Black Panther: Wakanda Forever (2022)

Karakter superhero Black Panther atau Raja T’Challa (Chadwick Boseman) sudah beberapa kali hadir pada film-film MCU (Marvel Cinematic Universe) ia bahkan sudah memiliki film solonya yaitu Black Panther (2018). Di sana dikisahkan bagaimana terdapat negeri Wakanda yang kaya akan material Vibranium. Sebuah material yang menjadi rebutan berbagai pihak. Untuk melindungi negaranya, Wakanda memiliki Black Panther. Seorang superhero dengan kemampuan super dan kostum canggih berlapis Vibranium. Ketika seorang Black Panther menua atau meninggal atau pensiun, akan dilakukan pemilihan Black Panther baru. Hal inilah yang terpaksa dilakukan pada Black Panther: Wakanda Forever (2022).

Black Panther

Pihak produser tidak ada rencana untuk “mematikan” karakter Black Panther yang sudah ada. Naskah dari Black Panther: Wakanda Forever (2022) sudah siap ketika sang aktor, Chadwick Boseman, meninggal. Mau tak mau keseluruhan cerita Black Panther harus diubah. Salah satu katakter pendamping yang ada, harus menjadi Black Panther yang baru.

Setelah T’Challa wafat, Wakanda masih kokoh berdiri di bawah kepemimpinan Ratu Ramonda (Angela Bassett). Shuri (Letitia Wright) dan Jendral Okoye (Danai Gurira) pun masih aktif mendukung Wakanda dan menjaga Vibranium dari negara-negara lain. Gagal untuk mendapatkan Vibranium dari jalan kekerasan dan diplomasi, negara-negara lain berusahan melalukan eksplorasi di dasar laut. Dengan sebuah alat mutakhir besutan Riri Williams (Dominique Throne), pihak militer Amerika berhasil menemukan Vibranium di dasar laut.

Hal ini menimbulkan masalah baru sebab ternyata selama ini terdapat sebuah peradaban di bawah laut yang memiliki Vibranium seperti Wakanda. Selama ini peradaban Talokan hidup damai tersembunyi di dasar laut. Mereka hanya hadir melalui dongeng atau mitos. Mayoritas penduduknya adalah warga keturunan Indian yang telah terpengaruh oleh kekuatan Vibranium biru.

Sedikit berbeda dengan Wakanda, Talokan dipimpin oleh seorang raja merangkap dewa, yaitu K’uk’ulkan atau Namor (Tenoch Huerta). Bisa dikatakan, Namor ini seperti Aquaman di DC Comics. Hanya saja, sebenarnya Namor sudah hadir lebih dahulu daripada Aquaman. Posisi Namor yang lebih sering hadir sebagai antagonis, membuatnya kalah populer dibandingkan Aquaman. Pada perkembangannya, Namor justru menjadi seorang antihero. Ia bahkan menjadi karakter antihero pertama di buku komik. Sepertinya, Namor akan menjadi antihero di MCU. Kemunculan Namor dan warga Talokan pun memang bukan karena alasan yang jahat. Mereka hanya ingin melindungi diri dengan cara yang berbeda dengan cara yang Wakanda tempuh. Perseteruan dan pertumpahan darah antara Talokan dan Wakanda seharusnya tidak perlu terjadi. Sayangnya hal ini membuat saya tidak terlalu puas ketika melihat Talokan atau Wakanda kalah. Keduanya sama-sama baik, bangsa hebat yang berbeda pendapat saja.

Di sini, saya justru melihat bahwa pihak pemerintah negara-negara adikuasa seperti Amerika Serikat dan Eropa, sebagai pihak yang sebenarnya memiliki itikad kurang baik. Wakanda dan Talokan pada dasarnya khawatir akan penyalahgunaan Vibranium di tangan penguasa yang salah. Sejarah membuktikan apa yang telah penguasa lakukan dengan nuklir. Apa yang terjadi apabila mereka memiliki Vibranium?

Beruntung adegan aksinya terbilang seru. Sayang penampilan Black Panther yang baru tidak sespektakuler Black Panther yang lama. Paling tidak penampilan Ratu Ramona terbilang menonjol. Tanpa saya duga sebelumnya, Sang Ratu nampak tegas dan kuat meskipun ia tidak memiliki kekuatan Black Panther sekalipun.

