No Time to Die (2021)

Terhitung sejak 2006 sampai 2015, sudah lebih dari 15 tahun Daniel Craig memerankan James Bond, agen mata-mata Inggris legendaris karangan Ian Fleming. Sudah banyak aktor-aktor terkenal silih berganti memerankan James Bond, mulai dari Roger Moore, Sean Connery, Pierce Brosnan dan lain-lain. Masing-masing memiliki ciri khasnya sendiri. Namun sampai saat ini hanya film-film James Bond era Daniel Craig yang memiliki kesinambungan. Antara 1 film Bond dengan film Bond lainnya memiliki 1 benang merah yang sama.

Hanya saja hal ini terkadang membuat penonton agak kebingungan di awal film. Termasuk saya ketika menonton film terakhir dari James Bond era Daniel Craig, No Time to Die (2021). Padahal saya tidak pernah absen menonton film-filmnya James Bond loh.

Sebagai pengantar, James Bond (Daniel Craig) adalah agen rahasia IM6 dengan kode 007. Ia berkali-kali menyelamatkan dunia dari berbagai tokoh jahat. Ketika dirunut, ternyata semuanya bermuara pada Spectre, sebuah organisasi kriminal yang dipimpin oleh Ernst Stavro Bloveld (Christoph Waltz). Pada film James Bond sebelumnya, Bloveld berhasil ditangkap meskipun M harus gugur dan digantikan oleh M yang lain. M adalah sebutan atau kode bagi pimpinan James Bond di IM6. Setelah ini, Bond pun pensium meninggalkan IM6. Sedangkan Spectre masih tetap berdiri meskipun pimpinan mereka sudah dipenjara.

Untuk urusan asmara, Bond jatuh cinta kepada Vesper Lynd (Eva Green) yang Bond temui pada Casino Royale (2006), film pertamanya Bond versi Daniel Craig. Sayang Vesper tewas, dan hal-hal terkait Vesper selalu ada dalam setiap film Bond era Daniel Craig.

Dengan informasi di atas, maka semua karakter di awal No Time to Die (2021) adalah karakter yang baru diperkenalkan. Ketika saya menonton No Time to Die (2021), saya lupa dengan karakter-karakter pada film Bond sebelumnya. Maka, saya agak kebingungan melihat awal film yang menggunakan 2 kali flashback. Tanpa saya sadari kedua flashback tersebut ternyata merupakan perkenalan dari 2 karakter yang benar-benar baru.

Agak klise dengan berbagai film agen rahasia yang pernah saya tonton. Bond harus kembali menyelidiki sebuah kasus besar setelah sebelumnya ia pensiun dari IM6. Sebuah virus yang sangat berbahaya telah dicuri. Tentunya, di tangan yang salah, virus ini dapat membunuh ratusan atau bahkan ribuan umat manusia. Hilangnya virus ini terkait dengan Spectre, Bloveld dan Vesper. Maka Bond pun kembali beraksi menyelamatkan dunia dari seorang penjahat misterius.

Pada awalnya kelupaan saya mengenai kisah Bond sebelumnya dan hadirnya tokoh antagonis baru ini, berhasil membuat film ini seolah penuh misteri. Sebuah misteri yang membuat saya nyaman untuk mengikuti alur cerita sambil mengingat-ingat siapa saja karakter yang muncul. Entah siapa yang benar-benar berbahaya di sini. Apakah Spectre, IM6 atau sebuah organisasi kriminal baru. Saya akui penghianatan berlapis pada No Time to Die (2021) terbilang menghibur. Ini adalah nilai plus yang sangat besar. Saya suka dengan bagaimana berbagai kejutan hadir pada film ini.

Sayang di pertengahan film, semua terungkap dengan sangat jelas. Seorang tokoh antagonis kehilangan kemisteriusannya hehehehe. Tokoh antagonis yang pada awalnya menjanjikan, kemudian menjadi tokoh antagonis standard. Sekilas ia seolah seperti digambarkan seperti Dr. Julius No pada Dr. No (1962), tokoh antagonis pada film James Bond pertama. Lama kelamaan terlohat bahwa motif penjahat Bond kali ini agak absurd dan kurang menarik. Yaaah begitu-begitu saja.

Tokoh jahat pada No Time to Die (2021) melakukan kesalahan-kesalahan klasik. Ia terlalu banyak berbicara ketika memiliki kesempatan untuk membunuh Bond. Kemudian beberapa adegan aksinya masih seperti film aksi tahun 90-an. Ketika lawan Bond menembak dengan jangkauan yang baik dan jelas, tembakannya meleset. Tapi kalau giliran Bond, …. yah begitulah.

Terlepas dari beberapa kelemahan No Time to Die (2021), saya tetap suka dengan plot yang penuh misteri dengan berbagai kejutan yang tidak saya duga. No Time to Die (2021) masih layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Ini merupakan film James Bond terakhir yang diperankan Daniel Craig. Tapi sayang ini bukanlah sebuah film penutup yang spektakuler. Kita tunggu saja, siapa yang akan memerankan James Bond berikutnya.

Sumber: http://www.mgm.com

Spectre (2015)

Spectre1

Tidak terasa sudah hampir 10 tahun lamanya Daniel Craig memerankan tokoh mata-mata paling populer di dunia, James Bond. Spectre (2015) merupakan film keempat Bond bagi Daniel setelah Casino Royale (2006), Quantum of Solance (2008) dan Skyfall (2012). Spectre sendiri sebenarnya merupakan singkatan dari Special Executive for Counter-intelligence, Terrorism, Revenge and Extortion, sebuah organisasi kriminal yang melatarbelakangi semua prahara yang terjadi pada ketiga film Bond sebelum Spectre (2015). Uniknya, organisasi ini menggunakan gurita sebagai lambangnya, mirip lambang Hydra, musuhnya Captain Amerika di dunia Marvel, entah siapa yang meniru siapa x__x.

