Hangat Gurihnya Bakso Urat Lor Patung Kuda Manahan

Dari beberapa warung bakso yang terlihat cukup ramai di Solo, akhirnya saya mampir di pusat Bakso Urat Lor Patung Kuda Manahan. Lokasinya di Jl. Doktor Setiabudi No. 91, Gilingan, Banjarsari, Surakarta (samping runah sakit). Warung bakso yang satu ini ternyata sudah memiliki beberapa cabang lain seperti:

  • Jl. Banyuanyar Selatan, Banyuanyar, Banjarsari, Surakarta.
  • Jl. Letjen Suprapto No. 109, Banyuanyar, Banjarsari, Surakarta.
  • Jl. Duwet Raya, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo.
  • Jl. Kapten Mulyadi, Badran Asri, Cangakan, Karanganyar.
  • Jl. Veteran No. 18, Kroyo, Karangmalang, Sragen.

Warungnya cukup luas dan bersih. Ruangannya terbuka dan terdiri dari beberapa kursi dan bangku.

Dari beberapa menu yang ada, saya baru sempat mencicipi bakso komplit saja. Satu porsi bakso komplit terdiri dari mie, bakso halus, bakso urat, dan pangsit goreng. Bakso halusnya benar-benar halus dan lembut. Bakso uratnya lembut tanpa menghilangkan rasa uratnya. Pangsit gorengnya renyah dan bisa dipesan terpisah loooh. Nah, yang paling mantab adalah kuahnya. Kuah yang hangat dan gurih terasa lezat di lidah. Namun bagi yang kirang suka dengan aroma kuah daging sapi, sebaiknya menghindari menu ini. Wanginya memang sekental rasanya.

Dengan demikian, Bakso Urat Lor Patung Kuda Manahan sudah sepantasnya memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Kalau sedang batuk hujan, paling enak mampir ke sana, yummm.

Nasi Kulit Malam Minggu, Nasi yang Menghadirkan Malam Minggu di Setiap Saat

Nasi kulit sempat populer beberapa tahun yang lalu. Walau sekarang sudah tidak terlalu hits lagi, beberapa pedagang nasi kulit masih ada. Paling tidak ini menunjukkan bahwa nasi kulit bukan hanya trend sekali coba saja.

Dari beberapa merk nasi kulit yang ada, saya sempat mencicipi Nasi Kulit Malam Minggu. Kebetulan lokasi cabang-cabangnya tidak terlalu jauh dari rumah saya. Saya sendiri beberapa kali memesan Nasi Kulit Malam Minggu melalui layanan ojeg online. Bentuk ouletnya memang mungil-mungil siy. Sementara ini, Nasi Kulit Malam Minggu sudah tersebar di kota Jakarta, Bekasi, Bogor, Depok, Tangerang, Subang, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, Denpasar, Dalung, Medan, Lampung, Riau, Jambi, Batam, dan Palu. Mayoritasnya ada di Jakarta.

Untuk menu, seingat saya, Nasi Kulit Malam Minggu sering berubah-ubah dan berbeda di setiap kota. Di sana saya baru mencicipi nasi kulit ayam fillet (mozzarella), nasi kulit paru, dan nasi paru ayam crispy.

Nasi kulit ayam fillet (mozzarella) terdiri dari nasi putih dengan taburan serundeng, kulit ayam crispy, kol goreng, sambal, ayam fillet dengan keju mozzarella dan sambal. Keberadaan keju mozzarella memang membuat penasaran. Namun rasa gurih kejunya dan kulit crispy-nya saling mengubur. Ada sedikit rasa dan aroma keju di sana. Kerenyahan kulit crispy-nya juga masih terasa. Rasanya lumayanlaaa, hanya saja tidak seenak ekspektasi saya.

Nasi paru ayam crispy terdiri dari nasi putih dengan taburan serundeng, sambal, kol goreng, paru dan ayam crispy. Oooh tunggu dulu, dimana kulitnya?? Hehehehe. Saya pun agak kaget begitu menyadari bahwa saya memesan menu tanpa kulit di restoran nasi kulit @_@. Tepung pada ayamnya terasa berbeda dengan tepung pada kulit. Keberadaan daging ayam pun memberikan tektur yang berbeda. Tanpa kulit, memang seperti ada yang kurang. Namun menu ini tetap terasa lumayan ok kok. Kelembutan paru bertemu dengan kerenyahan ayam cruspy beserta bahan-bahan lainnya. Not bad!

