Subway, Sandwitch Suka-Suka

Dahulu kala, Subway pernah masuk ke Indonesia dan akhirnya entah mengapa mereka harus tutup dan keluar dari Indonesia. Pada saat itu saya masih kecil dan tidak mengenal apa itu Subway. Mungkin orang Indonesia kala itu masih asing dengan hidangan sandwich. Ahhh apa itu makan roti doang hehehehe. Sepertinya nasi dan ayam sangat dominan mengalahkan segalanya. Waktu itu, waralaba restoran burger asing saja akan laku kalau memiliki menu ayam goreng.

Saya hanya dapat menyantap Subway ketika sedang bekerja di Malaysia karena halal. Sementara itu ketika saya sedang di Australia dulu, yaaah saya hanya dapat menonton iklannya di TV. Dulu sih ada menu pork-nya, jadi takut itu non halal. Kejadian mengejutkan ketika saya sedang mengikuti vaksin covid di Cilandak TownSquare. Saya melihat antrian Subway yang mengular. Wah Subway kembali ke Indonesia dan membuka cabang pertamanya di Cilandak TownSquare. Sekarang, masyarakat Indonesia sudah lebih mengenal dan menerima makanan-makanan asing seperti Burger dan kawan-kawan. Jadi wajar kalau restoran sandwich seperti Subway berani untuk datang kembali.

Kali ini Subway dengan agresif langsung membuka cabang di wilayah Jabodetabek Bandung dan Surabaya. Perlu diketahui, Subway adalah fast food dengan cabang terbanyak di dunia mengalahkan McDonalds dan KFC. Sekarang saja saya sudah dengan mudahnya menemukan Subway tak jauh dari rumah saya. Antara lain, Subway sudah dapat ditemui di OakWood Mega Kuningan, FX Sudirman, Plaza Senayan, Jl. Kemang Raya, Jl. Melawai Raya Blok M, Menara Cakrawala, Pondok Indah Mall 3, Jl. Paus Rawamangun, Cilandak Townsquare, Jl. Raya Kalimalang, Ruko Green Lake, Jl. Raya Jatiwaringin, Mall Kelapa Gading 2, Lippo Mall Puri, Jl. Margonda Raya, Jl. Mandara Permai PIK, Bintaro Emerald, Jl. Pamulang Permai Raya, Ciffest Citra 6, Ruko Graha Bulevar Summarecon Bekasi, Ruko Oregon Kota Wisata, Jl. BSD Grand Boulevard, T3 Ultimate Domestic Departure Soeta, BEZ Walk, Citywalk Elvee Karawaci, Cibinong City Centre, Citywalk Lippo Cikarang. 23 Paskal, Jl. Dipati Ukur, Jl. Buah Batu, Jl. Raya Gubeng, MERR Surabaya, dan Pakuwon Mall Surabaya. Waah banyak yaa.

Pada dasarnya Subway menyajikan aneka sandwich. Singkat kata pengunjung dapat memilih jenis roti beserta ukurannya. Aneka isian pun tersedia di sana. Semua dapat dipilih sesuai selera untuk melengkapi jenis sanswich yang hendak disantap. Bagi yang ingin praktis, Subway sudah memiliki template jenis sandwich. Beberapa diantaranya ada adalah tuna mayo, roast beef dan steak & cheese.

Tuna mayo memiliki rasa daging ikan yang gurih manis. Tidak ada aroma amis sama sakali di sana. Sebenarnya sih raaanya agak mirip dengan Tuna Melt di Pizza Hut. Bagi teman-teman yang suka dengan Tuna Melt, pasti yaaa otomatis suka dengan tuna mayo. Lumayanlaaaa.

Steak & Cheese memiliki potongan daging sapi dan keju yang besar-besar. Jadi memang rasa daging dan keju sangat dominan di sini.

Roast beef memiliki keistimewaan dari daging yang dipergunakan. Ketika saya gigit, terdapat sedikit aroma yang harum. Sayang aroma tersebut agak kurang agresif.