Kesedihan akan kehilangan Raja T’Challa memang mendominasi film ini. Mencari pengganti sosok T’Challa bukanlah hal yang mudah. Kalau biasanya karakter-katakter lawas dari MCU seperti memperoleh pengganti yang lebih muda. Nah kalau Black Panther justru memperoleh pengganti sekaligus sebuah reset. Sesuatu yang akan membuat MCU semakin menarik kedepannya.

Black Panther: Wakanda Forever (2022) bukanlah film MCU favorit saya. Namun film ini seperti jembatan menuju sesuatu yang bagus kedepannya. Masa depan MCU masih terlihat cerah. Saya rasa Black Panther: Wakanda Forever (2022) masih layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Serial Barbarians

Nama Hermamn atau Arminius bisa jadi terasa asing bagi saya. Namun nama ini ternyata sudah menjadi legenda di Eropa sana, terutama di Jerman. Patung Arminius dapat ditemukan di hutan Teuteburg, Jerman. Hutan tersebut memang menjadi salah satu saksi kemampuan tempur Arminus dalam mengalahlan lawan-lawannya. Ia pun berperan besar dalam berbagai pertempuran lain di tengah-tengah masa keemasan Romawi.

Pada saat itu, belum ada negara Jerman. Beberapa wilayah Jerman dapat dikatakan disebut sebagai wilayah Germania. Suku-sukh yang ada di sana disebut Barbarian atau Barbaren. Semua karena mereka masih terpecah-pecah dan belum memiliki peralatan tempur yang mumpuni. Berbeda jauh dengan Romawi yang sudah memilki peralatan tempur lengkap dengan formasi tempur yang terbaik pada masanya.

Inilah dia latar belakang fim seri Barbarians atau Barbaren. Film berbahasa Jerman ini mengisahkan kondisi di saat Romawi menguasai wilayah Germania. Pergolakan tentunya terus terjadi, terutama ketika Romawi menguasai dengan cara yang kejam. Suku-suku yang hidup di Germania hidup dibawah tekanan.

Arminius (Laurence Rupp) dikirim ke Germania sebagai salah satu komandan Romawi. Uniknya, Arminius bukan keturunan asli Romawi. Ia adalah anak salah satu kepala suku Germania yang diserahkan kepada Romawi. Dulu, penyerahan Arminius merupakan simbol perdamaian dari para kepala suku. Ternyata, dibalik itu, Romawi memiliki rencana besar bagi Arminius.

Romawi melatih Arminius sehingga ia berhasil menjadi prajurit Romawi yang kompeten. Keahlian Arminius menjadikannya sebagai salah satu komandan di dalam militer Romawi. Melihat penindasan Romawi terhadap para penduduk asli Germania perlahan membuat Arminius berubah. Meskipun dibesarkan oleh Romawi sejak kecil, penduduk Germania tetaplah saudara bagi Arminius. Di sisi lain, Romawi terus memberikan penghargaan yang besar setiap Arminius menyelesaikan misinya. Ia bahkan menjadi calon kesatria Romawi, sebuah gelar yang ia dambakan sejak kecil. Selanjutnya, Arminius berperan besar sebagai pemimpin pada beberapa perang antara Romawi dan pemberontak Germania.

Karena dibuat berdasarkan sejarah, maka kurang lebih jalan cerita dan akhir dari Barbarian dapat ditebak. Semua dicatat sejarah. Hanya saja, Barbarian ternyata tidak 100% dibuat mengukuti sejarah. Banyak hal yang ditambahkan sebagai bumbu-bumbu agar ceritanya menarik. Sayangnya, saya tidak terlalu suka dengan bumbu-bumbu ini. Bahkan ada 1 karakter utama yang ternyata karakter karangan demi mendukung sebuah drama cinta segitiga.

Beruntung jalan cerita utamanya tetap menarik untuk ditonton. Terdapat penghianatan dimana-mana. Suku-suku barbarian memang tidak bersatu dan memiliki banyak agenda. Setiap suku atau pemimpin suku dapat memindahkan dukungannya kapan saja mereka mau. Di dalam Romawi pun terdapat beberapa keturunan bangsa Germania yang bisa saja berbalik menghianati Romawi.

Selain itu adegan pertempurannya pun melibatkan strategi perang. Jadi bukan hanya baku hantam saja. Namun ada beberapa adegan sadis yang tidak cocok bagi anak-anak. Ini memang bukan film anak-anak.