Spectre9

Spectre2

Itulah kenapa anggota Spectre biasa menggunakan cincin dengan ukiran gurita. Cincin inilah yang Bond temukan ketika ia sedang menjalankan instruksi terakhir M (Judi Dench) sebelum M tewas pada Skyfall (2012). Pada Spectre (2015), Gareth Mallory (Ralph Fiennes) sudah diangkat menjadi M menggantikan M sebelumnya yang tewas. Di London, M yang baru ini menghadapi tekanan untuk membubarkan MI6 dan mematikan program 00. Cara kerja program 00 termasuk agen 007, James Bond, dinilai sudah kadaluarsa. Di era yang serba canggih ini, mata-mata seperi Bond tidak lagi diperlukan. Program Nine Eyes digadang-gadang untuk menggantikan fungsi program 00. Nine Eyes sendiri merupakan gabungan database dari seluruh organisasi espionase dunia yang diolah oleh komputer canggih sehingga dunia dapat diawasi dan dijaga keamanannya. Sebenarnya timbulah masalah klasik, kalau memang Nine Eyes mampu mengawasi segalanya, maka siapakah yang mengawasi Nine Eyes?

Tekanan bagi M semakin besar setelah Bond melakukan berbagai operasi yang hasilnya kortroversial. Bond melakukan ini ketika Bond sedang membongkar dan menyelidiki Spectre. Bond kembali bertemu dengan salah satu karakter antagonis dari Casino Royale (2006) dan Quantum of Solance (2008) yaitu Mr. White (Jesper Christensen). Kedua film Bond tersebut hadir pada 2006 dan 2008, di Skyfall (2012) saja perihal Mr. White tidak diangkat ke permukaan. Otak saya agak hang ketika tiba-tiba Mr. White dan masa lalu Bond terkait Casino Royale (2006) dan Quantum of Solance (2008) diangkat dengan cara yang kurang komunikatif, seolah-olah para penonton masih ingat dan hafal betul apa yang telah terjadi pada kedua film Bond tersebut :(.

Spectre11

Spectre14

Spectre7

Spectre8 Spectre5

Spectre13

Spectre10

Spectre6

Selain itu, entah kenapa terdapat kebodohan-kebodohan film-film masa lalu Hollywood pada Spectre (2015). Tokoh antagonis membeberkan semua rencana jahatnya kepada tokoh protagonis tanpa alasan yang kuat. Kemudian ketika tokoh protagonis ditangkap, kenapa tidak langsung dibunuh? Tokoh antagonis justru sibuk berbicara, berbicara dan berbicara . . .  aaaaaahhh tokoh jahat yang bodoh, pantas Mr. Bond bisa meloloskan diri dan meraih kemenangan :P.

Spectre3

Spectre4

Saya melihat penurunan kualitas yang jelas pada Spectre (2015) dibandingkan Skyfall (2012). Agak mengecewakan memang, lokasi syuting yang bagus dan adegan aksi yang keren, dipergunakan di dalam sebuah film yang kurang bagus ceritanya. Bagi saya pribadi, Spectre (2015) hanya mampu memperoleh nilai 2 dari skala maksimum 5 yang artinya “Kurang Bagus”, sorry Mr. Bond.

Sumber: www.007.com/spectre/

Skyfall (2012)

Skyfall adalah film Bond yang ke-23, cerita tentang agen mata-mata Inggris yang legendaris dan sudah ada sejak saya belum lahir. Film ini diawali dengan adegan kejar-kejaran antara James Bond (Daniel Craig) dengan seseorang yang bernama Patrice. Patrice berhasil mencuri hardisk yang memuat daftar nama agen-agen MI6 yang sedang melakukan penyamaran, sedangkan Bond sendiri jatuh ke sungai setelah secara tidak sengaja tertembak oleh peluru dari senapan agen MI6 lainnya. Bond dinyatakan tewas dan London dilanda teror bom. Otak dari teror di London dan pencurian daftar agen MI6 adalah orang yang sama, orang yang memendam rasa dendam kepada atasan Bond, M (Judi Dench).
Sudah bisa ditebak, Bond pasti tidak tewas meski sudah dinyatakan tewas oleh MI6. Bond kembali ke London untuk merebut kembali daftar nama agen-agen MI6 dan menghentikan teror yang melanda London. Q mengizinkan Bond untuk langsung kembali bertugas meski Bond belum 100% pulih, menembak tepat ke sasaran saja belum bisa (x_x). Dalam melakukan misinya, Bond tentunya tidak sendiri tapi dibantu oleh Q yang baru (Ben Whishaw) & Moneypenny (Naomi Harris).

Menurut saya sejauh ini Skyfall adalah film Bond terbaik yang pernah saya tonton karena film ini tidak terus menerus menunjukkan adegan action, sesekali ada adegan atau kata-kata yang lucu, jadi kan tidak membosankan. Jalan ceritanya sendiri lumayan bagus, tidak terlalu mudah ditebak seperti film-film Bond terdahulu yang pernah saya tonton. Bond pada Skyfall tidak dilengkapi oleh peralatan yang canggih-canggih, cukup simple dan klasik, tapi justru hal ini yang menarik, jaman sekarang sudah terlalu banyak film yang menampilkan si jagoan menang dengan dibantu alat-alat yang futuristik & canggih. Filmnya Mister Bond kali ini layak mendapat nilai 4 dari skala nilai maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Good job Mister Bond!

Sumber: http://www.skyfall-movie.com/site/