Nasi kulit paru terdiri dari nasi putih dengan taburan serundeng, kol goreng, paru, sambal dan …. eng ing eng … kulit ayam crispy tentunya ;). Kulit ayamnya memiliki bentuk yang besar-besar dengan rasa gurih dan aroma yang unik. Kulitnya sendiri tidak terlalu garing sehingga masih terasa juicy dan sedikit kenyal ketika saya gigit. Rasa dan aroma kulit ayam crispy dapat tampil menonjol ketika bertemu dengan paru yang lembut. Tak lupa sambal yang tak terlalu pedas pun berhasil tampil lebih menonjol pada kombinasi menu yang satu ini. Wah akhirnya saya menemukan menu favorit saya di Nasi Kulit Malam Minggu. Mungkin nasi kulit paru tidak segemerlap nasi kulit plus mozzarella atau sate taichan. Namun, bagi saya, kulit crispy ini paling cocok kalau disandingkan dengan paru. Yummmm ;).

Secara keseluruhan, Nasi Kulit Malam Minggu layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Pada dasarnya Nasi Kulit Malam Minggu memiliki bahan kulit, ayam fillet, ayam crispy, paru, keju mozzarella, keju chedar, bakso, sate taichan dan empal. Sepertinya setiap kota dapat memilih kombinasi yang dirasa paling cocok dengan selera. Beda kota, bisa saja beda selera bukan? Itulah mengapa kok menu Nasi Kulit Malam Minggu agak aneh, ketika saya memesannya di Solo, bukan Jakarta. Sementara ini, kombinasi favorit saya tetap jatuh ke nasi kulit paru ;).

Nasi Bebek Sinjay, Nasi Bebek Legendaris dari Bangkalan

Sekitar 2010 lalu, tak lama setelah Jembatan Suramadu beroperasi, saya berkunjung ke Surabaya. Dari sana, untuk pertama kalinya saya menyeberang ke Pulau Madura menggunakan Jembatan Suramadu. Tentunya ditemani keluarga saya yang tinggal di Surabaya. Tak jauh dari Jembatan Suramadu, tepatnya di Jl. Raya Ketengan No. 45 Bangkalan, kami mampir di sebuah warung sederhana yang sangat ramai, Nasi Bebek Sinjay namanya.

Sinjay bukanlah restoran India. Namanya memang seperti nama India. Namun Sinjay sendiri para awalnya merupakan singkatan dari Sinar Jaya. Bengkel Sinar Jaya adalah usaha yang pada awalnya digeluti oleh keluarga pendiri Nasi Bebek Sinjay. Kemudian sejak sekitar tahun 2003, Nasi Bebek Sinjay mulai berjualan di emperan. Lama kelamaan Nasi Bebek Sinjay mampu berjualan di lokasi yang lebih baik, yaitu di Jalan Raya Ketengan. Lama tak menyantap bebek Sinjay lagi. Sekarang Nasi Bebek Sinjay ternyata sudah memiliki banyak cabang yaitu di:

  • Jl. Raya Ketengan No. 45 dan Km 21, Bangkalan, Madura.
  • Jl. MayJend Sungkono Gg. I, No. 5, Bangkalan, Madura.
  • Food Court Mall Kaza City, Jl. Kapas Krampung No. 45, Tambakrejo, Simokerto, Surabaya.
  • Jl. Raya Tidar No.1, Sawahan, Surabaya.
  • Ruko Frontage, Jl. Ahmad Yani, Wonocolo, Surabaya.
  • Jl. MayJend HR. Muhammad No. 71, Dukuh Pakis, Surabaya.
  • Jl. Dharmahusada Utara No. 160/B, Gubeg, Surabaya.
  • Jl. Perusahaan No. 16, Karanglo, Malang.
  • Jl. Gajah Mada No. 9-11, Jember.

Biasanya lokasi Nasi Bebek ini hadir dengan dekorasi anyaman bambu. Tulisannya terkadang kecil atau terhalang mobil. Jadi saya pribadi memilih melihat lokasi yang gayanya terlihat cokelat muda dari kejauhan.