Kisah konflik di Germania ini memiliki kisah yang menarik dengan adegan aksi yang cerdas. Serial Barbarians sudah sepantasnya untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Sumber: gaumonttelevision.com

Serial I Am Groot

Groot adalah anggota sekelompok superhero yang disebut Guardian of the Galaxy. Pada saat pertama kali diperkenalkan di layar lebar, Groot bertubuh tinggi besar. Ia merupakan ras alien flora colossi dari Planet X. Memiliki wujud fisik menyerupai tumbuhan raksasa yang hidup, Groot ternyata memiliki berbagai sifat mulia. Bahkan pada Guardians of the Galaxy (2014), Groot mengorbankan dirinya demi menyelamatkan teman-temannya.

Dari abu sisa-sisa tubuh Groot, lahirlah mahluk kecil yang dipanggil Baby Groot. Sebagai mahluk dari ras flora colossi, perkataan Baby Groot agak sulit dipahami. Satu-satunya kalimat Baby Groot yang mudah dipahami adalah I am Groot. Yaahhh, kalimat inilah yang menjadi judul serial mengenai Baby Groot. Sehari-harinya, Baby Groot tinggal di pesawat luar angkasa bersama Guardian of the Galaxy. Sesekali ia ikut mendarat di planet asing dan bertualang bersama mereka.

Bertarung dan bertualang bukanlah inti cerita dari I Am Groot. Kelucuan-kelucuan dari tingkah Baby Groot adalah topik utama daru serial ini. Groot kecil selalu menemukan mesalah baru yang harus ia selesaikan dengan caranya sendiri.

Penampilan Baby Groot yang polos dan imut sangat mendukung jalan cerita I Am Groot. Siapapun yang melihat Baby Groot, pastilah langsung jatuh hati. Ia adalah bintang utama pada serial ini. Semua yang ia lakukan berhasil membuat saya dan anak-anak saya tersenyum atau tertawa.

Serial ini terbilang komplit untuk dijadikan sebagai tontonan keluarga. Semua dapat menonton I Am Groot dengan aman. Tidak ada selipan isu-isu dewasa di sana. Saya ikhlas untuk memberukan I Am Groot nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

Sumber: http://www.marvel.com

Pengabdi Setan 2: Communion (2022)

Pengabdi Setan 2: Communion (2022) melanjutkan berbagai musibah yang menimpa keluarga Suwono pada Pengabdi Setan (2017). Setelah menghadapi serangkaian teror pada Pengabdi Setan (2017), Rini Suwono (Tara Basro) dan keluarganya memutuskan untuk pindah ke kota besar. Belajar dari pengalaman terdahulu, mereka tidak mau lagi tinggal di rumah tua dengan lokasi yang terpencil. Rini, Tony (Endy Arfian), Bondi (Nasar Anuz) dan sang ayah, Bahri Suwono (Bront Palarae), tinggal di sebuah Rumah Susun yang ramai. Walaupun terletak agak menyendiri dan dekat dengan laut, paling tidak tempat tinggal mereka kali ini dipadati oleh berbagai penduduk.

Tanpa Rini dan keluarga sadari, sebagian tetangga mereka ternyata masih memiliki kaitan dengan para pengabdi setan. Pada lokasi dan waktu yang tepat, para pengabdi setan telah merencanakan untuk menggelar sebuah pesta atau upacara misterius. Ironisnya, Rini beserta keluarganya dan beberapa tetangga yang tak tahu apa-apa, terjebak di tengah-tengah peristiwa mengerikan tersebut.

Lorong-lorong Rumah Susun beserta ruangan-ruangannya, berhasil memberikan nuansa horor yang kental. Penampakan setan atau hantunya tidak terlalu banyak. Namun kengerian yang dibangun sungguh terasa.

Nuansa tahun 80-annya pun menambah keangkeran film ini. Lagu-lagu lawas yang diputar, membuat Pengabdi Setan 2: Communion (2022) semakin nampak menakutkan. Kereeen deh pokoknya.

Penonton diajak untuk tegang, sekaligus penasaran selama Pengabdi Setan 2: Communion (2022) berlangsung. Misteri demi misteri terungkap perlahan dengan waktu yang tepat. Misteri yang ada, berhasil menjadi daya tarik yang membuat mata saya tidak mengantuk sepanjang film diputar. Bahkan sampai film berakhir terdapat beberapa hal yang masih belum terungkap. Jauh dari kata menyebalkan, hal inu justru menjadi sesuatu yang menyenangkan untuk ditelisik dan dibahas. Apalagi film ini adalah film Joko Anwar yang sepertinya memiliki korelasi dengan film-film lainnya selain Pengabdi Setan (2017).

