12 Angry Men (1957)

12AngryMen1

Berdasarkan rekomendasi salah satu kawan blogger, kemarin akhirnya saya menonton 12 Angry Men (1957), film hitam putih yang dibuat jauh sebelum saya lahir, 1957 :,D. 12 orang marah-marah? Isinya tentang 12 orang marah-marah? Oooo tidak juga, film ini bercerita mengenai perdebatan 12 orang juri pengadilan dari sebuah kasus pembunuhan.

Bagi teman-teman yang sering menonton serial Law & Order, Boston Legal atau Franklin & Bash, tentunya familiar dengan sistem pengadilan Amerika Serikat. Berbeda dengan sistem pengadilan di Indonesia, sistem pengadilan di Amerika sana menggunakan sekelompok juri sebagai pengambil keputusan akhir dari kasus yang disidangkan. Para juri terdiri dari warga biasa yang telah dipilih dan diseleksi. Pada 12 Agry Men (1957), para juri terdiri dari individu-indivudu dengan latar belakang dan sifat yang berbeda. Mereka harus memutuskan apakah seorang remaja layak untuk dijatuhi hukuman mati. Remaja tersebut didakwa sebagai pembunuh ayahnya sendiri.

12AngryMen8

Pada awalnya hanya 1 juri yang menyatakan bahwa remaja tersebut tidak bersalah, kesebelas lainnya menyatakan remaja tersebut bersalah dan layak mati. Disinilah awal dari perdebatan panjang yang cerdas dan logis. Terjadi saling balas argumen yang menarik meskipun rasanya 95% peristiwa pada 12 Agry Men (1957) terjadi di ruangan juri @__@. Bosan? Saya pribadi tidak karena di sana kesaksian dan barang bukti diuji kembali dengan cara yang menarik dan sesuai dengan kondisi Amerika tahun 1950-an, beberapa diantaranya bahkan menghasilkan argumen yang cukup menohok. Perlu diingat bahwa latar belakang 12 Agry Men (1957) adalah Amerika era 1950-an, bukan Amerika era 2000-an dimana sudah ada tim forensik dan peralatan yang canggih. Keduabelas juri ini tidak mendapat bantuan dari alat-alat canggihnya serial CSI.

12AngryMen9

12AngryMen12

12AngryMen3

12AngryMen2

12AngryMen11

12AngryMen5

12AngryMen10

12AngryMen6

12AngryMen7

12AngryMen13

Saya cukup terkesan dengan film ini meskipun gambarnya hitam putih dan agak kusam. Film ini tentunya layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

Film Seri Franklin & Bash

Franklin Bash 1

Mirip seperti film seri Law & Order, film seri Franklin & Bash adalah film yang mengupas drama pengadilan di Amerika Serikat. Umur film seri Franklin & Bash pun belum setua film seri Law & Order, baru sekitar 3 musim sebab seingat saya film seri ini baru mulai tayang pada tahun 2011, sampai sekarang pun episode terbarunya masih terus muncul :). DIbandingkan dengan Law & Order, kisah persidangan yang ditampilkan Franklin & Bash lebih santai, genre film seri Franklin & Bash sendiri adalah drama komedi :D.

FRANKLIN & BASH Franklin Bash 4 Franklin Bash 8 Franklin Bash 9

Sesuai judulnya, film seri ini mengisahkan bagaimana 2 pengacara slengehan, Elmo “Jared” Franklin (Breckin Meyer) & Peter Bash (Mark-Paul Gosselaar), membela klien mereka di persidangan. Kasus yang dihadapi bermacam-macam, biasanya sih agak unik-unik mulai dari perebutan batu meteor, perebutan mayat, sampai perebutan hak asuh atas seekor anjing ×_×. Metode pembelaan yang dipraktekkan pun agak eksentrik dan rasanya tidak mungkin deh beneran terjadi di dunia nyata. Well, tapi itulah yang membuat Franklin & Bash menarik untuk ditonton ; ).

Franklin Bash 11 Franklin Bash 7 Franklin Bash 6 Franklin Bash 5

Sebenarnya, siapa sih si Franklin & si Bash itu? Franklin adalah pemuda doyan pesta yang memiliki rasa percaya diri tinggi namun agak kekanak-kanakan. Rasanya karakter Franklin lebih dominan dibanding Bash, Franklin memiliki sifat kepemimpinan yang lebih besar dibandingkan dengan Bash. Bash sendiri relatif lebih dewasa dan berkepala dingin bila dibandingkan dengan Franklin. Kedua pengacara ini sudah bersahabat sejak lama sekali sehingga mereka pun mampu menyelesaikan berbagai masalah yang menghadang dengan penuh kekompakan.

Franklin Bash 10

FRANKLIN & BASH

Dalam menangani kasusnya, uang & kemenangan seakan bukanlah sebuah target bagi Franklin & Bash. Yang penting, semua pihak dapat memperoleh keadilan, melakukan hal yang dirasa benar adalah filosofi kedua sahabat itu. Hal ini tentunya bertentangan dengan firma tempat Franklin & Bash bekerja. Sebuah firma hukum tentunya berorientasikan kepada profit. Disinilah terdapat intrik-intrik politik kantor yang menjadi bumbu penyedap tambahan bagi film seri Franklin & Bash.

