Scream (2022)

Pada tahun 2022 ini hadir film kelima Scream yaitu Scream (2022). Yah film ini resminya tidak menggunakan angka di judulnya. Bukan Scream 5, tapi cukup Scream saja. Sama dengan judul film pertamanya, Scream (1996). Film tersebut disutradarai oleh Wesley Earl Craven dengan anggaran yang tidak terlalu besar. Diluar dugaan, Scream (1996) sukses besar dan meraup keuntungan besar. Genre slasher remaja bangkit dan menjamurlah film-film lain yang mirip dengan Scream (1996).

Sejak itulah, Wesley Early Craven kembali menghadirkan Scream 2 (1997), Scream 3 (2000), Scream 4 (2011). Lama kelamaan Scream pun menjadi franchise dan sebenarnya ada perencanaan mengenai Scream 5 dan Scream 6. Sayang Wesley Early Craven meninggal pada 2016. Proyek Scream 5 dan Scream 6 tak ada kabarnya.

Barulah 11 tahun setelah Scream 4 (2011) muncul, Scream 5 (2022) lahir tanpa kehadirab Wesley Earl Craven tentunya. Ceritanya berlatar belakang tepat setelah peristiwa pada Scream 4 (2011) terjadi. Pada keempat film Scream sebelumnya, Sidney Prescott (Neve Campbell) mengalami teror dari sosok misterius bertopeng hantu. Banyak teman dan rekan terdekat Sidney berguguran di sana. Paling tidak, Gale Weathers (Courteney Cox) dan Dewey Riley (David Arquette) ada 2 rekan dekat Sidney yang hadir di keempat film Scream dan masih selamat. Dewey, Gale dan Sidney sudah beberapa kali berhasil membuka kedok pembunuhan berantai oleh si topeng hantu. Setiap film Scream, memiliki tokoh antagonis yang berbeda. Mulai dari anak selingkuhan ibunya Sidney, istri selingkuhan ibunya Sidney, sepupu Sidney, sampai saudara kandung Sidney sendiri. Sidney, Sidney, Sidney, yaa semua berawal dan berputar pada masalah keluarga Sidney. Bagaimana dengan Scream (2022)?

Sudah saatnya peremajaan pada franchise ini. Mirip seperti yang franchise MCU dan Star Wars lakukan. Apalagi Scream banyak berbicara mengenai remaja. Jadi tokoh-tokoh utama lawas seperti Sidney dan kawan-kawan, sudah bukan menjadi pusat perhatian utama pada Scream (2022). Kehadiran Sidney seakan berfungsi sebagai pengantar kepada tokoh-tokoh baru yang masih muda. Perlahan, pusat segala masalah beralih kepada Sam Carpenter (Melissa Barrera).

Pada awalnya, Sam dan adiknya seolah menjadi target teror dari sang pembunuh bertopeng. Teman-teman dekat Sam pun menjadi target dan teror. Tak lupa karakter-karakter Scream lawas pun ada yang berguguran. Hanya saja, si tokoh antagonis pada Scream (2022) nampak lebih realistis ketika sedang beraksi. Tidak semua korban mereka langsung tewas. Beberapa diantaranya bahkan berhasil selamat walaupun dengan luka parah. Ini adalah hal yang bagus. Mengenakan pakaian yang menyeramkan, tidak serta merta membuat seseorang menjadi sakti bukan?

Sayangnya, Scream (2022) melakukan banyak kebodohan dasar ala Hollywood. Karakter antagonis jelas saja kalah. Ketika si karakter antagonis memiliki kesempatan untuk membunuh. Ia justru berbicara panjang lebar mengenai motif pembunuhan dan sebagainya. Ini berlangsung berkali-kali, ya jelas saja kalah. Otomatis motif pembunuhannya pun tidak didapatkan melalui penyelidikan. Yang patut disayangkan lagi adalah motif si karakter antagonis yang kurang wow. Sebenarnya Scream 4 (2011) pun yaaa seperti ini. Sangat berbeda dengan Scream (1996), Scream 2 (1997), Scream 3 (2000). Motif pembunuhan pada ketiga film tersebut benar-benar wah dan wow ;).

Beruntung kekalahan si pembunuh berantai terbilang sangat memuaskan untuk ditonton. Kekalahan yang sangat memuaskan dibandingkan kekalahan pada film-film Scream sebelumnya. Saya sangat suka dengan yang satu ini.