Nasi Bebek Sinjay memiliki Nasi Bebek sebagai menu andalannya. Nasi putih yang hangat dan pulen, di lengkapi oleh sepotong bebek goreng, sedikit kremesan, sambal picuk atau mangga muda, dan timun. Bebeknya jauh dari kata amis, relatif besar dan memiliki tingkat kegaringan yang pas. Jadi kering di luar tapi tetap lembut dan juicy di dalam. Kremesannya memberikan kerenyahan yang gurih. Sambal picuknya terasa sedikit pedas, dengan keasaman yang menyegarkan. Bila digabungkan, masi bebek Sinjay memberikan rasa yang unik dan enak looh. Ada asam, pedas, gurih dan renyah di sana. Ini adalah hal yang berbeda dengan mayoritas nasi bebek yang ada di Jakarta. Nasi bebek Sinjay tidak pedas sama sekali, rasa pedasnya hanya sedikit saja. Sebuah hidangan tidak harus super pedas untuk dibilang enak.

Secara keseluruhan, Nasi Bebek Sinjay mampu memberikan sebuah rasa yang membuat saya mampir ke Surabaya. Yah cabang Sinjay terdekat dari rumah saya ya memang yang ada di Surabaya hehehe. Warung asal Bangkalan ini sudah selayaknya untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”.

Icip-Icip Steak Meriah ala Go!Steak

Ketika sedang membeli obat, saya melihat ada restoran baru yang cukup mencolok. Di sana tertulis Go!Steak, wah apalagi ini? Ternyata Go!Steak merupakan franchise yang sudah ada beberapa cabangnya. Saya disini tidak akan membicarakan mengenai bisnis franchise ya. Memang kok ya Go!Steak ini lebih banyak iklan franchise-nya ketimbang restorannya hehehe. Setahu saya Go!Steak sudah dapat ditemui di Ruko Fresh Market Emerald Bintaro, AEON Tanjung Barat, Jl. Pondok Kelapa Raya JakTim, Ruko Commpark Cibubur, dan Jl. Kaharuddin Pekanbaru.

Pada dasarnya disana terdapat 3 jenis steak sebagai menu utamanya. Ada steak ayam original, steak daging sapi dan steak ayam crispy. Saya sendiri baru mencicipi yang steak ayam crispy.

Steak ayam crispy mengingatkan saya pada masa dimana saya menjadi anak kos-kosan. Disaat tanggal muda, terkadang saya makan steak. Steaknya ya mirip sekali dengan steak ayam crispy. Steak tersebut menggunakan daging ayam bumbu tepung yang renyah, lengkap dengan sayuran dan kentang. Semua disajikan di atas hotplate yang hangat. Daging ayamnya tidak terlalu empuk tapi masih terbilang ok-laaa. Apalagi kriukannya sangat renyah. Ditambah dengan aneka saus yang tersedia, hidangan semakin kaya akan rasa. Hidangan steak ayam crispy ini sebenarnya sudah ada di Jakarta, tak jauh dari kantor saya. Tapi saya kurang puas dengan rasanya. Pada dasarnya saya memang tidak terlalu suka sekali dengan steak cruspy. Tapi sejauhnya ini, steak crispy versi Steak!Go termasuk yang paling ok.

Kemudian berbicara mengenai saus, terdapat berbagai pilihan saus yaitu saus keju, saus bbq, saus lada hitam, dan lain-lain. Saus kejunya terasa agak manis dengan aroma keju yang harum. Saus bbq memiliki aroma sambal dan barberque, serta rasa asam bercampur pedas. Saus lada hitam sangat mirip dengan saus bbq hanya saja aromanya aroma lada hitam dan rasa pedasnya seperti pedas lada, bukan pedas sambal. Untuk varian saus lainnya saya sendiri belum sempat mencicipinya.

Secara keseluruhan Go!Steak layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Not bad ;).

Sushi Mate, Sushi Meriah dengan Porsi Melimpah

Selama ini sushi merupakan hidangan khas Jepang yang tidak akan saya jadikan pilihan ketika sedang lapar berat atau buka puasa. Porsinya relatif kecil-kecil dengan harga yang tidak murah. Sushi Mate hadir sebagai sushi murah bin ekonomis. Sebenarnya sudah ada beberapa sushi murah seperti ini. Lalu apa bedanya Sushi Mate?

Sushi Mate hadir dalam bentuk plater atau paket yang terdiri dari banyak sushi. Sekilas kok sepertinya agak mahal juga. Tapi kalau dihitung berapa harga satuan sushinya, maka paket-paketnya Sushi Mate akan terlihat murah.