Kasus hukum yang unik, metode pembuktian pengadilan yang unik beserta pembawaan Franklin & Bash yang humoris mendorong saya untuk memberikan film seri ini nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

Serial Law & Order

Law Order 13

Pada waktu era tahun 90-an, saya sedang gemar-gemarnya menonton film seri kungfu Condor Heroes di RCTI. Sayangnya, sebelum film seri tersebut ditayangkan, saya “terpaksa” menonton film seri yang bercerita mengenai penanganan berbagai kasus di pengadilan, Law & Order judulnya. Terus terang saya sering mengantuk, tertidur, batal melihat film kungfu gara-gara Law & Order.

Saya terkejut bukan main ketika bertahun-tahun kemudian, ketika saya mulai berlangganan TV kabel, saya masih menemukan serial atau film seri Law & Order diputar di TV. Gila, film seri yang satu ini tidak ada matinya yaaaa. Law & Order bukanlah film seri yang bersambung, jadi 1 episode mengisahkan 1 kisah sampai tuntas pada episode tersebut. Berbeda dengan respon saya ketika masih SD dulu, kali ini saya justru cukup terhibur dengan kisah-kisah persidangan yang dihadirkan Law & Order, mungkin karena sekarang saya sudah dewasa dan dapat mengerti mengenai apa saja yang dikisahkan Law & Order.

Film seri Law & Order termasuk salah satu film seri terlama yang sempat tayang di stasiun TV Amerika. Film karangan Dick Wolf ini sudah mulai tayang sejak 1990. Sayangnya, sejak 2010 lalu, Law & Order dinyatakan tamat dan tidak ada episode barunya. Berbeda dengan film-film detektif yang beredar, Law & Order tidak hanya mengisahkan penyelidikan dan penangkapan tersangka oleh polisi. Film ini juga mengisahkan bagaimana tersangka diadili, karena adakalanya seorang tersangka dinyatakan bebas setelah ditangkap polisi. Sebagian dari suatu episode Law & Order mengisahkan bagaimana detektif pembunuhan kepolisian New York, Lennie Brisco (Jerry Orbach) dan partnernya, menyelidiki dan menangkap tersangka utama dari kejahatan terjadi di New York, bagian ini sudah jamak ada pada berbagai film detektif. Kemudian sebagian lagi dari episode tersebut mengisahkan bagaimana jaksa wilayah New York, Jack McCoy (Sam Waterston), menuntut tersangka utama yang sudah ditangkap di pengadilan, pembuktian tindak kriminal di pengadilan ternyata penuh intrik dan tidak semua tersangka yang ditangani McCoy dinyatakan bersalah. Beberapa kasus yang diangkat pada episode-episode film seri ini, ternyata diilhami dan diambil dari kasus kriminal yang benar-benar terjadi di dunia nyata sehingga kisah-kisahnya lebih realistis.

Law Order 12 Law Order 14 Law Order 7

Karena popularitas dan keberhasilannya memenangkan berbagai penghargaan, film seri Law & Order menghasilkan beberapa film seri spin off seperti Law & Order: Special Victim Unit, Law & Order: Criminal Intent, Law & Order: LA dan Law & Order: Trial by Jury.

Law & Order: Criminal Intent mulai tayang pada sekitar tahun 2001 dan episode terakhirnya tayang pada 2011 lalu. Film seri yang diciptakan pula oleh Dick Wolf ini mengisahkan tentang bagaimana kesatuan kejahatan besar kepolisian New York memecahkan berbagai kasus besar yang menyita perhatian masyarakat. Agak berbeda dengan Law & Order, pada Law & Order: Criminal Intent porsi cerita di pengadilannya kecil sekali. Memang ketika para detektif sedang menyelidiki suatu kasus, jaksa wilayah kerap hadir tapi kisah pada Law & Order: Criminal Intent sering diakhiri dengan pengakuan bersalah dari si tersangka. Ko bisa ngaku salah? Nah disinilah kelebihan film seri ini. Para detektif yang menyelidiki kasus tersebut memiliki kecerdikan dan keahlian yang menonjol dalam menekan tersangka untuk mengaku. Bukan dengan kekerasan tentunya, melainkan dengan penempanan pertanyaan disertai argumen dan bukti-bukti di saat dan tempat yang tepat. Walaupun kasus yang ditangani rasanya sih relatif biasa saja, saya terhibur dengan taktik interogasi yang dihadirkan Law & Order: Criminal Intent terutama oleh detektif Robert Goren (Vincent D’Onofrio).