Pengabdi Setan 2: Communion (2022) merupakan sebuah film horor dan misteri yang komplit. Film ini mampu menebarkan kengerian tanpa mengobral jomp scare atau penampakan setan-setanan yang menjijikan. Dengan demikian, sekuel Pengabdi Setan (2017) ini layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

Sumber: http://www.rapifilms.com

Serial The Midnight Club

Film seri The Midnight Club mengisahkan kehidupan dari penghuni sebuah Hospice. Pada dasarnya, para pasien hospice merupakan penderita penyakit ganas dengan peluang kesembuhan yang sangat kecil. Mereka menghadapi kondisi dimana para profesional hanya dapat memberikan perawatan paliatif saja dengan probalitas peluang hidup berada di bawah 6 bulan. Hospice diharapkan untuk dapat meningkatkan kualitas hidup mereka sebelum ajal menjemput. Bukan untuk menyembuhkan.

Hospice memiliki berbagai kegiatan dan Midnight Club sebenarnya bukan salah satunya. Begitupula dengan Brightcliffe Hospice. Di atas kertas, tidak ada Midnight Club di sana. Memasuki pergantian hari pada pukul 24:00, Para pasien Brightcliffe Hospice yang semuanya masih remaja, menyelinap keluar kamar. Mereka berkumpul di sebuah tempat rahasia. Di tengah gelapnya malam, mereka bertukar kisah-kisah horor dan misteri. Masing-masing kisah biasanya berhubungan dengan masa lalu dan kegelisahan dari dari karakter yang bercerita. Melalui kisah-kisah inilah penonton diajak untuk semakin mengenal para karakter The Midnight Club.

Sayangnya, beberapa kisah-kisah tersebut agak kurang menarik. Beberapa diantaranya justru keluar jalur menjadi kisah fiksi ilmiah dan drama, bukan horor atau misteri. Biasanya, setiap episode dari The Midnight Club memiliki 1 atau 2 kisah pendek karangan pasien Brightcliffe Hospice. Durasinya tidak terlalu panjang kok. Kalau panjang, yaaa saya pasti akan tertidur hehehe.

Yang menjadi magnet dari The Midnight Club adalah misteri yang menyelimuti Brightcliffe Hospice. Bangunan Hospice ini adalah bangunan tua dengan sejuta cerita. Tempat ini pernah menjadi lokasi kematian masal sebuah sekte misterius. Sesuatu yang spesial membuat beberapa pihak menggunakan lokasi ini untuk ritual dan hal-hal supranatural lainnya. Beberapa pasien pun sempat dihantui oleh beberapa sosok misterus ketika berada di dalam Hospice ini. Kematian dan misteri di sekeliling Brightcliffe Hospice, sangat menarik untuk ditonton.

Tak lupa serial ini ternyata memiliki muatan drama yang cukup kental. Akan ada air mata bagi karakter-karakter yang ada di sana. Mereka semua adalah remaja-remaja yang sekarat. Bersama menanti ajal di dalam sebuah Hospice. Pada beberapa episode, unsur dramanya justru sangat kental. Jadi The Midnight Club bukan horor dan misteri saja.

Saya belun pernah membaca versi novelnya. Tapi saya yakin ceritanya akan berbeda. Dengan format serial, The Midnight Club memiliki banyak ruang untuk mengekplorasi berbagai permsalahan yang muncul. Serial ini layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Sumber: http://www.intrepidpictures.com

Bullet Train (2022)

Bullet Train (2022) mengisahkan berbagai konflik yang terjadi ketika beberapa pembunuh bayaran berada di dalam satu kereta yang sama. Pada awalnya masing-masing pihak datang tanpa mengetahui kehadiran pembunuh lainnya. Mereka hadir dengan agendanya masing-masing. Semua bertabrakan ketika semua bertemu di dalam sebuah Shinkansen, kereta super cepat di Jepang. Kereta tersebut terbilang canggih, luas dan nyaman. Tapi yang namanya kereta yaaa tetap agak sempit yaa. Apa bisa mereka semua saling hantam dengan leluasa?

Yang menarik di sini, para pembunuh tersebut memiliki metode yang berbeda-beda. Tidak semua melakukan aksinya hanya dengan mengandalkan fisik saja. Beberapa diantaranya menggunakan taktik licik yang tidak terduga. Motif dan misi dari berbagai karakter yang ada pun menyenangkan untuk ditonton. Tidak saya sangka, ternyata kereta mampu menjadi arena yang menarik bagi para pembunuh ini.