Samurai Salmon Platter
Chugo Mate Platter

Saya sendiri lebih sering memesan Sushi Mate lewat layanan ojeg online. Warung sushi yang satu ini memang tidak melayani Setahu saya Sushi Mate sudah dapat ditemui di Jakarta, Tangerang dan Bekasi. Tepatnya di daerah Salemba, Cilandak, Tanjung Duren, Pondok Kelapa, Cipayung, Puri, Bekasi Selatan, Pondok Aren, Bumu Serpong Damai.

Untuk kategori sushi ekonomis, saya rasa Sushi Mate termasuk yang terbaik. Sushi Mate layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Ayam Keprabon, Juaranya Pergeprekan

Konon hidangan ayam geprek pertama hadir di Yogyakarta pada 2003. Kemudian baru pada sekitar 2017-an ayam geprek semakin populer di berbagai daerah, termasuk Jakarta. Saya sendiri pernah mencicipi 1 brand ayam geprek yang saat itu populer. Namun entah mengapa, saya kurang terkesan dan malas untuk menulisnya di sini :’D.

Bertahun-tahun kemudian, barulah saya mendapatkan rekomendasi untuk mencicipi ayam geprek asal Solo yang bernama Ayam Keprabon. Brand ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 2015 lalu. Sampai sekarang saja Ayam Keprabon sudah dapat ditemui di Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Bandung, Jabodetabek, Medan, Jambi, Makassar, dan Banjarmasin.

Saya sendiri belum pernah makan di restorannya. Saya biasa memesan Ayam Keprabon melalui aplikasi ojeg online. Sekalipun datang, saya pernah datang ke Ayam Keprabon yang Express, jadi restorannya mungil sekali. Saya lebih nyaman menyantap Ayam Keprabon di rumah atau kantor saja. Packagingnya bagus dan rapi kok.

Dapur
Tempat Makan

Pada intinya, hidangan Ayam Keprabon adalah ayam geprek. Mayoritas hidangan Ayam Keprabon memang terkait dengan dengan dunia pergeprekan. Di sana antara lain terdapat ayam geprek sambal bohay, ayam geprek blenger sambal karca, ayam geprek blenger matah, ayam serasi dan sushi geprek.

Ayam geprek sambal bohay terdiri dari nasi, ayam geprek yang susah dibubuhi sambal bohay dan potongan timun. Hidangan yang satu ini memberikan sensasi rasa pedas, gurih dan sedikit manis yang khas. Saya sendiri memesan tingkat kepedasan level 3 yang cukup bersahabat bagi perut saya. Untuk dagingnya, ada pilihat apakah hendak menggunakan paha atas atau ada. Saya memilih yang paha atas sehingga sedikit lebih juicy. Daging dada terkadang terasa agak kering, tapi lebih sehat sih. Kerenyahan dari si ayamnya pun masih terasa. Secara keseluruhan, hidangan ini terasa enak meskipun terbilang simple sekali.

Ayam Geprek sambal Bohay

Ayam geprek blenger sambal karca terdiri dari nasi, ayam geprek plus sambal karca (kari-rica) yang sudah tertutup oleh lelehan keju mozzarella. Penampilanya sih sudah menggugah selera, terutama para pencinta keju. Rasa sambal karca yang pedas dan beraroma khas agak terkubur oleh kejunya. Kerenyahan si ayam pun otomatis berkurang bila dibandingkan dengan hidangan ayam geprek non blenger alias tanpa keju. Tekstur dan aroma keju mozzarella memang lebih dominan di sini. Tapi sesekali saya masih dapat merasakan rasa pedasnya si sambal karca. Hilangnya kerenyahan si ayam, terobati dengan paduan rasa pedas dari sambal dan rasa gurih dari kejunya. Wah, enak juga hidangan yang satu ini, yummmm, favorit nih.

Ayam Geprek Blenger Sambal Karca

Ayam geprek blenger matah sangat mirip dengan ayam blenger sambal karca. Bedanya, sambal matahnya berada di bagian atas dari lelehan keju mozzarella. Sambal ini pun lumayan pedas dan harum sekali. Rasa gurih dan pedas relatif mendominasi rasa dari hidangan ini. Namun entah kenapa, aromanya kurang pas bagi saya pribadi. Yah bukan berarti tidak loh ya. Saya bisa bilang ini termasuk lumayaaaan.