Law Order 9

Law Order 11 Law Order 1 Law Order 2

Law Order 8

Law Order 3 Law Order 4 Law Order 5 Law Order 6

Kalau kasus-kasus yang ditampilkan pada Law & Order: Criminal Intent relatif beragam, berbeda dengan film seri Law & Order: Special Victim Unit, kasus-kasus yang ditampilkan pada Law & Order: Special Victim Unit umumnya berhubungan dengan kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual, banyak hal-hal yang agak tabu plus memprihatinkan ditampilkan pada film seri ini. Korban memang tidak meninggal, namun korban tentunya mengalami siksaan batin. Jatah munculnya kisah jalannya sidang pada Law & Order: Special Victim Unit lebih besar ketimbang Law & Order: Criminal Intent. Biasanya dikisahkan cerita bagaimana si tersangka ditangkap kemudian diadili dan divonis bersalah atau tidak bersalah. Aroma film seri Law & Order lebih terasa kental pada Law & Order: Special Victim Unit. Cerita-cerita yamg ditampilkan menarik tapi tidak terlalu istimewa, lumayaaan saja.

Law Order 10

Law Order 16 Law Order 18 Law Order 19 Law Order 17 Law Order 20

Law Order 15

Sampai sekarang saya masih menonton episode terbaru dari Law & Order: Special Victim Unit karena film seri ini ternyata belum dinyatakan tamat. Sejak 1999 sampai tulisan ini saya buat, film seri ini masih terus menelurkan episode baru. Law & Order: Special Victim Unit total telah hadir selama 16 musim, whoooaa, sepertinya lama kelamaan akan menyusul film seri originalnya, Law & Order, yang mampu bertahan selama 20 musim.

Well, film seri yang bertahan lebih lama belum tentu menjadi favorit saya sebab rasanya film seri Law & Order dan film seri Law & Order: Special Victim Unit layak mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Sedangkan film seri Law & Order: Criminal Intent rasanya lebih layak mendapat nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”, walaupun film seri ini hanya bertahan selama 10 musim, sayang yaaaa. Sementara itu untuk film seri spin off lainnya seperti Law & Order: LA dan Law & Order: Trial by Juri, saya belum bisa bilang apa-apa sebab belum saya tonton satupun episodenya. Yaaah mungkin kapan-kapan saya tulis ulasannya kalau sudah saya tonton ;).

Reasonable Doubt (2014)

Reasonable Doubt 1

Sewaktu ditinggal istri kerja pada sabtu lalu, saya menonton film yang sinopsisnya cukup menarik, Reasonable Doubt (2014). Film yang bergenre thriller ini bercerita mengenai bagimana ketidakjujuran dapat mengakibatkan masalah yang besar. Kehidupan seorang jaksa, Mitch Brockden (Dominic Cooper), berubah 180 derajat ketika Mitch secara tidak sengaja menabrak seseorang pada suatu malam. Bukannya menolong orang yang baru saja ia tabrak, Mitch justru melarikan diri dan mencoba menghilangkan barang bukti yang ada.

Reasonable Doubt 2

Mitch kaget bukan main ketika keesokan harinya, ia mendapat berita bahwa orang yang semalam ia tabrak dibunuh oleh seseorang & polisi sudah berhasil menangkap tersangka utamanya, Clinton Davis (Samuel L. Jackson). Keadaan diperparah ketika Mitch ditugaskan untuk menjadi jaksa penuntut pada sidang perkara tersebut. Mitch akan membantu sistem peradilan untuk menjebloskan Clinton ke dalam penjara dalam waktu yang lama karena Clinton sebelumnya pernah terlibat pada beberapa tindak kriminal. Kenyataan bahwa Clinton sekarang hidup sendirian setelah istri & anaknya dibunuh, semakin menambah rasa bersalah Mitch.

Reasonable Doubt 5

Dengan dibantu oleh kakak tirinya, Mitch akhirnya memanipulasi persidangan agar Clinton bebas. Ini adalah perbuatan tidak jujur kedua yang dilakukan Mitch pada Reasonable Doubt (2014) yang akan memperbesar masalah karena setelah Clinton dinyatakan bebas, Mitch menemukan beberapa fakta baru yang mengejutkan. Clinton ternyata bukanlah orang baik-baik, fakta-fakta yang diperoleh Mitch semakin menggiring Mitch kepada kesimpulan bahwa Clinton adalah seorang pembunuh berantai. Mitch baru saja membebaskan seorang pembunuh berantai? Atau kecurigaan Mitch salah?

Reasonable Doubt 7

Reasonable Doubt 3 Reasonable Doubt 4 Reasonable Doubt 6

Keragu-raguan yang Mitch alami sepanjang film ini cukup masuk akal karena didukung oleh fakta dengan alur logika yang logis. Reasonable Doubt (2014) sangat cocok bagi penonton yang senang berfikir ketika menonton film. Bagian awal dan tengah Reasonable Doubt (2014) berhasil membuat saya penasaran, namun sayang bagian akhirnya agak mudah ditebak, yaah paling endingnya begitu hehehehe :’D. Olehkarena itulah Reasonable Doubt (2014) layak mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.