film The Terminator (1984). Sarah Connor (Emilia Clarke) yang Kyle temui diasuh oleh sebuah Terminator T-800 tua (Arnold Schwarzenegger) sejak kecil. Bersama-sama, Kyle, Sarah dan T-800 tua menghadapi Terminator T-800 lain (Arnold Schwarzenegger), tokoh antagonis pada The Terminator (1984). Kemudian mereka menghadapi pula tokoh antagonis pada Terminator 2: Judgment Day (1991), Terminator T-1000 (Lee Byung-hun).

Terminator Genisys 5

Terminator Genisys 13

Terminator Genisys 3

Terminator Genisys 14

Terminator Genisys 9

Terminator Genisys 6

Jalur waktu pada Terminator Genisys (2015) semakin acak-acakan ketika Sarah dan Kyle berhasil membuat mesin waktu dari chip T-800 yang berhasil mereka kalahkan. Keduanya memutuskan untuk pergi ke tahun 2017, mengikuti petunjuk dari bayangan-bayangan ingatan yang Kyle lihat ketika sedang menuju ke tahun 1984. Mereka bermaksud untuk menyelidiki apa hubungan antara Genisys dan Skynet. Tanpa diduga, di tahun 2017 mereka bertemu dengan John Connor yang datang dari masa depan, hancur minah, makin acak-acakan nih x__x.

Terminator Genisys 17

Terminator Genisys 12

Terminator Genisys 2

Masa depan, masa lalu, semuanya bisa berubah-ubah terus, wah bisa panjang ni film. Saya rasa Terminator akan menjadi seperti film-film Resident Evil, film barunya akan terus bermunculan di bioskop tanpa menggunakan kata-kata bahwa ini film kelima atau keenam atau kesekian. Arnold Schwarzenegger pun mungkin akan terus muncul sebagai pemeran abadi Terminator T-800 :). Terminator Genisys (2015) akhirnya tidak menggantung, namun masih banyak pertanyaan yang tak terjawab pada film ini. Saya lebih suka dengan The Terminator (1984) dan Terminator 2: Judgment Day (1991) dibandingkan Terminator Genisys (2015). Tapi Terminator Genisys (2015) tetap lebih bagus dari pada Terminator 3: Rise of Machine (2003) dan Terminator Salvation (2009) karena jalan ceritanya lebih menarik dan adegan aksinya lumayan seru :). Pantaslaaaah untuk dijadikan hiburan disaat liburan tiba. Terminator Genisys (2015) layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Sumber: www.terminatormovie.com