Tidak hanya berisikan adegan bunuh membunuh, ancam mengancam, Bullet Train (2022) memiliki banyak komedi yang terbilang lucu. Well, tidak sampai membuat tertawa terbahak-bahak sih. Inikan bukan full film komedi. Hanya saja bagi beberapa orang, komedinya agak meleset karena mayoritas leluconnya berhubungan dengan serial animasi Thomas & Friends. Saya pribadi tidak terlalu suka dengan serial tersebut. Namun ada masanya dimana saya menemani anak-anak menonton Thomas & Friends. Otomatis saya menjadi familiar dengan tokoh dan cerita Thomas & Friends. Lelucon pada Bullet Train (2022) pun jadi mudah dimengerti. Sayangnya memang tidak semua orang mengetahui atau pernah menonton Thomas & Friends. Meskipun serial anak-anak ini sudah mulai tayang sejak 1984 dan masih terus menghadirkan episode baru pada 2021 lalu. Wah lama juga yaaaa.

Satu lagi yang menarik dari Bullet Train (2021) adalah visual yang cantik dan nyaman di mata. Film ini penuh dengan warna-warna lembut yang memanjakan mata. Shinkansen atau keret peluru memang terbilang kereta tercepat di dunia. Kereta inipun memang cukup mewah kalau dibandingkan dengan kereta eksekutifnya Indonesia hehehe.

Beberapa adegan tak masuk akalnya pun seakan terlupakan. Semua akibat berbagai kelebihan yang Bullet Train (2021) miliki. Saya pribadi ikhlas untuk memberikan Bullet Train (2021) nilai 4 dari skala maksimum yang artinya “Bagus”.

Sumber: http://www.sonypictures.com

Injustice (2021)

Ada masanya dimana DCEU (DC Extended Universe) digadang-gadang akan menyaingi MCU (Marvel Cinematic Universe). Pata superhero DC Comics akan hadir pada berbagai filn yg berbeda namun saling berkesinambungan. Melihat dari beberapa pengantar yang diselipkan pada film-film tersebut, besar kemungkinan awal dari DCEU akan menggunakan material dari seri komik Injustice: God Among Us. Saya sendiri sering bermain versi video game dari Injustice. Saya pun antusias melihat perkembangan DCEU.

Sayangnya visi DCEU (DC Extended Universe) dari Zack Snyder sudah runtuh dengan pendapatan dan penilaian yang di bawah ekspektasi terhadap film-film DCEU. Otomatis sepertinya kita tidak akan menyaksikan alur cerita Injustice pada DCEU. Yah paling tidak pada 2021 lalu, DC Comics merilis versi animasi dari Injustice.

Injustice (2021) mengambil latar belakang pada salah satu dunia alternatif atau paralel yang di sebut Bumi 22. Di sini, Superman (Justin Hartley) kehilangan anak dan istrinya dengan cara yang tragis. Mereka menjadi salah satu korban Joker (Kevin Pollak). Selama ini Joker memang menjadi musuh utama Batman (Anson Mount) bukan karena kekuatannya. Namun karena taktiknya dalam melakukan kejahatan. Dengan melakukan hal kejam seperti ini, Joker berhasil mengubah Superman. Pada Bumi 22, Superman versi ini, memiliki cara tersendiri untuk berduka.

Superman ingin mewujudkan Bumi yang bebas dari kejahatan. Ia mulai bertindak lebih keras terhadap berbagai bentuk kejahatan. Perlahan Superman menolak untuk memberikan kesempatan kedua bagi pelaku kejahatan. Ia bahkan ikut campur dalam urusan politik berbagai negara. Batman sangat tidak suka dengan perilaku Superman. Batman dan Superman sangat bersahabat, namun kali ini mereka terpaksa berseteru. Para superhero pun terbelah dua, apakah ikut Batman atau ikut Superman. Perseteruan ini menyebabkan tewasnya beberapa karakter DC Comics ternama.

Film tak ragu untuk mematikan banyak tokoh superhero dan supervilain. Kita akan dengan mudahnya melihat berbagai tokoh DC Comics berguguran di sini. Sesuatu yang jarang terjadi. Sebab banyak dari mereka memiliki film solo atau komik solo sendiri. Yah jagoan dan penjahat utama kok tewas? Justru inilah yang menjadi kelebihan Injustice (2021). Kita tidak akan mengetahui siapa saja yang selamat.