Ayam Geprek Blenger Sambal Matah

Selanjutnya saya mencicipi menu non geprek dari Ayam Keprabon, yaitu ayam serasi. Menu yang satu ini terdiri dari ayam goreng kremes yang ditemani oleh sambal terasi. Kremesan dari menu ini twrasa renyah dan gurih. Sedangkan sambal terasinya terasa gurih juga. Keduanya sama-sama gurih tapi memberikan aroma dan rada khas yang berbeda. Saya yang suka dengan hidangan gurih, sopasti ok-ok saja dengan ayam serasi. Namun bagi teman-teman yang kurang suka atau sedang menghindari rasa gurih atau asin, sepertinya tidak akan terlalu suka dengan ayam serasi.

Ayam Serasi

Sushi geprek adalah sushi yang bagian tengahnya terdapat ayam geprek. Kita dapat memilih apakah ingin ada lelehan keju mozzarellanya? Apakah ingin yang pedas? Saya sendiri lebih suka dengan yang versi lengkap yaitu sushi geprek blenger spicy. Pakai keju? Ya. Pedas? Ya juga ;). Rasa gurih, pedas dan manis yang khas menyelimuti hidangan yang satu ini. NoriSushi pinggiran ada nori, tengah ada ayam geprek samval dan lelehan keju mozzarela. Plus sambal pesas kalau masih kurang pedas. Gurih, pedas, manis dengan aroma dan rasa yang khas, terasa enak di mulut saya. Kemudian karena ini bentuknya sushi, maka hidangan ini menggunakan nori atau rumput laut juga. Teenyata Nori memberikan kekenyalan ketika saya mengunyah si sushi geprek ini. Hal ini memperkaya rasa sushi geprek yg sudah juara rasanya. Wah, bertambah lagi deh hidangan favorit saya di Ayam Keprabon.

Sushi Geprek Blenger Spicy

Secara keseluruhan, saya agak menyesal. Kenapa kok pada 2017 lalu saya tidak mencicipi Ayam Keprabon. Saya justru kapok dan ogah makan geprek-geprekan. Maka, pada akhir 2021 ini saya memberikan Ayam Keprabon nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak” :D.

Penasaran dengan Hidangan Palestina di Emado’s Shawarma

Tak jauh dari rumah orang tua saya, terdapat restoran masakan Palestina yang dulu sempat memberikan promo besar-besaran. Sayang, promo tersebut harus saya lewatkan karena saya sendiri sedang sakit. Beberapa bulan setelah pulih, saya menyempatkan diri untuk mampir ke sana. Emado’s Shawarma namanya.

Dalam waktu singkat, jaringan restoran yan dimiliki oleh warga Palestina ini sudah berkembang sampai dengan dekat kos-kosaan saya ketika masih kuliah dulu. Wah-wah cepat sekali yah. Berikut cabang-cabang Emado’s Shawarma yang saya ketahui:

  • Jl. Jatiwaringin Raya Blok A No. 3, Jakarta Timur.
  • Jl. Raya Condet No. 31, Kramat Jati, Jakarta Timur.
  • Jl. Bendungan Hilir No. 144, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.
  • Jl. Kemang Selatan VIII No. 66, Kemang, Jakarta Selatan.
  • Jl. Bintaro Utara No. 20, Jakarta Selatan.
  • Jl. Ciledug Raya No. 3, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
  • Jl. Cipete Raya Blok A No. 3, Fatmawati, Jakarta Selatan.
  • Jl. Veteran Raya No. 11, Jakarta Selatan.
  • Jl. Karang Tengah Raya No. 49, Jakarta Selatan.
  • Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 15A, Tebet, Jakarta Selatan.
  • Jl. Ciputat Raya No. 7 Jakarta Selatan.
  • Jl. Green Ville Blok AS No. 28, Green Ville, Jakarta Barat.
  • Jl. Raya Pos Pegumben No. 36, Jakarta Barat.
  • Grand Galaxy City, Jl. Pulo Sirih Utama Blok FE No. 457, Bekasi Selatan, Bekasi, Jawa Barat.
  • Jl. Anggrek Loka Blok AL No. 25, BSD, Serpong, Banten.
  • Jl. Ir. H Juanda No. 25, Ciputat Timur, Banten.
  • Jl. Boulevard Graha Raya, Banten.
  • Jl. Margonda Raya No. 379, Beji, Depok, Jawa Barat.
  • Jl. Siliwangi No. 129, Bogor Timur, Bogor, Jawa barat.
  • Jl. Jendral Ahmad Yani, Karawang, Jawa Barat.
  • Jl. Citarum No. 2, Citarum, Bandung, Jawa barat.
  • Jl. Pasir Kaliki No. 142, Pasir Kaliki, Bandung, Jawa barat.
  • Jl. Buah Batu No. 167, Buah Batu, Bandung, Jawa barat.
  • Jl. Setiabudhi No. 194, Setiabudi, Bandung, Jawa barat.
  • Jl. Tuparev No. 46, Cirebon, Jawa barat.
  • Jl. AR Hakim No. 138, Tegal, Jawa Tengah.
  • Jl. Overste Isdiman, Jatiwinangun, Puwokerto, Jawa Tengah.
  • Jl. Ngesrep Timur V No. 27, Semarang, Jawa Tengah.
  • Jl. Singosari Raya No. 36, Semarang, Jawa Tengah.
  • Jl. Pamularsih raya No. 71, Semarang, Jawa Tengah.
  • Jl. Monginsidi No.93, Solo, Jawa Tengah.
  • Jl. Seturan Raya No. 7, Yogyakarta, Jawa Tengah.
  • Jl. Sultan Agung No. 49, Yogyakarta, Jawa Tengah.
  • Jl. Kaliurang, Sleman, Yogyakarta, Jawa Tengah.
  • Jl. Merbabu No. 18, Klaten, Jawa Tengah.
  • Jl. Tentara Pelajar No. 53, Magelang, Jawa Tengah.

