Soul (2020)

Kali ini saya akan membahas mengenai film animasi terbaru Pixar & Walt Disney, yaitu Soul (2020). Tokoh utama film animasi yang satu ini adalah Joe Gardner (Jamie Foxx) dan Paul (Daveed Diggs). Keduanya bertemu di dunia roh … Stop, ini film horor? Wkwkwkw. Tema film ini memang dunia roh. Tapi semua digambarkan dengan sangat cerah dan gamblang. Semuanya sangat mudah dipahami baik oleh orang dewasa maupun anak-anak. Ini film Walt Disney loh, bukan filmnya Om Nolan.

Joe merupakan seorang pemusik Jazz yang sekarat. Jiwanya pun pergi ke alam roh. Ia berbaris bersama roh-roh lain yang sudah sekarat. Berbarus menuju sebuah pintu yang melambangkan kematian bagi tubuh Joe dan kehidupan baru bari roh Joe di akhirat. Namun, Joe masih belum ikhlas pergi meninggalkan dunia fana untuk selamanya. Maka, dengan keinginan yang kuat, Joe melarikan diri dan justru terjatuh ke alarm roh lain. Sebuah alarm roh dimana berkumpul roh-roh mungil yang belum lahir ke dunia. Di sinilah awal Joe bertemu dengan Paul.

Bertolakbelakang dengan Joe, roh Paul justru tidak mau pergi ke dunia nyata. Paul hendak menetap di dunia roh saja untuk selama-lamanya. Di sinilah awal mula dari persahabatan yang mengharukan antara 2 roh yang berbeda.

Melalui Soul (2020) kita diingatkan mengenai apa arti hidup. Bagaimana kita memanfaatkan anugrah ini. Selain itu, Soul (2020) memiliki unsur pengorbanan, keikhlasan, dan tentunya, persahabatan. Sebuah film dengan banyak sekali pesan moral yang baik tanpa harus tampil menggurui.

Film ini tampil dengan animasi yang bagus, jalan cerita yang mudah dipahami, dan segudang pesan moral yang baik. Maka, saya pun ikhlas untuk memberikan Soul (2020) nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Film ini baik untuk ditonton oleh seluruh anggota keluarga.

Sumber: http://www.pixar.com/soul

Sleepless (2017)

Sekilas Sleepless (2017) terlihat kurang menarik. Pada bagian awal film, penonton seolah digiring untuk menganggap bahwa Sleepless (2017) hanya bercerita mengenai polisi korup yang harus menghadapi segala akibat dari tindakannya. Dikisahkan bahwa Vincent Downs (Jamie Foxx), detektif Kepolisian Las Vegas, mengambil narkoba dari sebuah razia, untuk kepentingan pribadi. Buntutnya, pihak kartel menculik anak Vincent dan menggunakannya sebagai sandera. Vincent diharuskan untuk menebus anaknya dengan sejumlah narkoba yang ia curi. Keadaan semakin pelik ketika Bryant (Michelle Monaghan), detektif provos, ikut melakukan penyelidikan. Bryant mencurigai Vincent sebagai dalang dari beberapa pelanggaran kode etik kepolisian yang terjadi belakangan ini. Terjadilah rangkaian peristiwa kucing-kucingan yang sepertinya sudah sering saya lihat di film-film lain.

Pada pertengahan cerita, terdapat kejutan yang merubah segalanya. Semua opini yang terbangun pada awal cerita, runtuh seketika. Saya sendiri tidak menduga akan hal ini. Wah ternyata keren juga film ini. Sayang, sepertinya penerapan kejutan ini kurang pas sehingga merusak kejutan lain di akhir film. Setelah melihat bagian tengahnya, saya langsung dapat menebak bagian akhirnya seperti apa.

Sleepless (2017) sebenarnya memiliki potensi besar untuk memberikan kejutan-kejutan yang bagus. Eksekusi yang kurang tepat membuat beberapa kejutan yang sudah disiapkan terasa hambar. Beruntung alur ceritanya diselingi oleh beberapa adegan aksi dengan kadar yang tepat sehingga film tidak terlalu membosankan. Saya rasa Sleepless (2017) pantas untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Sumber: http://www.sleeplessmovie.com

Django Unchained (2012)

DjangoUnchained1

Django adalah karakter koboi yang sudah ada sejak jaman dahulu, 1966 tepatnya. Sejak tahun 1966 hingga saat ini, sudah ada beberapa film koboi yang menggunakan karakter ini. Film Django yang diproduksi pada tahun 1966 sendiri merupakan film yang masuk ke dalam kategori film tersadis di eranya. Pada akhir tahun 2012, muncul 1 film koboi lagi yang menggunakan nama Django. Agak berbeda dengan film-film Django terdahulu, kali ini Django-nya berkulit hitam dan mengangkat isu perbudakan. Film terbaru Django tersebut berjudul Django Unchained dan disutradarai oleh Quentin Tarantino.

DjangoUnchained2DjangoUnchained3DjangoUnchained4DjangoUnchained6DjangoUnchained7

Django Unchained mengambil seting Amerika pada tahun 1858. Django (Jamie Foxx) adalah seorang budak yang dipisahkan dari istrinya, Broomhilda (Kerry Washington). Pada suatu hari, ia dibebaskan oleh seorang dokter gigi yang bernama Dr. King Schultz (Christoper Waltz). Dr. Schultz ternyata memiliki profesi lain, yaitu sebagai pemburu buronan. Django diangkat menjadi asisten Dr. Schultz dalam memburu para buronan yang tersebar di penjuru Amerika. Setelah mengumpulkan banyak uang dan pengalaman berburu, Django melacak dimana istrinya berada. Setelah melakukan penyelidikan, ternyata istri Django menjadi budak di perkebunan milik Calvin Candie (Leonardi DiCaprio). Calvin yang kejam didampingi oleh Stephen (Samuel L. Jakson), budak senior yang sangat setia kepada keluarga Calvin. Dengan ditemani oleh Dr. Shultz, Django mendatangi perkebunan Calvin untuk membebaskan istrinya. Akankah Django berhasil? Kayaknya sih iya, jagoan masak kalah πŸ˜›

DjangoUnchained11DjangoUnchained12Film ini diawali dengan menggunakan soundtract lagu klasik, mirip beberapa film Quentin Tarantino lainnya. Pada bagian-bagian awal saya juga cukup terhibur dengan tingkah Dr. Shuz yang penuh kejutan, namun sayang semakin lama, jalan ceritanya ko ya agak bertele-tele & membosankan. Saya memang memiliki kebiasaan buruk untuk terkantuk-kantuk ketika tengah melihat film koboi, saya pikir Django Unchained dapat mematahkan kutukan tersebut, ternyata tidak f(~,~). Beruntung film ini diakhiri oleh kecerdikan Django yang agak menghibur, dia menggunakan kecerdikannya untuk lolos dari orang-orang yang menawannya, tidak sepenuhnya menggunakan kekerasan.

DjangoUnchained13DjangoUnchained8DjangoUnchained14DjangoUnchained9Seperti film-film Quentin lainnya, film ini menampilkan kekerasan yang tidak layak dilihat anak kecil. Jalan ceritanya sendiri tidak terlalu istimewa. Entah kenapa ko bisa mendapat nominasi Academy Awards, Golden Globe dan beberapa penghargaan lain? Mungkin karena mengangkat topik perbudakan kulit hitam yaaa, nampaknya juri penghargaan-penghargaan itu relatif lebih senang dengan film-film bertema berbudakan. Menurut saya pribadi, Django Unchained layak mendapat nilai 3Β dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Sumber:Β unchainedmovie.com