Sayangnya, durasi film yang singkat, gagal memberikan latar belakang yang jelas bagi berbagai karakter yang hadir. Kenapa mereka memilih sisi Batman atau Superman. Semua mengandalkan pengetahuan penonton atas karakter-karakter tersebut. Saya pun tudak terlalu peduli atau terharu ketika melihat beberapa karakter gugur. Saya pribadi lebih suka cerita pada versi video game.

Kalau di komik dan video game, perseteruan ini memakan waktu sekitar 6 tahun. Batman pun sampai memiliki aliansi yang disebut Insurgent. Yaaah agak susah memang merangkum semuanya dalam 1 film animasi. Mungkin akan lebih baik kalau dibuat dalam bentuk mini seri.

Dengan demikian, Injustice (2021) masih layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Film ini banyak adegan sadisnya yaa, jadi jangan ajak anak-anak untuk menonton Injustice (2021).

Sumber: http://www.dc.com

Serial Big Mouth

Sejak melihat trailernya, saya sudah tertarik untuk menonton serial Big Mouth. Serial asal Korea Selatan yang menggunakan judul빅마우스 di negara asalnya. 빅마우스 sendiri sebenarnya berarti Big Mouse, bukan Big Mouth. Judul Big Mouse sebenarnya lebih cocok ya dijadikan sebagai judul. Film ini memang banyak mengisahkan misteri yang mengelilingi Big Mouse. Ia adalah karakter misterius yang sangat berkuasa di dunia kriminal. Dengan jaringan yang luas di mana-mana, siapapun bisa jadi merupakan mata-mata Big Mouse. Apakah Big Mouse jahat? Kalau menurut saya Big Mouse itu seperti antihero. Tokoh kriminal yang berseteru dengan tokoh-tokoh lain yang lebih jahat dan kejam darinya. Terdapat pejabat dan pengusaha yang diam-diam lebih jahat dari Big Mouse.

Di tengah-tengah perselisihan antara Big Mouse dengan berbagai pihak, muncul Park Chang-ho (Lee Jong-suk). Ia adalah pengacara sederhana yang banyak hutangnya dan jarang memenangkan kasus hukum. Hal ini diperburuk ketika Chang-ho tiba-tiba harus mendekam di penjara akibat kecelakaan mobil yang penuh rekayasa. Seketika itupulalah Chang-ho harus menjalani hidup yang berbeda. Di penjara, terjadi banyak hal yang menunjukkan bahwa Chang-ho merupakan Big Mouse. Masalahnya apakah ia benar-benar Big Mouse atau bukan?

Di sini terdapat banyak sekali misteri yang menyenangkan untuk disaksikan. Mulai dari kenapa Chang-ho dijebak, siapa Big Mouse, sampai rahasia besar sekelompok penguasa yang sudah ditutupi lebih dari puluhan tahun. Berbagai karakter dan berbagai pihak bisa saling membantu dan berhianat dalam hitungan detik. Adu strategi dan keberuntungan terlihat jelas di sana. Saya pun agak ragu menebak siapa yang paling jahat dari yang jahat.

Mayortitas ceritanya dilihat dari sudut pandang Chang-ho. Pembawaan karakter Chang-ho yang mendadak menjadi Big Mouse pun sangat menarik untuk disaksikan. Ia nampak berhasil menyelesaikan berbagai masalah yang datang dengan sangat cerdas. Bagian menyebalkan dimana karakter utama tersiksa, tidak terlalu banyak.

Di luar penjara, ada istri Chang-ho yang sangat setia, yaitu Ko Mi-ho (Im Yoon-ah). Romansa Mi-ho dan Chang-ho menjadi bagian yang mengharukan untuk ditonton. Mi-ho tidak hanya diam menunggu, ia pun melakukan penyelidikan mandiri bersama rekan-rekan Park lainnya.

Misteri ada, romansa ada, naaah komedi juga ada loh. Porsi komedi pada Big Mouth terbilang cukuplah porsinya. Masih ok sebagai selingan. Jadi serial ini tidak terus menerus membahas hal-hal yang serius.

Serial Big Mouth terbilang komplet. Ada tawa, haru dan ketegangan di sana. Unsur misteri dan tokoh utamanya berhasil membuat serial ini semakin greget. Saya rasa Big Mouth sudah sepantasnya untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Serial ini mengambil latar belakang sebuah negara yang dipenuhi oleh korupsi dan pelanggaran hukum. Sesuatu yang agak fiksi yaaa. Karena selama saya di Korea dulu, yaah Korea itu sangat tertib dan taat hukum. Jadi, setelah menonton Big Mouth, jangan beranggapan bahwa di Korea Selatan seperti itu keadaannya :’D.