Pada bagian depan restorannya terdapat ayam-ayam yang sedang berputar. Jadi, walaupun nama restorannya menggunakan nama Shawarma, restoran ini lebih terkenal pada hidangan ayamnya. Ada ayam nasi mandhi, ayam nasi butter & ayam kentang goreng.

Saya sendiri baru sempat mencicipi ayam nasi mandhi. Nasi mandhi versi Emado’s ini menggunakan beras basmati dan berwarna kekuningan. Ayamnya sendiri dibalut oleh bumbu berwarna merah tua yang harum. Kalau digabung, keduanya menghasilkan rasa gurih dengan aroma rempah yang ringan tapi tetap terasa jelas keunikannya.

Sementara itu, shawarma-nya sendiri terbagi 2 yaitu beef roll dan chicken roll. Saya baru mencicipi yang menggunakan daging sapi yaitu beef roll. Setelah saya cicipi, jelas sekali rasa kacangnya. Kacang? Ya, apapun dagingnya, shawarmanya Emado’s menggunakan kacang. Inilah yang membuat shawarma terasa beda dengan shawarma pada umumnya.

Saya rasa, Emado’s layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Hidangan yang unik dengan lokasi yang banya dan nyaman, membuat Emado’s menjadi salah satu alternatif untuk mengisi perut di saat lapar.

Menyantap Hidangan Ala Swedia di IKEA

IKEA merupakan peritel perabot rumah tangga yang sudah hadir di lebih dari 46 negara, termasuk Indonesia. Desainnya yang unik dan praktis menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjungnya. Mengunjungi IKEA, tidak hanya melihat perabotan saja loh. Ternyata di IKEA terdapat makanan-makanan ala Swedia yang hadir di food market, bistro, restoran dan kafe. Hhhmmmm, memang sih terkesan terpisah-pisah, tapi pada dasarnya makanan tersebut sama-sama ada di dalam gedung IKEA, hanya beda lantai saja. Yang menjual pun yah IKEA-IKEA juga :’D.

Tempat Makan
Tempat Memilih Menu di Restoran & Kafe

Sementara ini, berbagai hidangan IKEA dapat dijumpai di IKEA, Jakarta Garden City, IKEA Sentul Selatan Bogor, IKEA Alam Sutra Banten, dan IKEA Parahyangan Bandung. Ketika mampir ke IKEA, saya sendiri baru sempat mencicipi sausage bun, es krim matcha plant-based, es krim cone, tuna puff, kladdkaka, Swedish meatball with cream sauce, gronsaksbullar, fish & chips.

Mengambil Hidangan

Sausage bun dapat ditemukan di area Bistro IKEA. Hidangan ini sangat mirip dengan hot dog karena hanya terdiri dari roti, sosis dan saus tomat atau sambal. Semua terasa biasa saja, termasuk sosisnya yang terasa sedikit gurih dengan aroma yang tidak terlalu menyengat.