Saya pribadi jarang ke Subway dan belum menemukan menu favorit di sana. Banyaknya pilihan untuk membuat sandwitch sendiri memang menyenangkan. Tapi kalau pilihannya terlalu banyak, terkadang ada pembeli yang pusing. Template sandwitch yang ada sangat membantu. Meskipun semua bahannya jelas terasa merupakan bahan yang berkualitas. Sayang semuanya terasa agak flat. Mungkin masih mengikuti lidah orang luar negeri. Perlu beberapa kali eksperimen untuk memperoleh kombinasi yang cocok sesuai selera. Jadi sementara ini Subway dapat memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Pisang Goreng Madu Bu Nanik, Si Hitam Manis

Gorengan sudah menjadi makanan yang mudah ditemui, pedagangnya ada di mana-mana. Pisang goreng adalah salah satu gorengan yang paling populer. Di Jakarta Barat terdapat pedagang pisang goreng yang cukup terkenal. Sudah buka sejak tahun 2007, Pisang Goreng Bu Nanik hanya memiliki 1 toko offline yaitu di Jl. Tanjung Duren Raya No. 67, Grogol, Jakarta Barat. Lokasi lainnya hanya melayani pemesanan melalui aplikasi ojek online.

Walaupun sudah bisa dipesan lewat online, tetap saja semua lokasinya relatif jauh dari rumah saya hehehe. Yaaah saya pun mampir ketika sedang lewat daerah Grogol dan kondisinya tidak macet parah. Kemarin akhirnya saya sempat mampir ke tokonya yang baru selesai direnovasi. Di sana terdapat aneka makanan lain selain pisang goreng madu. Tapi juaranya yaaa tetaplah pisang goreng madu.

Bentuk pisang goreng madu tidak lonjong, melainkan agak bulat. Potongan pisang dilapisi oleh campuran tepung dan madu yang awet renyahnya. Ketika digigit terdapat sedikit kerenyahan disertai rasa manis yang unik. Manisnya legit tapi tidak berlebihan. Lumayan juga nih kalau pagi-pagi digunakan untuk menemani secangkir kopi hangat :).

Saya rasa, Pisang Goreng Madu Bu Nanik layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Mungkin lain kali saya akan mencicipi gorengan atau cemilan lain yang ada di sana ;).

Mencicipi Sop Djanda & Sate Maranggi Ma’Idah

Dulu saya memiliki restoran seafood langganan yang bernama Bagan Seafood. Entah mengapa restoran tersebut tutup dan menjadi Restoran Sop Djanda (Djakarta Soenda). Dari spanduknya sih sering berubah antara Sop Djanda atau Sop Ma’Idah Djakarta Soenda atau Sop Djakarta Soenda atau Sate Maranggi Spesial atau Khas Betawi. Mungkin strategi restoran ini memang memcantumkan menu-menu andalannya sebesar mungkin pada bagian depan restoran. Nama restoranya tak penting hehehehe. Mungkin nama restorannya sendiri adalah Rumah Makan Ma’Idah yah, ah saya tidak tahu pastinya. Yang jelas sudah bertahun-tahun lamanya restoran ini buka, tapi saya belum mampir-mampir. Sepupu saya yang rumahnya jauh saja sudah beberapa kali mampir hehehe. Pada dasarnya saya memang bukan penggemar sop atau soto, jadi saya kurang tertarik dengan tulisan Sop Djanda sebesar itu. Tapi lama kelamaan kok tempat ini terlihat banyak pengunjungnya yaaa. Daaan akhirnya saya pun mampir ke sana.

Ternyata bagian dalamnya nyaman dan tidak terasa sempit. Tempatnya bersih dan tertata rapi. Bagian luar yang mungil bukan berarti dalamnya juga mungil loh. Menunya pun sebenarnya cukup sederhana. Hanya ada sop dan aneka sate. Sopnya adalah sop janda, sedangkan sate andalannya adalah sate maranggi.

