Serial Mr. Robot

robot1

Pernah menonton V for Vendetta (2005)? Atau membaca versi novel grafisnya? Kisah mengenai revolusi dengan simbol topeng ini cukup mudah diingat karena keunikannya. Masyarakat bangkit bersama-sama akibat aksi pemberontakan oleh seorang misterius, berbuntut lengsernya sebuah rezim. Sekitar tahun 2015 lalu, hadir sebuah serial yang ratif mirip dengan V for Vendetta (2005), judulnya Mr. Robot.

Siapa Mr. Robot? Mr. Robot adalah karakter misterius yang menggunakan topeng monopoli. Heh? Topeng monopoli? Kalau teman-teman pernah melihat permainan monopoli yang original, makan teman-teman pasti melihat karakter kakek tua yang menggunakan setelan jas, nah wajah si kakek tersebut sangat mirip dengan topeng Mr. Robot.

robot10

Apa yang Mr. Robot lakukan? Ia memimpin sekelompik hacker untuk menumbangkan sistem dunia yang hanya memperkaya segelintir orang. Sebagaimana kita lihat sendiri, saat ini untuk memperoleh yang kita kehendaki, terkadang kita harus berhutang. Sukur-sukur kalau ada yang mau meminjamkan. Nah bagaimana kalau tidak? Walaupun sopasti kena bunga, ya terpaksa berhutang ke bank atau lembaga keuangan alternatif lainnya. Dengan sistem ini maka sudah bukan hal baru ketika seseorang harus berhutang demi membeli rumah, menyekolahkan anak, memulai sebuah usaha, membeli kendaraan dan lain-lain. Dari seluruh masyarakat dunia, pastilah ada segelintir orang yang menikmati hasil dari hutang-hutang tersebut. Inilah yang Mr. Robot lawan dan ingin tumpas.

Berbeda dengan V for Vendetta (2005) yang menggunakan jalan kekerasan, Mr. Robot lebih memilih menggunakan kelemahan pada sistem komputer demi mencapai tujuannya. Pada pemutaran perdana serial Mr. Robot, perusahaan E menjadi target utamanya karena perusahaan E merupakan perusahaan yang menguasai segalanya sedemikian rupa sehingga banyak penduduk dunia yang berhutang dan atau memiliki ketergantungan terhadap perusahaan E. Pada episode-episode berikutnya, akan terpapar alasan pribadi Mr. Robot kenapa perusahaan E yang dia targetkan. Bukankah ada perusahaan lain yang seperti perusahaan E?

Perlawanan Mr. Robot ditampilkan melalui kacamata seorang Elliot Alderson (Rami Malek), seorang ahli komputer yang anti-sosial, mengalami depresi berkepanjangan dan ketergantungan kepada narkoba. Elliot direkrut masuk ke dalam fsociety oleh Mr.Robot yang bentuk fisiknya diperankan oleh Christian Slater. Fsociety sendiri merupakan kelompok hacker yang ingin memicu sebuah revolusi melawan sistem perekonomian dunia. Dalam prosesnya, Elliot banyak sekali mengalami konflik dengan Mr. Robot sebab Elliot masih ragu akan rencana besar Mr. Robot padahal rencana besar Mr. Robot sangat bergantung kepada kemampuan Elliot sebagai seorang hacker.

robot7

robot11

robot6

robot2

robot9

robot8

Saya melihat banyak kejutan pada serial Mr. Robot karena kelainan dan penyakit yang Elliot derita. Berhubung mayoritas cerita pada serial ini disajikan melalui kacamata seorang Elliot maka semuanya akan dipengaruhi oleh kondisi fisik dan mental Elliot.

robot5

robot3

robot12

robot13

Bukan hanya konsep ceritanya yang bagus, tapi penyajiannya pun pas sehingga secara keseluruhan serial Mr. Robot layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Namun Mr. Robot tidak pantas ditonton anak-anak karena mengandung hal-hal yang sifatnya dewasa, jadi jangan ajak anak-anak menonton serial ini :).