Sausage bun

Es krim matcha plant-based memang terbilang sehat dan memiliki aroma yang unik. Namun sayang rasanya terlalu tawar dan kurang nendang. Jauh berbeda dengan es krim cone yang berwarna putih. Rasa manis vanila terasa pas ketika bertemu dengan kerenyahan cone. Lidah Indonesia saya pribadi lebih cocok dengan es krim cone hehee. Yang pasti baik matcha maupun cone, keduanya diambil melalui mesin koin unik yang terdapat di Bistro IKEA.

Mengambil Es Krim Cone
Es Krim Matcha Plant-based

Tuna puff sebenarnya mirip dengan roti isi tuna. Hanya saja rotinya terasa lembut dengan tekstur yang khas. Bagi saya pribadi, tunanya tidak amis dan tetap terasa enak ketika digigit, yummm :).

Tuna Puff

Kladdkaka atau kue coklat goey merupakan brownies ala Swedia yang biasa dijadikan hidangan penutup. Perbedaannya dengan brownies lainnya adalah kandungan gula yang lebih besar dan tidak dipergunakannya baking soda. Dengan demikian kladdkaka akan terasa lebih padat dan lengket dibandingkan brownies pada umumnya. Tak lupa terdapat taburan gula vanila di atasnya. Saya pribadi, memang tidak terlalu suka coklat dan brownies. Jadi Kladdkaka tidak terlalu spesial bagi saya pribadi.

Kladdkaka

Swedish metball with creamy sauce atau bakso Swedia dengan saus krim, bisa jadi merupakan trademark dari makanan di IKEA. Hadir sejak 1980, konon hidangan ini merupakan hidangan terpopuler di IKEA. Sangat berbeda dengan bakso pada umumnya. Bakso Swedia hadir dengan ditemani oleh saus gravy kecokelatan, mash potato dan saus lingonberry. Baksonya sendiri hadir dengan tekstur unik, rasa gurih dan aroma daging yang berani. Ditambah dengan saus gravy dan mash potato, rada bakso akan gurih dan cremy sekali. Maka, hadirlah saus lingonberry yang terasa manis dan sedijit pahit. Lingonberry adalah buah mirip strawberry yang tumbuh di Swedia sana. Saya rasa, menu ini terasa kurang ok tanpa kehadiran saus lingonberry, sebab hidangan akan terasa terlalu creamy. Sayang, terkadang kegurihan dari hidangan ini memang sangat agresif sehingga saya tidak menyarankan untuk menyantap lebih dari 1 porsi. Karena sempat ketagihan, saya penah menyantap 1,5 porsi dan hasilnya, ada rada eneg setelah makan, yaah bisa saja perut saya yang memang kurang bagus. Tapi bagi saya pribadi sih, 1 porsi itu cukup, pas sekali ;). Ini adalah hidangan favorit anak-anak saya. Mereka menyantap semua bakso dan sausnya dengan lahap.

Bakso Swedia dengan Saus Krim

Gronsaksbullar pada dasarnya versi menu vegetariannya bakso Swedia dengan saus krim. Jadi, bakso yang dipergunakan adalah plant-based meatball. Baksonya otomatis tidak memiliki aroma daging, namun masih memiliki tekstur khas yang sama persis. Yang pasti, gronsaksbullar akan terasa lebih tawar dan saya kurang suka itu hehehehe.

Gronsaksbullar

Fish & chips sekilas seperti fish & chips pada umumnya ya. Ada ikan dori berbalut tepung renyah, kentang goreng dan potongan lemon. Tapi tanpa saya duga, ternyata IKEA menyelipkan keju mozzarella di antara ikan dorinya. Tepung renyah, daging ikan dori yang lembut dan tidak amis, kini ditemani pula oleh keju mozzarella yang melar ketika digigit. Rasa gurih-gurih keju pun hadir dan berhasil membuat fish & chips terasa semakin enak. Inilah salah satu fish & chips paling enak yang pernah saya makan :).

Fish & Chips

Secara keseluruhan, saya rasa hidangan di IKEA layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimal 5 yang artinya “Lumayan”. Bakso Swedia dan fish & chips-nya layak untuk dicoba.

Gurih Nikmat Bakso Pak Ndut Penuh Tetelan

Sepulang dari pekerjaan malam, biasanya saya kelaparan nih di jam tanggung. Dibilang pagi tidak, dibilang siang juga tidak. Saya terkadang mampir di Bakso Pak Ndut yang ada di seberang Masjid Al Muhajirin, Jalan Kelapa Kuning Raya, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Di lokasi tersebut, Pak Ndut berjualan bergantian dengan tukang bakso lain. Jadi kalau hari ini ada Bakso Pak Ndut, berarti esok dia tidak ada, lusa baru ada lagi.