Sop janda atau sop Djakarta Soenda hadir dengan potongan daging yang besar dan lumayan empuk. Di sana terdapat pula potongan daun bawang dan cabai hijau. Kita dapat memesan sop janda tidak pedas, pedas atau ekstra pedas. Saya pribadi cukup puas di level pedas saja. Pedasnya terasa pas tanpa menutupi rasa lainnya. Karena sop janda bukan hanya pedas saja. Terasa bumbu rampah yang khas pula di sana. Hidangan paling pas disantap ketika udara sedang dingin-dinginnya :).

Sate maranggi hadir dengan bumbu khas yang melekat dan meresap ke dalam daging sapinya. Rasanya manis dan memiliki rasa maranggi yang khas, lumayan oke deh pokoknya. Tak lupa terdapat irisan tomat yang terasa asam dan pedas yang mampu memperkaya rasa sate marangginya. Hanya saja perut saya sudah tidak kuat menyantap irisan tomat tersebut terlalu banyak. Asam lambung saya kumat setelah menyantapnya.

Semua hidangan di atas akan terasa lebih nikmat lagi ketika disantap bersama nasi putuh hangat dan bawang goreng yang renyah. Tanpa disadari nasi dan bawang goreng ini mampu memperkaya rasa juga. Jadi kalau teman-teman memesan lewat ojek online, jangan lupa menyiapkan bawang gorengnya supaya seperti makan di restorannya ;).

Belakangan saya baru mengetahui bahwa Rumah Makan Ma’Idah ini sudah ada lebih dari satu loh. Cabang-cabangnya kurang lebih ada di:

  • Jl. Inspeksi Kalimalang No.10, Duren Sawit, Jakarta Timur.
  • Jl. KH. Noer Ali No. 14, Bekasi.
  • Jl. Cut Mutia No. 3, Bekasi.
  • Jl. Alternatif Cibubur No. 100, Bogor.
  • Jl. Hasyim Ashari No. 23, Tangerang.
  • Jl. Raya Rawa Buntu No. 21, Tangerang.

Secara keseluruhan, restoran ini layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Loaksi yang ok membuatnya nyaman untuk dijadikan tempat kumpul-kumpul dengan teman dan keluarga ;).

Sate Kambing Mas Mario

Setiap singgah ke Solo, ada sebuah warung sate yang selalu saya datangi yaitu Sate Kambing Mas Mario. Lokasinya di Jalan Kapten Mulyadi, Pasar Kliwon, Surakarta, tepatnya disamping Masjid Jami Assegaf. Hanya saja warung ini justru buka di pagi dan siang hari. Sore saja sudah tutup, apalagi malam, biasanya kan tukang sate buka malam-malam. Pada awalnya saya sendiri kebingungan kok ya ini warung selalu tutup.

Dari berbagai menu yang ada di Mas Mario, saya baru sempat mencicipi sate kambing campur, garmas dan nasi goreng kambing. Maklum saya bukan penduduk Solo, jadi hanya sesekali saja mampir di sana.

Sate kambing campur hadir tanpa tusuk sate. Rasanya sebenarnya mirip sate kambing yang sudah dicopot dari tusuknya lengkap dengan kecap, kol, bawang dan tomat. Sesuai namanya, ada kata-kata campur. Sate kambing campur tidak hanya terdiri dari potongan daging. Terdapat pula gajih dan kawan-kawan di sana. Radanya yaa lumayan, tapi tidak terlalu spesial.

Garmas atau garang masak menggunakan potongan daging kambing yang sudah dibakar terlebih dahulu. Kemudian daging-daging tersebut di masak lagi menggunakan kuah. Rasanya ada manis santan yang berbeda dengan manis sate kambing biasa. Hal ini yang membuat garmas Mas Mario terasa istimewa, enakkk.