Sumber: www.whoismrrobot.com

Night at the Museum: Secret of the Tomb (2014)

Night Museum 1

Night at the Museum: Secret of the Tomb (2014) adalah film layar lebar ketiga yang diangkat dari buku dongeng anak-anak karangan Milan Trenc, Night at the Museum. Sebelum Night at the Museum: Secret of the Tomb (2014) telah tayang Night at the Museum (2006) dan Night at the Museum: Battle of the Smithsonian (2009). Kedua film Night at the Museum terdahulu tersebut mengisahkan bagaimana semua patung dan benda-benda purbakala yang ada di dalam New York City’s American Museum of Natural History dapat hidup di malam hari dan kembali menjadi benda mati lagi di pagi hari. Awalnya Larry Daley (Ben Stiller), penjaga malam New York City’s American Museum of Natural History kewalahan menghadapi fenomena ini. Akhirnya Larry berhasil mengendalikan keadaan museum di malam hari dan mulai menikmati keadaan museum tersebut. Larry menjalin persahabatan dengan beberapa patung atau benda mati museum yang hidup setiap malam seperti Teddy Roosevelt (Robin Williams), Attila the Hun (Patrick Gallager), Octavius (Steve Coogan), Jedediah (Owen Wilson), Sacagawea (Mizuo Peck) dan Ahkmenrah (Rami Malek).

Night Museum 4

Night Museum 9

Peristiwa ajaib yang terjadi setiap malam tersebut disebabkan oleh artefak asal Mesir yang bernama Tablet Ahkmenrah. Setiap patung yang ada di dekat artefak tersebut pada malam hari, serta merta akan hidup. Ketika matahari bersinar, patung tersebut akan kembali menjadi patung, tidak hidup lagi. Nah pada Night at the Museum: Secret of the Tomb (2014), bagian bawah Tablet Ahkmenrah seperti berkarat, warnanya berubah menjadi kehijauan, tidak kuning emas lagi. Perubahan warna ini semakin hari semakin meluas dan membuat para patung yang terkena pengaruh artefak melakukan hal-hal tertentu tanpa mereka sadari.

Night Museum 3

Akhmenrah, mumi sang pemilik dari Tablet Ahkmenrah yang ikut hidup setiap malam di dalam museum, bingung melihat keadaan ini. Ia pun meminta Larry untuk mengantarkannya kepada mumi ayahnya, Merenkahre (Ben Kingsley) karena Merenkahre-lah yang memerintahkan pembuatan Tablet Akhmenrah.

Night Museum 12

Mumi Merenkahre ternyata ada di British Museum of Natural History nun jauh di Inggris sana. Larry berencana untuk membawa mumi Akhmenrah dan Tablet Akhmenrah ke Inggris untuk menyelidiki masalah ini sampai tuntas. Namun rencana hanyalah sebuah rencana, akankah Larry berhasil?

Night Museum 5

Night Museum 8

Only Dan Stevens, pictured as Lancelot with Ben Stiller, seems to enjoys himself in Night At The Mus

Mayoritas latar belakang dari Night at the Museum: Secret of the Tomb (2014) adalah British Museum of Natural History. Mirip dengan kedua film terdahulu, Larry harus melalui ruangan-ruangan museum yang besar dan terbagi-bagi dalam berbagai kategori bergantung dari tema benda-benda yang dipamerkan di ruangan-ruangan tersebut.

Night Museum 2

Night Museum 6

Night Museum 7Night Museum 11

Praktis tidak ada kejutan pada film Night at the Museum: Secret of the Tomb (2014). Penyelesaian dari masalah yang Larry alami pun ternyata cukup sederhana. Kalau dilihat dari sisi nalar pun Night at the Museum: Secret of the Tomb (2014) termasuk jauh dari kata masuk akal. Saya tidak mempermasalahka patung-patung yang dapat hidup karena ada penjelasannya yaitu karena pengaruh Tablet Ahkmenrah. Tapi bagimana dengan sistem keamanan museum di negara maju seperti Inggris dan Amerika sana? Selama Larry dan kawan-kawan berlari-lari dan berkelahi di dalam museum, ada bagian dari museum yang rusak parah, ada beberapa benda purbakala yang kaca pelindungnya pecah. Kok alarmnya tidak berbunyi? Kok tidak ada orang di luar museum yang mendengar? Entah, bagi saya hal tersebut tidak ada penjelasannya ;).

Meskipun agak klise dan kurang masuk akal, saya sempat beberapa kali tertawa ketika melihat perjalan Larry dan kawan-kawan. Night at the Museum: Secret of the Tomb (2014) merupakan penutup dari perjalanan hidup karakter Larry sebagai penjaga museum sekaligus termasuk film terakhir yang dibintangi oleh almarhum Robin Williams. Night at the Museum: Secret of the Tomb (2014) rasanya layak untuk mendapatkan nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Sumber: www.nightatthemuseummovie.com