Lama kelamaan, Bakso Pak Ndut berhasil buka cabang baru di tempat yang lebih permanen dan buka setiap hari. Lokasinya tak jauh dari Masjid, tepatnya di persimpangan antara Jl. Kelapa Sawit Raya dengan Jl. Kampung Gandaria, Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Saya sendiri terkadang mampir ke cabang baru ini karena jam bukanya setiap hari ;).

Ada apa di Bakso Pak Ndut? Ya jelas mie bakso. Bakso urat dan bakso halusnya sama-sama mantab. Baksonya lembut dan memiliki aroma daging yang pas. Kemudian kuahnya sangat gurih. Saya sendiri terkadang tidak menggunakan sambal, karena kuahnya sendiri sudah enak tanpa tambahan apapun. Terakhir, Bakso Pak Ndut selalu menambahkan tetelan daging dan gajih, lengkap dengan tulangnya hehehehe. Dibandingkan beberapa tahun yang lalu, ukuran tetelannya memang sudah mengecil, tapi masih terbilang ok-lah.

Bakso Pak Ndut merupakan bakso favorit saya di sekitar Pondok Kelapa. Warung bakso yang satu ini layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”.

Nasi Ayam Ambyar, Kelezatan Asli Nusantara

Nasi Ayam Ambyar merupakan salah satu restoran yang hanya dapat dipesan melalui layalan ojek online seperti GoFood. Mereka menggunakan cloud kitchen sehingga dalam waktu singkat, Nasi Ayam Ambyar sudah memiliki banyak titik dapur bersama di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya & Medan.

Uniknya, Nasi Ayam Ambyar menggunakan bungkusan berupa besek rotan khas Yogyakarta. Untuk menu ayam, pada dasarnya di dalam setiap besek tersebut terdapat nasi, kremesan, sambal dan ayam. Untuk menu terbaru bahkan terdapat bebek sebagai pengganti ayam.

Untuk ayamnya terdapat ayam geprek, ayam goreng dan ayam bakar. Sementara itu untuk sambalnya, terdapat sambal bawang, sambal kemiri, sambal uleg, sambal rawit dan sambal ireng.

Kombinasi dan variasi menu di Nasi Ayam Ambyar terbilang banyak. Saya sendiri baru sempat mencicipi kombinasi antara ayam geprek dan ayam bakar, dengan sambal rawit, bawang, uleg dan kemiri.

Masing-masing sambal memiliki aroma khas yang sedikit berbeda. Rasanya pun agak beda-beda tipis sih sebenarnya. Semua terasa cukup pedas terutama sambal uleg. Sambal kemiri dan rawit adalah yang tidak terlalu pedas dan memiliki sedikit rasa asam. Sambal bawang terbilang paling stabil, tidak terlalu pedas dan tidak terlalu asam. Beberapa jenis sambal saya beli terpisah sehingga saya dapat mencicipi 1 varian ayam dengan beberapa jenis sambal :).

Sambal Kemiri & Sambal Rawit

Ayam geprek hadir dengan wujud seperti ayam goreng tepung crispy. Tepung crispynya agak gurih sehingga ayam gepreknya relatif cocok dengan sambal bawang dan sambal uleg. Sambal uleg yang sangat pedas, menjadikan ayam geprek terasa gurih pedas. Sambal bawang merupakan yang paling pas karena rasa gurih dan kekrispian ayam tidak terkubur oleh rasa sambal yang pedas gurih. Sedangkan menyantap ayam gepreknya dengan sambal kemiri dan rawit, akan membuat hidangan terasa terlalu gurih.

Ayam Geprek Sambal Bawang

Ayam bakar terasa manis dan terasa paling enak bila ditemani dengan sambal uleg yang pedas. Rasa pedas manis terasa lebih pas di sana. Bagaimana dengan sambal lainnya? Saya rasa sambal lainnya mampu memberikan rasa yang berbeda dan tidak ada masalah di sana.

Ayam Bakar Sambal Uleg

Besek yang khas Indonesia dengan sambal yang beraroma rempah Indonesia, tentunya dapat menjadi pilihan ketika lapar di rumah tapi malas keluar. Dengan demikian, Nasi Ayam Ambyar layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.