Nasi goreng kambing menggunakan potongan daging kambing yang cukup besar. Dagingnya benar-benar terasa. Aromanya harum dan memiliki rasa manis yang khas. Jangan lupa untuk menambahkan kerupuk putih yang dapat diminta. Renyahnya memperkaya nasi goreng tersebut. Menu ini akan terasa spesial kalau kita minta nasi gorengnya pedas. Akan terasa pedas lada yang pas sekali dengan rasa lainnya yang sudah ada. Nah ini dia menu favorit saya di Mas Mario. Yummmmmmm.

Secara keseluruhan, Sate Kambing Mas Mario memiliki menu yang saya sukai. Walaupun anehnya saya tidak terlalu terkeaan dengan satenya. Di sana saya justru suka dengan garmas dan nasi goreng kambingnya hehehehe. Bagaimana pun juga, saya rasa Sate Kambing Mas Mario layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimim 5 yang artinya “Enak”. Warung ini menjadi salah satu tujuan saya kalau hendak sarapan atau makan siang di kota Solo ;).

Makan Mie Tek-Tek ala Temon

Ketika masih kecil dulu, sering ada ada gerobak tukang mie jawa lewat depan rumah. Biasanya kami menyebutnya mie tok-tok dan mie tek-tek, sesuai dengan bunyi yang mereka keluarkan ketika lewat. Sudah lama sekali tukang mie tok-tok dan mie tek-tek punah dari lingkungan rumah saya. Baru kali inilah ada restoran mie jawa yang buka di dekat rumah. Namanya Bakmie Jawa Temon Gunung Kidul. Lokasinya berada di Jalan Taman Malaka Selatan Blok B14 No. 4, Duren Sawit, Jakarta Timur. Lokasinya asri, luas dan nyaman, sangat cocok untuk berkumpul bersama keluarga dan teman.

Namun, bagaimana makanannya? Di sana terdapat mie jawa rebus dan mie jawa goreng. Keduanya merupakan hidangan yang paling banyak dipesan. Keduanya sama-sama menggunakan suwiran daging ayam dan bebek yang cukup banyak. Jadi dagingnya benar-benar terasa dan memberikan rasa yang unik. Mienya pun terasa kenyal-kenyak gurih. Ini sih kelasnya di atas mie tek-tek atau mie tok-tok yang dulu lewat hehehe. Sedikit perbedaannya adalah mie jawa rebus terasa hangat dan relatif lebih gurih. Sedangkan mie jawa gorengnya memiliki tingkat kemanisan yang pas. Wah ini adalah restoran mie jawa paling enak di dekat rumah saya.

Tempat yang bagus dan rasa masakan yang lezat tentunya menjadika Temon sebagai alternatif kalau sedang ingin jajan di luar. Saya ikhlas memberikan Temon nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”.

Bersantai di H.O.M.E. Ice Cream & Cafe

Pulang mengantar anak-anak les balet, biasanya pasti saja ada yang meminta jajan ini itu. Tak terlalu jauh dari lokasi les, terdapat restoran gelato yang nampak nyaman. Letaknya ada di belakang LIA Galaxy Bekasi, tepatnya di Jl. Kelud No. 106, Jakasampurna, Bekasi. Namanya H.O.M.E. Ice Cream & Cafe.

Konon restoran ini didirikan setelah pemiliknya menghabiskan waktu di Italia. Gelato menjadi sesuatu yang lazim disantap di sana. Yang membuat gelatoApa beda gelato dengan es krim biasa? Gelato memiliki kandungan susu yang lebih banyak dan kandungan lemak yang lebih sedikit. Selain itu gelato lebih padat, kandungan udara di dalamnya lebih sedikit. Maka, gelato relatif lebih sehat dibandingkan es krim biasa. Terus terang saya bukan fansnya es krim. Jadi gelato pun terasa mirip deng es krim pada umumnya. Ini kalau dilihat dari rasa yaaaaa.

Gelato di H.O.M.E. sendiri memiliki aneka varian. Kalau agak siang dan di akhir pekan, biasanya sudah tidak ada pilihan. Beberapa sudah mulai habis. Rasanya lumayan enak dan segar. Saya sendiri relatif lebih suka rasa cookies and cream.

