Serial The Glory

The Glory (더 글로리) merupakan serial asal Korea Selatan yang berbicara mengenai balas dendam dan perundungan. Di Korea Selatan sendiri, kasus perundungan atau bullying menjadi sesuatu yang memalukan. Sudah ada artis dan atlet yang karirnya hancur akibat bullying. Bukan karena peran mereka sebagai korban, melainkan sebagai pelaku. Sentimen negatif masyarakat bagi para pelaku bullying terbukti membuat karir seseorang hancur lebur. Ini bukanlah hal yang diduga akan terjadi bagi pelaku bully di tahun-tahun 2000-an awal. Sehingga, saat ini, ada beberapa tokoh ternama yang hancur dikecam masyarakat setelah diketahui bahwa ia merupakan pelaku bullying ketika masih sekolah dulu. Kurang lebih hal inilah yang menjadi latar belakang The Glory.

Pada tahun 2000-an awal, Moon Dong Eun (Song Hye-kyo) menjadi korban bully yang sangat parah dari sekelompok teman sekolahnya. Tidak hanya di sekolah, kelompok pelajar laknat ini melanjutkan perilaku norak mereka di rumah Dong Eun. Hal ini diperparah oleh perilaku kurang terpuji guru dan orang tua Dong Eun. Semua bukti bullying yang dikumpulkan oleh perawat sekolah seakan hanya menjadi angin lalu. Mental dan fisik Dong Eun hancur akibat bullying berkepanjangan ini. Semua terjadi hingga pada akhirnya Dong Eun keluar dari sekolah dan mengubur mimpinya untuk menjadi seorang arsitek.

Hidup memang seolah tak adil bagi Dong Eun. Para pelajar yang dulu mem-bully-nya sekarang hidup bahagia dan sukses. Beberapa diantaranya bahkan terkenal dan masuk TV. Oknum guru yang berperan dalam kasus bullying Dong Eun pun, bahkan berhasil memperoleh penghangaan dan pemerintah dan menikmati hidup damai sebagai pensiunan guru. Dong Eun memantau pergerakan orang tua nya sama seperti ia memantau pergerakan para pem-bully. Entah apa yang akan Dong Eun lakukan pada orang tuanya sendiri.

Di sini The Glory dengan cerdas membuat aksi bullying terlihat berada ambang dibatas antara mustahil dan mungkin. Sangat berbeda dengan film-film Indonesia dan India yang sering kali berlebihan untuk adegan-adegan seperti ini. Peristiwa bullying pada Glory ternyata memang diambil dari kasus-kasus bullying yang memang nyata pernah terjadi di Korea Selatan.

Potongan aksi bullying ini sering kali muncul pada The Glory. Penonton pun membuat semakin memihak Dong, Eun, meski apa yang ia lakukan tidak 100% benar. Si tokoh utama memang masih mengalami trauma sampai bertahun-tahun setelah peritiwa buruk tersebut terjadi. Dong Eung pun selama ini mendedikasikan seluruh hidupnya untuk membalas dendam bagi semua pihak yang bertanggung jawab terhadap aksi bullying yang menimpanya.

Perlahan tapi pasti, selama bertahun-tahun Dong Eun menyiapkan rencana balas dendam. Ia tidak ingin semuanya langsung mati terbunuh begitu saja. Dong Eun ingin pula menghancurkan hidup para pelaku. Balas dendam ini harus perlahan agar lebih terasa :’D.

Sebenarnya, dalam perjalanannya, Dong Eun menemukan persahabatan dan cinta. Semua itu berusaha ia buang jauh-jauh agar dapat tetap fokus menjalankan rencanya. Sebenarnya ia memiliki pilihan untuk melupakan semua aksi bullying dan memaafkan semuanya. Kemudian menjalankan hidup normal bebas dari semua kebencian. Pilihan lainnya adalah menyiksa semua pihak yang terlibat, sampai habis. Secara moral, pilihan memaafkan memang yang paling baik. Tapi terus terang pilihan ini agak klise dan sangat membosankan. Melihat Dong Eun membalas dendam memang sangat memuaskan. Terlebih lagi, adegan aksi bullying di masa lampau selalu muncul pada setiap episodenya hehehehe. Gemes saya melihatnya.

Sementara ini The Glory berhasil menjadi serial balas dendam favorit saya. Balas dendam tidak hanya langsung pukul atau tembak sampai mati saja, hehehe. Serial ini sudah selayaknya untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

Sumber: http://www.studiodragon.net