Sumber: astory.co.kr

Thor: Love and Thunder (2022)

Thor: Love and Thunder (2022) adalah film solo ketiga dari Thor Odison (Chris Hemsworth), sang dewa petir. Tentunya film ini adalah bagian dari MCU (Marvel Cinematic Universe) sehingga ada sedikit kesinambungan dengan film-film MCU sebelumnya. Sebagai pengantar, Thor telah menjadi superhero yang memenangkan berbagai perang besar. Beberapa diantaranya membuat Thor harus kehilangan Mjolnir, palu kesayangan Thor. Setelah Mjolnir hancur, Thor memperoleh senjata baru yang disebut Stormbreaker. Sekilas memang mirip dengan Mjolnir, namun bedanya, Stormbreaker mampu memanggil bifrost. Bifrost merupakan kekuatan untuk berkelana ke berbagai tempat dan dimensi dalam waktu singkat. Bagaimana nasib pecahan Mjolnir? Menjadi salah satu objek wisata di Bumi.

Tanpa Thor sadari, sebuah permintaan tulus darinya telah membuahkan jembatan hubungan antara Mjolnir dengan Jane Foster (Natalie Portman). Ketika Jane datang untuk melihat pecahan Mjolnir, seketika itu pula Mjolnir menyatu dan mengubah Jane menjadi Thor. Seketika Jane dapat memiliki kostum dan semua kekuatan Thor. Hanya saja, dibalik semua itu, Jane sebenarnya sekarat.

Dimana Thor? Setelah memenangkan peperangan besar melawan Hela dan Thanos, ia berkelana bersama The Guardians of the Galaxy. Namun beberapa peristiwa genting membuat Thor untuk kembali ke Bumi dan pada akhirnya bertemu dengan Jane.

Mereka harus berhadapan dengan Gorr (Christian Bale), sang penjagal dewa. Satu per satu dewa-dewi yang ada di semesta, berhasil Gorr bunuh. Berawal dari sebuah kekecewaan dan kebencian terhadap dewa, Gorr berhasil mengangkat necrosword. Dengan senjata tersebut, Gorr memiliki kekuatan besar yang mempu membunuh para dewa.

Awalnya saya pikir, Thor: Love and Thunder (2022) merupakan peralihan karakter Thor menjadi Jane. Saat ini MCU sedang melakukan penyegaran dengan mengganti dan menambah deretan superhero-nya. Hampir semua superhero MCU lawas sudah memiliki film “peralihan”. Saya pikir, inilah saatnya Thor memiliki pengganti. Aahhh ternyata dugaan saya kurang tepat.

Agak ambigu apakah Jane menjadi karakter pangganti Thor pada film-film MCU berikutnya. Pada film ini, Jane memang memiliki porsi yang cukup besar. Namun ternyata terdapat karakter lain yang muncul dan mendampingi Thor pada bagian akhirnya. Kata-kata Love pada judul Thor: Love and Thunder (2022) ternyata memiliki arti tersendiri. Wah keren juga, ini adalah hal yang tidak saya duga.

Selain itu, adegan pertarungannya terbilang seru. Memainkan kombinasi dengan warna hitam putih membuat Thor: Love and Thunder (2022) terlihat semakin menarik. Warna-warni nuansa 80-an pun terlihat sangat dominan di mana-mana. Mirip seperti Thor: Ragnarok (2017), film ketiga Thor ini menggunakan atribut dan lagu yang berhubungan dengan budaya 80-an. Semua terlihat bagus, jadi saya pribadi tidak ada masalah dengan ini.

Gorr berhasil tampil sebagai tokoh antagonis yang ganas. Temanya agak horor tapi agak tanggung. Karakter yang satu ini memiliki potensi untuk tampil lebih ganas lagi. Namun yaaah mungkin pihak produser melarang ini. Kalau terlalu menyeramkan, nanti Thor: Love and Thunder (2022) gagal masuk ketegori film PG13. Kalau sampai masuk ke kategori R atau NC-17, otomatis jumlah penontonnya lebih dibatasi lagi. Sayang sekali kalau kualitas sebuah film dibatasi oleh faktor komersil seperti ini.