Bagi saya pribadi yang menarik dari H.O.M.E. bulan gelato. Namun justru menu lainnya seperti ripieni, tartufo, choux dan aneka hidangan khas Italia lainnya. Aneh tapi nyata hehehe.

Ripieni adalah menu unik dari H.O.M.E. karena bentuknya seperti buah. Hanya saja kalau diperhatikan, ini adalah es krim dengan rasa buah sesuai bentuknya. Jadi kalau bentuknya mirip jeruk, ya sopasti ini es krim jeruk. Es krimnya memang secara natural dibuat dari buah tersebu. Ada ripieni yang terbuat daru jeruk sunkist, mangga, mangga, alpukat dan lain-lain. Kalau menurut saya, ripieni jeruk sunkist terasa asam segar, ripieni mangga terasa manis dan memiliki harum mangga yang semerbak, ripieni buah naga agak overdosis manisnya. Sebenarnya tingkat kemanisan dan keasamannya dipengaruhi oleh rasa buah yang digunakan untuk membuat ripieni. Es krimnya memang secara natural dibuat dari buah tersebut. Ini adalah menu wajib anak-anak saya di H.O.M.E.

Nah kalau tartufo sebenarnya bentuknya tidak menyerupai buah. Hanya saja es krim buahnya dimasukan ke dalam kubah. Dalam hal ini kubah kacang. Saya baru mencicipi tartufo duren dan rasanya agak biasa. Yaaa lumayan laa.

Selanjutnya, saya akan membahas choux, pastrie favorit saya di manapun berada. Choux di H.O.M.E. menggunakan gelato di bagian tengahnya. Kita dapat memilih 2 atau 3 varian gelato untuk dipergunakan sebagai isian choux. Choux terasa lembut dan harum, kemudian dingin dan segar di tengah. Yuuuum, ini adalah favorit saya. Yaa saya memang fansnya choux, tapi Choux milik H.O.M.E. termasuk memuaskan :).

Selain es-esan, H.O.M.E. juga memiliki menu pizza loh. Tapi ingat, ini pizza khas italia asli. Rotinya terbuat dari roti gandum dengan topping yang sederhana. Jauh kalau dibandingkan toppong pizza-nya Pizza Hut. Karena Pizza Hut itu pizza khas Amerika. Kalau mau yang asli Italia yaaa seperti di H.O.M.E. ini. Rasanya memang lebih sederhana.

Selain makanan, H.O.M.E. memiliki lokasi yang nyaman untuk dipakai berkumpul dan bersantai. Di sana terdapat kolam ikan dan kura-kura. Anak saya biasa menyantap es krim sambil memberi makan ikan dan kura-kura di sana ;).

Secara keseluruhan, H.O.M.E. merupakan tempat yang pas bagi keluarga saya untuk berkumpul di akhir pekan. H.O.M.E. tentunya layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Makan Mie Bandung Kejaksaan 1964 Tanpa Harus ke Bandung

Setiap mentar anak saya les balet, saya melewati gerai Mie Bandung Kejaksaan 1964 yang baru saja buka. Saya fahammya ini adalah cabang salah satu mie legendarisnya Bandung. Hanya saja saya tidak pernah menyantap mie-mie rica di Jalan Kejaksaan Bandung karena mayoritas non halal. Akhirnya saya bertanya dahulu ke karyawannya apakah Mie Bandung Kejaksaan 1964 halal? Jawabannya sih halal. Kalau dilihat dari menu juga tidak ada menu babi cincang. Oh baiklah, lanjuuuuut :).