Kemudian selain itu, Scream (2022) memiliki keunggulan lain ketika penonton diajak menduga-duga, siapa pembunuhnya. Mirip seperti film-film Scream sebelumnya, si pembunuh adalah satu atau dua dari tokoh-tokoh utama yang dihadirkan. Mereka saling menggoda dan bergurau mengenai identitas sang pembunuh.

Dengan demikian, tanpa Wesley Early Craven, Scream (2022) layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Sudah pasti saya akan menonton film Scream berikutnya, yaitu film Scream yang keenam.

Sumber: http://www.screammovie.com

My Soul to Take (2010)

MSTT

Beberapa hari ini Jabodetabek diguyur hujan yang menyebabkan banjir & PLN blackout di beberapa wilayah Jakarta. Syukurlah rumah saya termasuk yang adem ayem, aman-aman saja, tapi banjir yang menimpa beberapa wilayah Jakarta membuat saya dan keluarga enggan untuk keluar rumah, males terjebak macet atau banjir. Maka bertapalah kami di rumah sambil ditemani kotak ajaib yang benama TV :). Salah satu film yang kami lihat adalah My Soul to Take yang ditayangkan di saluran Cinemax.

MSTT2

My Soul to Take adalah film thriller yang disutradarai dan ditulis oleh Wes Craven, sutradara film box office Scream yang cukup beken ketika saya masih SMP hehehe. Film ini diawali dengan adegan pembunuhan yang dilakukan oleh Abel, seorang pembunuh berantai yang dijuluki sebagai “The Reaper”. Abel mengidap gangguan jiwa skizofrenia, dia sering melakukan hal-hal diluar kesadarannya, kepribadian Abel yang lain dapat mengambil alih tubuhnya untuk melakukan berbagai pembunuhan. Beberapa penduduk lokal menganggap bahwa bukan kepribadian yang mengambil alih tubuh Abel, namun jiwa jahat yang mampu berpindah-pindah dari 1 tubuh ke tubuh yang lain. Pada malam itu Abel membunuh istrinya sendiri, kepolisian kota Riverton berhasil mengepung Abel namun Abel berusaha melarikan diri dan jatuh ke sungai bersama mobil ambulan yang terbakar, Abel dinyatakan tewas meski jasadnya tidak ditemukan. Pada malam itu juga, terdapat 7 bayi yang lahir tidak jauh dari tempat Abel dinyatakan tewas. Sebelum tewas, kepribadian atau jiwa Abel yang lain bersumpah untuk membunuh keluarga Abel. Menurut kepercayaan, jiwa pembunuh yang ada pada diri Abel akan bereinkarnasi ke dalam salah 1 dari ketujuh bayi yang baru lahir tersebut.

MSTT3

16 tahun kemudian, ketujuh bayi yang lahir bersamaan dengan tewasnya Abel atau “The Reaper”, merayakan ulang tahun mereka yang ke-16. Mirip seperti karya-karya Wes Craven yang lain seperti Scream, 1 per 1 remaja tersebut dibunuh oleh sosok manusia bertopeng yang bernama “The Reaper”. Siapakah “The Reaper”? Apakah Abel sebenarnya masih hidup dan kembali melakukan pembunuhan? Apakah ini merupakan ulah dari salah satu remaja yang sudah dirasuki jiwa “The Reaper? Pertanyaan ini baru akan terjawab di akhir cerita :D. Entah akhir yang agak mistis atau agak logis akan menjadi penutup dari film ini.

Film Title: My Soul To Take

Saya bukan penggemar fanatik Opa Wes Craven, namun saya dahulu cukup senang dengan Scream. Agak berbeda dengan Scream, My Soul to Take agak lebih mistis dan horor, saya sendiri agak curiga, jangan-jangan film ini akhirnya “ngegantung” alias tidak jelas, untunglah hal tersebut tidak terjadi, akhirnya jelas. Tebakan saya akan siapa pembunuhnya sempat salah beberapa kali, siapa “The Reaper” cukup tidak terduga. Sayang ada 2 hal yang menurut saya agak janggal, kenapa “The Reaper” fokus untuk membunuh ketujuh remaja yang lahir di malam Abel dinyatakan tewas? padahal Abel hanya bersumpah untuk membunuh keluiarganya sendiri, bukan ketujuh bayi tersebut? kenapa harus menunggu sampai 16 tahun kemudian? Mungkin saya kurang menyimak atau memang ini merupakan kelemahan alur cerita dari film ini, mboooh :D. Rasanya film ini cukup pantas mendapat nilai 3 dari skala nilai maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Selamat menonton, daripada kejebak banjir atau macet di jalan :D.

Sumber: www.iamrogue.com/mysoultotake