Selain unsur horor, kali ini unsur komedinya banyak sekali. Semuanya bertebaran dimana-mana. Komedinya bukan komedi yang membuat penonton terawa terpingkal-pingkal ya, cukup senyum-senyum saja. Sayangnya otomatis Thor: Love and Thunder (2022) terlihat menjadi film yang tidak terlalu serius.

Dengan demikian, Thor: Love and Thunder (2022) masih layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Kabarnya Thor masih akan memiliki lagi setelah Thor: Love and Thunder (2022). Jadi dari beberapa deretan superhero lawas MCU, sementara ini hanya Thor masih akan terus hadir, entah sampai kapan. Semoga film keempatnya bisa lebih bagus lagi.

Ehem ehemmm …. Sedikit tambahan, Marvel dan Disney seperti biasa tak henti-hentinya berusaha untuk memasukkan unsur LGBT ke dalam film-filmnya. Tak terkecuali untuk Thor: Love and Thunder (2022). Film ini mengisahkan percintaan Thor dan Jane. Kemudian ada pula hubungan antara Thor dengan Mjolnir dan Stormbreaker yang sudah seperti mahluk hidup saja, bagian ini tergolong lucu yaaa. Di antara hubungan-hubungan tersebut, disisipikan hubungan LGBT yang dibawakan oleh 2 karakter lain. 2 karakter yang rasa sih kalaupun tidak ada, tidak akan terlalu berpengaruh terhadap jalan cerita utama. Saya jadi merasa, fungsi keberadaan mereka yah hanya sebagai bahan untuk menyisipkan pesan LGBT. Kali ini pesannya cukup terlihat jelas, bukan hanya sekilas hehehe. Yah walaupun film ini termasuk PG13 yang artinya anak umur 13 tahun ke atas boleh menonton. Saya pribadi tidak menyarankan untuk membawa anak-anak untuk menonton film ini. Biarlah orang yang sudah cukup umur dan matang untuk dapat mengambil sikap mengenai pesan LGBT yang muncul. Jangan anak-anak di bawah umur yang masih polos. Sekian terimakasih, hohohoho.

Sumber: http://www.marvel.com

Serial Extraordinary Attorney Woo

Saya bukan fans beratnya serial Korea. Namun kali ini saya tergoda untuk mengikuti serial Extraordinary Attorney Woo setelah melihat . Serial asal Korea Selatan ini mengisahkan lika liku kehidupan pengacara autis pertama Korea, Woo Young-Woo (Park Eun-Bin). Woo merupakan seorang pengacara dengan daya ingat yang sangat kuat. Kejeniusannya berhasil menempatkan Woo sebagai lulusan terbaik Fakultas Hukum dari Universitas terbaik di Korea. Bagaimana Woo bisa menjadi pengacara? Profesi pengacara menuntut seseorang untuk dapat berinteraksi dengan banyak orang. Hal ini terkadang menjadi kendala bagi penyandang autis seperti Woo. Tidak hanya dalam pekerjaan, namun dalam hal-hal lain di luar itu.

Beruntung Woo memiliki hati yang baik. Ia pun dikelilingi oleh beberapa orang-orang baik. Semua dapat Woo jalani meskipun dengan banyak kerikil di tengah jalan. Perilaku Woo yang berbeda menjadi daya tarik serial ini. Dari sini penonton pun diajak untuk lebih mengetahui apa itu autis. Kebetulan istri saya terkadang menangani masalah ini dan menurutnya Extraordinary Attorney Woo cukup akurat dalam beberapa hal.

Sebagian besar setiap episodenya tidak bersabung. Jadi biasanya setiap episode memiliki kasus dan masalah yang berbeda. Tidak yang terus bersambung. Namun semua episodenya memiliki sebuah benang merah kesinambungan yang berhasil membuat saya penasaran. Setiap masalah terlihat terpisah namun pada akhirnya semuanya memiliki sebuah hubungan. Terdapat berbagai rahasia yang perlahan terungkap. Dibalik semua yang nampak sederhana terdapat intrik-intrik yang menarik untuk ditonton.

Di sana penonton diajak melihat kelucuan, kesedihan dan kegembiraan. Serial ini bukan hanya bercerita mengenai kemenangan Woo dalam membela. Woo pun terlihat beberapa kali kalah di persidangan. Melakukan hal yang benar menjadi hal yang paling utama. Ini bukan serial Law & Order dimana sudah jelas hitam putih mana yang jahat.

Saya suka dengan cerita pada serial ini. Semuanya komplit ada di sana. Extraordinary Attorney Woo sudah selayaknya memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”

Sumber: astory.co.kr