Konon Mie Bandung Kejaksaan 1964 memang berdiri di Bandung sejak 1965. Kemudian mereka hijrah ke Banten. Lama kelamaan Mie Bandung Kejaksaan 1964 sudah memiliki cabang yang tersebar di wilayah Jabodetabek dan Surabaya. Cabang-cabangnya antara lain terletak di Lotte Mall CBD Bintaro Tangerang, Ruko Pintu Timur Fresh Market Emerald Bintaro Tangerang, Pasar Modern Bintaro Tangerang, Ruko Cordoba Tangerang, Ruko Pasar 8 Alam Sutera Tangerang, Graha Bintaro Tangerang, Ruko Pasar Modern City Tangerang, Ruko Magiore Square Tangerang, Terrace 9 Tangerang, Brasco Factory Outlet Pajajaran Bogor, Ruko Sentra Eropa Kota Wisata Bogor, Ruko Cibinong City Bogor, Jalan Margonda Depok, Kavling DDN Depok, Jalan Karang Tengah JakSel, Pondok Indah Mall 3 JakSel, Jalan Simatupang JakSel, Jalan Raya Pasar Minggu JakSel, Jalan Tebet Raya JakSel, Jalan Cempala Putih Raya JakPus, Jalan Tanjung Duren JakBar, Citra 6 JakBar, Ruko Muara Karang JakUt, Jalan Waru JakTim, Jalan Jatiwaringin Raya JakTim, Taman Galaxy Bekasi, Harapan Indah Bekasi, Jalan Ahmad Yani Surabaya dan Rest Area Km 726B Mojokerto. Waaah banyak juga.

Sejauh saya memandang, Cabang-cabangnya nampak bersih dan bagus. Biasanya sih banyak ojek online sedang menanti di sana. Ada apa sih di Mie Bandung Kejaksaan 1964?

Pada dasarnya di sana terdapat aneka menu mie, bihun dan kwetiau. Kalau saya sendiri paling suka dengan mie yamin manis rica. Mienya tipis, kenyal dan sedikit manis. Rica-ricanya memiliki rasa manis dan pedas yang khas. Kalau digabungkan, akan terasa sebuah hidangan dengan rasa manis pedas yang khas dengan tekstur yang sangat pas dengan rasa tersebut. Apalagi kalau ditambahkan bakso atau pangsit goreng, yuuummmm.

Cabang yang tak jauh dari rumah, tempat yang bersih dan hidangan yang cocok di lidah menjadi keunggulan Mie Bandung Kejaksaan 1964 bagi saya. Restoran ini sudah selayaknya memperoleh nilai 4 dari skala makaimum 5 yang artinya “Enak”.

Hisana, Disuka di Indonesia

Ketika masih menjadi anak kos, saya biasa membeli ayam goreng tepung pinggir jalan. Biasanya sih kalau masuk ke akhir pekan. Lumayan, hiburan murah meriah hehehe. Dulu gerai-gerai ayam tepung ini berdiri sendiri-sendiri. Lama kelamaan ayam-ayam goreng tepung tersebut memiliki beberapa brand.

Hisana adalah salah satunya. Berdiri sejak 2005 di Bekasi, Hisana terus berkembang di mana-mana. Cabangnya yang saat ini sudah ratusan tersebar tidak hanya di wilayah Jabodetabek, namun sudah tersebar di seluruh Indonesia kecuali Papua. Sampai-sampai di dekat rumah saya saja ada lebih dari 1 gerai Hisana. Gerainya mungil, sederhana dan bersih. Mereka hanya melayani bawa pulang saja. Karena ada di mana-mana, saya biasa datang langsung. Tapi tak jarang saya bertemu ojeg online di sana.

Awalnya saya pikir Hisana hanya ada ayam goreng tepung, nasi dan kentang saja. Yaaah paling juga ada burget-burgeran juga. Tak saya duga, Hisana ternyata bukan memiliki ayam goreng saja. Di sana terdapat pula scallop, kentang crispy, jamur crispy, dan roti goreng. Palin tidak, menu-menu itulah yang pernah saya cicipi. Masih banyak menu Hisana lain yang belum sempat saya cicipi.

Ayam goreng tepungnya terasa renyah gurih dan paling cocok kalau disantap dengan nasi dan sambal. Saya sendiri kurang suka kalau menyantap ayamnya dengan kentangg goreng. Lumayaaanlaaa.

Scallop sekilas terasa seperti otak-otak goreng tepung. Padahal menu yang satu ini sebenarnya terbuat dari kerang kampang yang tinggi protein.

Ayam Goreng, Nasi & Scallop

Kentang crispy terdiri dari french fries yang dilapisi oleh tepung goreng. Rasanya gurih dan renyah dengan tekstur kentang yang khas. Cocok untuk disantap dengan saus sambal.

Ayam Goreng & Kentang Crispy

Jamur crispy merupakan jamur dengan lapisan tepung renyah di permukaamnya. Rasanya mirip dengan kentang crispy. Hanya saja tekstur dan rasa jamur membuat jamur crispy tidak segurih kentang crispy. Saya sendiri lebih suka jamur crispy, rasa dan teksturnya lebih seimbang.

Roti goreng merupakan roti dengan ayam berbumbu di bagian dalamnya. Isian ayam berbumbu inilah yang terada manis gurih nan lezat. Aneh memang, tapi justru inilah manu favorit saya di Hisana.

Jamur Crispy & Roti Goreng

Secara keseluruhan, Hisana merupakan salah satu gerai ayam goreng terpung yang terbaik di kelasnya. Berbagai menu lainnya bisa juga digunakan sebagai cemilan atau pengganjal perut yang ekonomis. Saya raya Hisana layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Hangat Gurihnya Bakso Urat Lor Patung Kuda Manahan

Dari beberapa warung bakso yang terlihat cukup ramai di Solo, akhirnya saya mampir di pusat Bakso Urat Lor Patung Kuda Manahan. Lokasinya di Jl. Doktor Setiabudi No. 91, Gilingan, Banjarsari, Surakarta (samping runah sakit). Warung bakso yang satu ini ternyata sudah memiliki beberapa cabang lain seperti:

  • Jl. Banyuanyar Selatan, Banyuanyar, Banjarsari, Surakarta.
  • Jl. Letjen Suprapto No. 109, Banyuanyar, Banjarsari, Surakarta.
  • Jl. Duwet Raya, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo.
  • Jl. Kapten Mulyadi, Badran Asri, Cangakan, Karanganyar.
  • Jl. Veteran No. 18, Kroyo, Karangmalang, Sragen.

Warungnya cukup luas dan bersih. Ruangannya terbuka dan terdiri dari beberapa kursi dan bangku.

Dari beberapa menu yang ada, saya baru sempat mencicipi bakso komplit saja. Satu porsi bakso komplit terdiri dari mie, bakso halus, bakso urat, dan pangsit goreng. Bakso halusnya benar-benar halus dan lembut. Bakso uratnya lembut tanpa menghilangkan rasa uratnya. Pangsit gorengnya renyah dan bisa dipesan terpisah loooh. Nah, yang paling mantab adalah kuahnya. Kuah yang hangat dan gurih terasa lezat di lidah. Namun bagi yang kirang suka dengan aroma kuah daging sapi, sebaiknya menghindari menu ini. Wanginya memang sekental rasanya.

Dengan demikian, Bakso Urat Lor Patung Kuda Manahan sudah sepantasnya memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Kalau sedang batuk hujan, paling enak mampir ke sana, yummm.

Menyantap Donat Segar dari Amalia Cake & Bakery

Setiap datang ke Solo, ada sebuah toko roti yabg wajib saya kunjungi. Namanya adalah Amalia Cake & Bakery yang terletak di Jl. Yudistira No. 19, Serengan, Surakarta. Tokonya sih terlihat kecil dari luar. Tapi di dalamnya terdapat salah satu donat terlezat yang pernah saya santap.

O Donuts adalah produk unggulannya. Donat-donat segar langsung diberikan topping sesuai pesanan ketika baru dipesan. Jadi kita dapat melihat langsung prosesnya. Donatnya sendiri sangat lembut dan lezat di mulut. Toppingnya tidak terlalu manis dan pas sekali komposisinya.

Sederhana dan kecil bukan berarti tidak istimewa. Toko kue ini layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Jarang-jarang nih menulis tentang toko roti.